
Lin masih pingsan di tempat tidurnya. Dokter baru saja selesai memeriksanya lantas keluar meninggalkan aku dan Lin. Selang beberapa menit Paman Go dan Inara datang terengah-engah. Ada kecemasan si wajah mereka dan akupun berdiri dan memberi jalan pada Inara untuk melihat keadaan saudaranya itu " Lin... sadarlah.., bagimana ini bisa terjadi Ann?" Aku menjelaskan apa yang sudah terjadi antara kami. Inara dan paman Go saling berpandangan " Apa paman tau kemana Lin tadi malam?" tanya Inara menoleh ke arah Paman Go " Beliau mengurus Rea dan Hyde. Nampaknya ada masalah di anggota Dragon setelah itu...." " setelah itu dia ke rumahku mencariku dan bermalam di sana" sambungku mencoba menerka kejadiannya.
Inara memandang ke arahku " Apa kau sudah memberikan sayap emasmu kepada Lin?" tanya Inara mencoba mencari akar masalah " Sudah... dia sudah sembuh dan sudah menjadi manusia pada umumnya. dia bisa .mencintai siapa saja yang dia inginkan" jelasku namun tiba-tiba Inara menamparku dengan keras.
__ADS_1
semua melirik ke arahku termasuk asisten Jimm yang seketika masuk ketika mendengar tamparan keras dari Inara " Nona, anda..." sela paman Go mencoba menenangkan tuannya " Apa kau pikir perbuatanmu ini tidak berdampak buruk padanya?, apa kau pernah memikirkan perasaannya dan pendapatnya Annora?,"ujarnya memarahiku. aku masih memegangi pipiku yang sakit " Apa maksudmu Inara?" timpalku "setelah kau memberi ia sayap emas perasaannya akan sama dengan manusia normal. tapi membuatnya dalam pikiran yang kacau tidak jelas itu akan membuat ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Ya memang dia tidak akan berubah menjadi sosok yang mengerikan tapi ia akan terjebak dalam ketidak berdayaan yang dalam hingga titik ketidak mampuannya menjawab dirinya sendiri maka ia akan mati..apa kau tau betapa mengerikannya itu Annora?"
Mendengar penjelasan aku dan paman Go terkejut mengetahui kenyataan mengerikan bahkan lebih mengerikan daripada mengetahui kalau Lin akan berubah wujud. Suara Lin mengejutkan kami. hanyut dalam ketegangan membuat kami tak sadar kalau Lin sudah siuman dari pingsannya " Aku akan mati bagaimana Inara?,,, dan aku sembuh dari apa maksudmu?"Lin Yo mencoba bangun dari tempat tidurnya. Aku sontak membantu memapahnya untuk duduk di atas tempat tidurnya sedangkan paman Go segera memanggil dokter. Tapi Lin malah memaksa membuka selang impusnya " Inara apa yang kau sembunyikan ada apa denganku?"
__ADS_1
Paman Go mendekat dan menunduk hormat lantas menyampaikan berita penting kepada tuannya " Tuan muda, raja dan ratu menghubungi anda pagi ini bliau meminta anda untuk pulang" " Inara...bisa kalian pergi kecuali kau Annora" Lin tiba-tiba meminta semua keluar kecuali aku. Aku masih duduk di samping Lin dan menunduk Lin menatapku dengan fokus mencoba mencari masalah apa yang menguasai pikiran dan hati "Ann....Annora..Lihat aku..." pintanya dengan suara pelan namun aku masih tak menurutinya " Lihat aku Ann... Hey lihatlah aku" pintanya berkali-kali. Perlahan aku mengangkat wajahku dan melihat matanya yang indah " Ada apa?" selanya pelan " Lin, aku tidak bermaksud menyakitimu tapi kau sudah normal lagi sama seperti kebanyakan orang dan itu artinya baik aku adalah golden angle atau bukan tidak lagi berpengaruh bagimu.Jadi jika suatu saat hatimu telah berpaling dariku jauhi aku sejak dini agar aku tidak terlalu terluka nantinya" jelasku dan Lin hanya tersenyum mendengar ocehaanku " Jadi hal itu yang membuatmu takut?,makanya kau memutuskan untuk menjauh dariku hingga harus kembali ke negaramu?" " Mengenai kembali ke negaraku itu memang keinginanku ,aku rindu dengan keluargaku hanya itu tidak ada maksud lain" jelasku
Lin yo lantas menarik ku dan menciumku " Apa kau bisa percaya padaku?" bisiknya " Entahlah..."
__ADS_1