
beberapa pengawalnya datang dan segera membawanya keluar dari gedung kantorku. hatiku berdebar kencang karena aku takut kalau aku telah membunuhnya. tak lama aku menelpon Han yu untuk menjemputku dan membawaku pulang ke apartemnku.lama aku duduk di balkon dengan secangkir kopi caramel di dekatku. pandanganku jauh menerawang ke keramaian pusat kota. pikiranku masih jauh menerawang ke kejadian siang tadi di kantorku "apa yang terjadi padanya?, apakah dia baik-baik saja" gumamku dalam hati "kenapa dia tiba-tiba menciumku lalu jatuh pingsan...? dia sebenarnya kenapa?.... ah kenapa aku terus kepikiran dia ya?, apa peduliku lagipula dia orang yang menjijikan di mata ku"
__ADS_1
tak lama jauh dari lamunanku terdengar suara langkah kaki Han wa datang menghampiriku "ooo kamu?" sapaku "mama masih memikirkan laki-laki itu?, jangan kawatir, dia baik-baik saja. malam ini aku melihat dia di bar dengan tuan Jin jea. nampaknya mereka sedang merayakan sesuatu" jelasnya sambil menuang kopi ke cangkirnya " begitukah....? tak kusangka. aku sampai tidak bisa bernapas memikirkan keadaanya dan ternyata...." "aakhhh aku terlalu berlebihan"
__ADS_1
"kau bilang mereka sedang merayakan sesuatu?" tanyaku lagi mengalihkan perhatian Han wa. ia malah menatapku misterius seolah ingin tau sesuatu. itulah gaya putra keduaku yang lembut pada orang yang ia kasihi sepertiku. memiliki jiwa herois sama seperti aku. kedua anakku meski mereka laki-laki namun 80%mereka mewarisi watakku mungkin karena selama ini mereka dalam asuhanku. menjadi orang tua tunggal bagi kedua anakku selama bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah. apalagi jauh dari keluarga. "ya proyek mereka akan segera di mulai semua dokumen perencanaan sudah di tanda tangani dan mama adalah ketua pelaksananya, apa kau percaya itu"
__ADS_1
beberapa saat kemudian Han Yu datang menghampiri kami "kalian nampaknya membicarakan hal yang serius?" "Mama aku pergi dulu" tiba-tiba Han wa pamit "hei.. ada apa dengan kalian?,sepertinya kalian ada masalah" ujarku " seseorang berusaha membocorkan rahasia perusahaanku demi seorang gadis jalang" jelas Han Yu sambil berdiri santai melepas pandangan ke luar dan aku kembali menatap Han wa . untuk pertama kalinya aku melihat kedua anakku bertengkar hanya demi seorang wanita. sungguh selama ini baik Han Yu dan Han wa tidak pernah membicarakan gadis mereka di hadapanku malah merek betsumpah tidaka akan menikah sampai aku ibu mereka sudah menjalani hidup yang bahagia.bahkan jika aku meminta mereka maka jelas jelas mereka akan menolak.
__ADS_1
"ini tidak seperti yang mama pikir"jelas Han wa gagap. "apa maksudmu salah paham" sela Han Yu "Han wa apa kau tau betapa bahayanya itu?,! jangan pernah mencampur adukan urusan cinta dengan perusahaan itu sangat berbahaya. kau bukan saja akan kehilangan keluargamu tapi juga sahabatmu dan juga rekan kerjamu" jelasku tajam " ini tidak seperti yang kalian pikirkan. aku dan wanita itu jelas- jelas tidak ada hubungan apa-apa" " terserah aku mau semua ini selesai malam ini"
__ADS_1