
Malam itu seusai makan malam kedua putraku bermanja di pangkuanku mereka sepertinya sangat merindukanku. Mereka merebahkan kepala mereka di pangkuanku dan kami pun berbagi cerita dan pikiran masing-masing malam itu sedangkan Mimi sedang sibuk menyiapkan agendaku besok. Aku sangat beruntung memiliki dua orang putera yang sangat baik dan menyayangiku. Bagaimana tidak setelah kematian ayah mereka hanya aku tempat mereka bertumpu dan membuang semua beban yang mengganjal pikiran dan hati mereka " Jadi mama sudah mantap dengan paman Lin?" sela Han Yu " Yaahhh... mungkin ini yang di sebut takdir anakku. meskipun mama sudah menikah dengan almarhum ayah kalian dan memiliki kalian namun nasip berkata lain. malah membawa mama ke pelukan laki-laki lain" jelasku seraya mengelus kepala kedua anakku " Asalkan mama bahagia kami tidak masalah" timpal Han wa.
Pagi ini aku menemui kakakku di kampus yayasannya ia tengah berada di ruanganya bersama dengan kakak-kakak yang lain " Apa kabar kakak ku semua??" sapaku dengan senyum bahagia. lantas Kak Ani berlari menghambur memelukku dan menitikkan air mata haru begitu juga kak Ali, Kak Dion dan kak Vera. Mereka membuatku lupa akan semua duka dan masalah di masa lalu yang membuat kami terpisah hingga sekarang. satu persatu aku menyapa mereka Han Yu dan Han Wa masih berdiri di belakangku mereka terharu melihat pertemuan kami "Kamu kemana saja Ann?" sela kak Ani " Ya kamu menghilang tanpa berita sampai sekarang tiba-tiba muncul " sambung kak Vera.
__ADS_1
kami akhirnya duduk di meja pertemuan yang ada di ruangan itu. kemudian kak Ali menjelaskan semuanya dan keterlibatan kedua anakku yang mereka anggap sebagai donatur yang sukarela membantu mereka " Kakak... ada satu hal yang ingin aku sampaikan dan sebelumnya aku minta maaf" ujarku menyela cerita kak Dion " Sebenarnya suamiku sudah meninggal... maaf aku tidak mengabari kalian karena aku punya alasan tersendiri" jelasku " dan aku pergi bukan berarti meninggalkan kalian dan yayasan untuk seterusnya" Aku menceritakan sebab keberadaan Han Yu dan Han Wa di antara mereka semua saudaraku tercengang mendengar kisah perjalananku hingga bisa membantu mereka dengan cara seperti ini " Han Yu adalah Haikal dan Han Wa adalah Fachri??" ujar kak Vera lantas mereka semua merangkul kedua lelaki gagah yang ada di sampingku rona bahagia terlihat di wajah mereka. Akhirnya semua kebenaran terungkap tak lama Mimi masuk dan memberitahuku kalau Dilon staf keamanan yang mencariku.
Akupun beranjak pamit meninggalkan kerluargaku yang melepas rindu pada kedua anakku dan keluar menemui Dilon. kamipun berjabat tangan sebagai salam kenal " Bawa aku ke ruang keamanan" perintahku dengan tegas. Dilonpun menunduk hormat seraya mempersilahkanku mengikutinya. Terasa oleh naluriku kalau kak Ali tengah memperhatikanku dengan seksama penuh rasa penasaran. Bagaimana tidak ia bertahun-tahun berkecimpung dengan para staf itu tapi hanya sebatas kerja. mereka tidak tau bagaimana sepak terjangku di dunia luar sana hingga kemunculanku dan hormatnya para staf dingin kepadaku membuat mereka sedikit merasa aneh.
__ADS_1
Atas perintahku mereka tak pernah mengijinkan semua staff di yayasan itu memasuki beberapa ruangan karena alasan pribadiku dan mereka menuruti perintahku itu meskipun aku tidak di tempat. Dilon memperlihatku ruangan khusus pemantau keamanan dimana semua data dan kejadian dari tahun ke tahun terkam di sana dan juga ruang penyimpanan keuangan yayasan yang aku kumpulkan dari para kedutaan dan pengusaha terkaya di dunia sisanya dari grup Shen dan perusahaan kedua anakku. hingga bisa dikatakan bahkan harga diri seseorang dapat kubeli dengan jumlah yang tak terhitung sekalipun " Kau tau Dilon mesti berbuat apa?" ujarku setelah melihat beberapa video rekaman " Baik Nona saya akan laksanakan. kode akses ruang brangkas sudah saya ganti dengan menggunakan retina anda" " bagus... baiklah kerjamu bagus Dilon, aku tinggal dulu"
Sudah satu bulan aku menghabiskan waktuku di negaraku. Bekerja membantu kakak memajukannya ya kami telah menjadi sekolah no 1 di kota A dan menjadi sekolah favorite no 2 di dunia. Kakak menjadi sangat optimis dan berbangga, kini staf pengajar dan perangkat yayasan tidak perlu bersusah hati untuk mencari pendukung dan peminat sekolah kami. Bahkan kini mereka kewalahan dalam menangani murid yang datang dari luar dan dalam negeri. Kakakku merasa sangat berbangga hati dan bersyukur. dengan dasar itulah ia ingin merayakan peringatan kematian ayah dan ibu kami iapun membuat acara besar- besaran.
__ADS_1
Aku dan Mimi tengah mendiskusikan beberapa hal tentang pekerjaanku dan tak lama kami mendengar pengumuman akan diadakannya rapat untum membicarakan persiapan acara perayaan. Ya aku memang dikenal dingin dan acuh begitu juga dengan kedua putraku. kami tidak begitu banyak berintraksi dengan para pendidik di sana karen aku sangat jarang berada di tempat. sesekali aku mengecek gudang brangkas yayasan. Sejak mendapat peringkat no 1 di negara A yayasan kami bertambah selangkah lebih maju ada pertukaran pendidik yang kami lakukan dengan beberapa negara dan setiap pendidik di bekali bloototh translate. sebuah penerjemah sehingga para pendidik tidak kesulitan berkominukasi dengan pendidik luar negeri yang dipekerjakan di yayasan itu.
Semua sudah berkumpul di aula yang sudah dilengkapi dengan peralatan canggih. Aku belum juga muncul tapi mereka sudah memulai rapatnya. Ya tingkat kedisiplinan yang di tanamkan sangat tinggi di sini karena memang itu yang utama dalam hal apapun
__ADS_1