
Aku melangkah mendekati Lin. Dia nampak begitu tenang. Lama kami saling menatap dan tak lama aku meminta Mimi untuk meninggalkan kami berdua. seperti ada sesuatu yang hanya kami berdua yang mengetahui jalan keluarnya " Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi ?" ujarku. Tangan Lin membelai rambutku kemudian menyentuh pipi dan bibir mungilku. Entah mantra apa yang digunakan Lin aku sama sekali tak bergeming,diam mematung di hadapannya, sekilas ku lihat ia menelan ludahnya seolah mencoba memberitahu sesuatu yang berat kepadaku " Tuan Shin mengambil semua sahamnya dan mulai mempengaruhi para pemegang saham lainnya. dan juga beberapa barang yang kukirim di curi oleh anak buah geng Devil. aku rasa tuan Shin bekerjasama dengan mafia" hatiku berdebar kencang ada rasa takut, khawatir dan gelisah tak karuan menyelimuti pikiranku.
__ADS_1
aku tidak tau kalau akibat pembatalan pernikahan ini akan berpengaruh sampai titik tak terkendali " Lalu apa yang harus kita lakukan?" selaku " Menikah" jawabnya singkat. aku terkejut mendengar keinginan Lin. entah apakah keinginannya itu karena alasan semata atau karena cinta. Setelah semua yang kami lewati bersama aku rasa tidak mungkin dia tidak memiliki perasaan sedikitpun. Apalagi hubungan kami sudah seperti menemukan kekasih lama yang datang kembali. Kami tak lagi merasa asing satu sama lain.
__ADS_1
Lin Yo merangkulku lalu menatapku dalam aku memalingkan pandanganku ke arah lain agar pikiranku tak bisa dibaca olehnya. Ia dengan menatap mata satu sama lain kami bisa mendengar kata hati masing-masing " Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa melindungimu" " apa maksudmu melindungiku, bukankah yang ada kamu mengambil kesempatan" sekilas senyum lembut terlukis di wajah tampan Lin Yo " Dasar bodoh... kamu tidak sadar akan bahaya di sekitarmu ya?, agar kamu bisa tinggal disisiku aku harus menikahimu. setidaknya jika musuhku tau kau adalah wanitaku mereka tidak akan berani menyentuhmu juga Han Yu dan Han Wa"
__ADS_1
Ia terus menarikku kedalam pelukannya hingga napasku tak beraturan, ia mulai menjamah sejengkal demi sejengkal lekuk tubuhku hingga akhirnya kami tenggelam dalam gairah yang bergelora. Apakah Lin Yo begitu memikatku hingga aku tak bisa berlogika lagi begitu juga dengan dirinya yang menemukan gelora yang selama ini belum pernah ia luahkan pada wanita lain manapun.
__ADS_1
Sore itu untuk pertama kalinya aku membuka mata di tempat tidur dan menemukan ia masih terbaring di sampingku sejenak aku menikmati pemandangan indah itu. seperti pahatan lukisan indah dari mahakarya seniman ternama dunia. Wajahnya begitu tampan dan mempesona . Selang beberapa saat iapun terbangun dan kemudian melihat ke arahku " kau sudah bangun" selanya "Hmm..." jawbku lembut. Lantas tanganya kembali membelai pipiku lalu mengelus bibir mungilku seolah ia sangat menyukai dan menikmati kelenturannya " aku akan meminta Jimm mengurus semuanya kau tinggalah di sini, aku mungkin akan jarang di rumah. aku harus menyelesaikan masalah ini. supaya kau dan kedua anakmu kalian aman dan terlindungi" jelasnya " Berapa lama kau akan pergi?" tanyaku"mungkin sepekan, masalah yang ditinggalkan si tua bangka itu terlalu banyak jadi aku sedikit kewalahan" " Hmm.. baiklah aku akan di sini menunggumu menjadi gadis baik yang penurut"
__ADS_1