Kekasihku Dari Dunia Lain

Kekasihku Dari Dunia Lain
episode 55


__ADS_3

Aku dan Reno masih terlibat percakapan serius. Tak ku sangka Reno akan mengutarakan perasaannya segamblang itu. Hmm tak terasa sudah 20 tahun lebih lamanya kalimat yang ingin kudengar dulu sekarang baru terwujud. Sayangnya, terlambat. Aku harus menjaga hubunganku dengan seseorang, menjaga perasaan kedua anakku , menjaga kehormatan keluargaku di negara A. Bagaimanapun juga mereka sudah menjadi orang terpandang di negara ini " Reno terimakasih sudah menyukaikh.. Tapi.... hubungan itu bukan untuk kita. Maaf" selaku melangkah pergi " Ibu.. tunggu..!!..tunggu sebentar!!" suara Reno mengejarku. Ia pun meraih tanganku dan menggenggamnya erat " Sungguh... tolong ibu jangan menolakku. Aku sudah lama menyukaimu tolong... bagaimana ibu bisa membiarkanku tersiksa dengan perasaanku ini?" melasnya " Reno... jika kau yakin dengan penantianmu itu, kenapa lantas kau menikah dengan perempuan lain?, kau bahkan pergi manjauhiku dulu" " Aku... a..aku terpaksa agar orang tuaku tidak curiga akan perasaan pribadiku ini ke ibu" " Dan wanita itu???, mau kau apakan sekarang?, dia bahkan sudah memberimu dua orang anak yang sangat manis, kamu tidak ada alasan lain untuk meninggalkan dia sampai kapanpun" " Tapi bagaimana dengan perasaanku ini ibu" mendengar ucapan Reno aku tersenyum tipis " Kau bahkan memanggilku IBU dan sekarang kau mempertanyakan perasaanmu itu?!, Reno lepaskan tanganku..!" pintaku dengan suara pelan.

__ADS_1


Reno terdiam pandangannya hampa lepas tak berujung. Nampaknya ia menyadari satu hal dalam dirinya yang keliru " Bagiku kau seperti anakku sendiri, Reno. cukup hubungan itu yang ada di anta kita.Hm..?!, aku pergi dulu... jaga dirimu baik-baik" Reno melepaskan tanganku dan memandang diriku yang sudah menjauh darinya Iya kau memang benar Annora aku yang salah telah mengabaikanmu dulu demi harga diri aku tak berani meraihmu dalam pelukanku. dan sekarang aku hanya bisa menyimpanmu dalam sudut hatiku yang terdalam hingga sampai aku menutup mata nanti hanya kau yang aku cintai. gumam Rena menatap lirih kepergian Annora Maaf Reno, dulu aku memang menginginkanmu tapi sekarang hatiku terlalu kecil untuk menarikmu ke dalamnya karena sekarang hatiku itu sudah penuh dengan cinta seseorang yaitu Lin Yo. Si bening jernih tak bisa kuajak kompromi lagi setetes demi setetes mengalir di pipiku.

__ADS_1


Dalam remang-remang kamar Lin aku duduk dalam rangkulannya di sofa " Kenapa kau tak bertanya padaku kenapa aku menangis hari ini Lin" selaku pelan "Jika kau tidak keberatan untuk membaginya denganku maka aku tidak perlu menanyakannya" jawabnya singkat " Seseorang yang aku kasihi sudah mengutarakan perasaannya padaku malam ini" jelasku tanpa ragu ataupun takut lagi " Aku tau..." timpalnya lagi " Hmm,,? darimana kau tau?" tanyaku heran " Hhmmm... apa aku harus mengingatkanmu berkali-kali Ann....?, aku sudah memasang pelacak di salah satu tubuhmu" " Bisa tunjukkan padaku di bagian mana?" " Aku tanya, setiap kali kau berkelahi kau selalu kesakitan di bagian mana?" tanyanya lagi " Di lengan atas kiriku" jawabku" Aaa.. jadi kau... tapi kenapa aku tidak tau?, dan sejak kapan kau memasangnya?" lanjutku lagi. Lin tersenyum dan membelai rambutku " Sejak pertama kali kita bertemu di atas ranjang. Saat itu kau pingsan. Sama seperti kebanyakan para wanita yang menggunakan alat kontrasepsi seperti iti caraku memasangkannya tentunya oleh dokter pribadiku dan di bawah pengawasanku, Saat itu kami membiusmu makanya kau tak merasakan sakit sedikitpun" " Oo... kau jahat!!!" godaku mencubit hidung Lin " Tapi kau suka kaaannn???," balasnya sembari mempererat rangkulannya. AKU BAHAGIA ya setidaknya itulah perasaan alami yang kurasakan saat bersamanya. Semua kebohongan dan kejahilannya seperti bumbu manis dalam hubungan kami.

__ADS_1


__ADS_2