
aku terbangun.kepalaku terasa berat dan sekujur tubuhku terasa sakit entah berapa kali ia melakukannya terhadapku. otaku tak sempat mencari jalan keluar melarikan diri darinya tapi dia sudah menindasku duluan.
__ADS_1
mataku melihat sekeliling kamar. samar- samar cahaya matahari masuk lewat celah tirai kamar hotel aku duduk dan menarik selimut mencoba posisi yang nyaman untuk ku melepas lelah dan sakitku. aku memijat mijat kepalaku mencoba mengurangi rasa pusingku. tak lama sosok dingin itu datang dengan wajah tenang dan penampilan rapi dengan jas dan dasinya. stail rambut khasnya yang menambah pesonanya.
__ADS_1
ia duduk di sebelahku " kau sudah bangun?" kini aku dan dia sudah tak ada jarak lagi. kejadian itu membuat kami merasa bukanlah orang asing lagi. aku menatap wajahnya " Annora, pertama maafkan aku sudah melakukan ini kepadamu tapi aku sendiri tidak tau apa yang terjadi padaku jika berada dekat dengamu" "aku ingin pulang" selaku menyela ucapannya tak pedulikan dia " Aku tidak peduli apa yang kau pikirkan, tapi aku ingin pergi jauh darimu dan semoga kita tidak pernah bertemu lagi" lanjutku tanpa memberinya kesempatan menjelaskan. Aku sama sekali tak menatapnya dan membuang pandanganku ke luar jendela. aku ingin tau kenapa ia melakukan ini. apa salahku tapi aku tidak mau di mamfaatkan atau di jadikan wanita ranjangnya yang bisa ia datangi dan tinggalkan jika sudah selesai tapi apa dayaku semua sudah terjadi yang terlintas di pikiranku hanya satu lepas dari laki-laki ini " apa salahku padamu?, hingga aku harus membayar mahal atas semua ini? apa aku pernah menyinggungmu? tuan Lin tunanganmu nona Rea sebentar lagi akan kembali dari luar negeri dan pernikahan kalian sudah di tetapkan aku tidak mau jadi bahan omongan perusak hubungan orang.tolong aku harap kau bekerjasama dalam hal ini" jelasku "aku kemari bukan untuk membicarakan Rea atau hubunganku denganya. aku datang kemari ingin memberimu kesempatan untuk berada di sisiku selama aku mau" " Aku tidak mau!" jawabnku menyelanya " kau gila...!! asal kau tau. aku sama sekali tidak tertarik dengan menjadi wanitamu atau istrimu. bahkan memikirkannya saja aku sama sekali tidak pernah"
__ADS_1
suara Lin Yo terdengar mengerikan di telingaku dan bahkan lebih menakutkan dari yang ku bayangkan " Sayangnya satu jawabanku untukmu TIDAK" tukasku geram. Ia mendorongku lagi ke tempat tidur dan mulai melucuti bajunya sendiri dan kemudian itu terjadi lagi lebih menyakitkan " Sial...!!! setelah berkali kali aku menidurinya dia tetap seperti seorang perawan bahkan lebih dari seorang gadis aku... tidak bisa menahan diriku pada wanita ini. tapi aku kasihan padanya darah perawan yang terus keluar... dia pasti sangat kesakitan" gumam Lin Yo dalam hatinya namun ia tak bisa menghentikan dirinya. aku terus meronta memohon belas kasihnya agar ia menghentikan tindakannya tapi apa dayaku semua tenagaku telah habis dan akupun tak sadarkan lagi.
__ADS_1