
Satu persatu para staf mengemukakan pendapat mereka dan akhirnya sampai pada keputusan final. kakak menyeretku ke ruang kerjanya dan membicarakan mengenai biaya yang sangat besar bermiliyaran tapi aku tetap tenang dan kakak-kakak ku heran dengan sikap tenang ku " Kamu dapat darimana uang sebanyak 2 trilliun itu Annora?" akupun menjelaskan keadaan keuangan yayasan " Bukankah 9 kedutaan besar bersama kita bahkan menjadi 15 kedutaan sekarang. dan setiap bulan mereka tidak sedikit mendonasi ke yayasan kita jadi kenapa kita harus khawatir?"." Tapi jumlah biaya itu tidak sedikit. memang kita ingin membahagiakan semua orang termasuk orang tua kita tapi bagaimana kelanjutan nasip sekolah kita ini padahal sudah di atas kesuksesan" Jelas kak Ani dan kan Vera malah ikut-ikutan mendukung kak Ani. Kak Ali masih merenung memikirkan semua yang sudah disepakati
__ADS_1
Aku hanya duduk tenang dan tersenyum Andai kakak tau kalau jumlah uang yang yayasan ini miliki bahkan seratus turunan dari kalian uang itu tidak akan habis gumamku dalam hati toba ringtone hpku berbunyi sebuah pesan multimedia datang JIKA KAU TAK DATANG MENYELAMATKAN PANGERANMU JANGAN SALAHKAN AKU KALAU SEKEMBALIMU DIA TAK SEMPURNA LAGI BIDADARI EMAS. sebuah foto Lin Yo yang terkapar tak sadarkan diri. sekujur tubuhnya penuh dengan luka memar. Dia terbaring lemah di sebuah dipan kaca dalam ruangan kedap suara. tanpa mengucapkan sepatah katapun aku bergegas pergi dan meminta Mimi menemuiku dan juga Dilon.
__ADS_1
Aku dan Dilon pergi mengegas mobil sekencang mungkin. Dilon meminta pesawat pribadi pada paman Jian. tak lama beberapa jam kemudia pesawat jet pribadi itu muncul dan membawaku pergi. tetapi kak Ali dan yang lainnya masih kebingungan dengan rencana acara mereka " Baiklah kita batalkan saja acara " selanya dengan kesal " tidak... jangan... pak ketua" sela Mimi dari balik pintu. Ia baru saja masuk untuk menyampaikan pesanku " Nona sudah menyiapkan uangnya. lakukan saja persiapannya besok sekretaris Lisa akan membawakan uang 2 trilliun dulu tapi satu pesan nona jangan adakan dalam dekat ini setidaknya lakukan dalam 3 atau 4 bulan" jelas Mimi " Mana Annora?" tanya kak Vera yang berada di ruangan itu juga " Beliau ada urusan mendadak dan mungkin akan selesai agak lama. jadi beliau tidak akan kembali dalam waktu dekat. makanya dia berpesan seperti itu"
__ADS_1
Mimi dan kedua putraku hanya duduk berdiam diri di rumahku. Suasana menjadi hening. Mereka semua larut dalam pikiran dan dugaan masing-masing kecemasan menyelimuti segala perasaan mereka. Mimi sesekali melihat ponselnya mengira-ngira kalau aku mengirim chat tapi lagi-lagi ia kecewa " tante apa mama akan baik- baik saja" sela Han yu" Aku tidak bisa menunggu tidak jelas gini tante, aku harus mengetahui bagaimana keadaan mama di sana" sambung Han wa seraya beranjak ke ruang aksesnya " Han wa.. tunggu" Mimi berusaha mencegah langkah Han wa namun sia-sia. Ia sudah masuk ke dalam dan mengurung diri. Mimi kembali ke samping duduk Han yu dan keduanya saling melihat seolah tak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1