
Kami akhirnya sampai di sebuah ruangan yang sangat besar dan penuh dengan peralatan canggih. UPO mungkin bukan tapi ruangan itu penuh dengan peralatan kimia ada tabung dan juga sebuah layar besar yang lengkap dengan tombol2. Lin Yu menceritakan makna keberadaan tempat itu dan alasan keberadaannya juga pentingnya tempat itu. Ternyata tempat itu adalah tempat yang bisa membantunya berkomunikasi dengan kerajaanya dan memantau perkembangan informasi di kerajaannya. Mataku menjelajah ke seluruh isi ruangan itu dan nampak di sebuah sudut ruangan ada sebuah patung yang terpasang gaun yang sangat indah dan elegan akupun mendekati tabung kaca itu. Tak henti hentinya aku mengagumi keindahan gaun itu.
__ADS_1
Lin mendekat ke arahku lalu menekan satu tombol kunci pintu tabung kaca itu. dan terbukalah pintu kaca tempat gaun itu tangan Lin menjulur mempersilahkanku untuk menyentuh gaun itu " apa aku boleh...?" Lin mengangguk senang. ia nampak tak berkeberatan jika aku menyentuh setiap lekuk gaun itu " Indah sekali" aku mendekat dan menikmati keindahan gaun itu. Lin hanya tersenyum melihatku sangat bersemangat seolah ingin memiliki gaun itu " Apa aku boleh tau ini gaun siapa?" " Salah seorang pengikut setia kerajaanku mendesain gaun itu. dengan penuh ketulusan ia membuat dan mempersembahkannya untuk kerajaan. Oleh ibuku ia ingin memberikannya pada calon istriku. jadi gaun itu hanya akan dipakai oleh calon isteri pangeran Bintang Galaksi" jelasnya " Kenapa tidak kau berikan pada Rea dulu" Lin tersenyum seraya mendekat ke arah gaun dan berdiri di sampingku " Gaun ini sangat istimewa. bahkan kalaupun kau mencarinya di toko seluruh dunia atau perancang hebatpun tidak akan bisa membuat yang seperti ini" sambungnya seraya membelai helai kain gaun tersebut.
__ADS_1
" Apa istimewanya?, menurutku terlihat biasa dan sama dengan gaun desainer lainnya" " Hm.. gaun ini bisa berubah" Aku mengernyit heran mendengar apa yang baru saja ia ucapkan " Oya?... masak sih? aku tidak percaya... mana ada gaun bisa berubah" Lin Yu mendekatiku lalu memegangi pundakku " kamu lupa ya?, gaun ini dibuat oleh orang yang tulus dengan penuh ketulusan yang hakiki. jadi dari gaun ini aku bisa tau seseorang itu tulus atau tidak kepadaku"
__ADS_1
Lin beranjak mengambil gaun lalu menyerahkannya kepadaku. Aku masih mematung dihadapan Lin dan itu membuat Lin bertanya-tanya " Hey.. kenapa kamu tidak memakainya?, pakailah" tunjuknya " Apa kau sudah gila?, masak iya aku harus telanjang bulat di depanmu. balik badan sana!," perintahku dan Lin mulai merespon dengan gaya berbeda "Apa maksudmu balik badan. aku sudah melihat semuanya bahkan menikmatinya berkali-kali apa yang harus kau malukan?" ucapnya " Bagaimanapun juga aku tetap merasa canggung. bisakah kau menurut kali ini Lin" selaku tersipu malu. Linpun menyetujui permintaanku " Baiklah....lima menit ya" selanya
__ADS_1
Aku segera mengganti pakaianku sementara Lin masih berbicara sendiri " Apa kau tau Rea pernah ingin mencobanya saat itu gaun ini tidak di sini tapi di kamarku Tapi yang terjadi malah Rea tak bisa bernapas merasa kesakitan, lalu aku membawanya kemari untuk mensterilkan kekuatannya" jelas Lin "oooh" jawabku singkat. Aku tiba-tiba merasa tidak enak badan,tubuhku serasa nyeri dan melemas seperti akan ada sesuatu yang muncul napasku sudah tak beraturan menahan sesak hingga aku sudah tak bisa mendengar suara Lin lagi. Lin masih mengomel sendiri tanpa tau apa yang sedang aku alami di belakangnya "Annora...apa kau sudah selesai?," merasakan hal aneh Lin segera berbalik dan terkejut melihatku terpuruk "Annora...!!" teriaknya ia mencoba mendekat namun tiba-tiba sebuah cahaya kuat dan terang muncul hingga mengangkat tubuhku melayang. Napasku semakin tak beraturan dan berat.
__ADS_1