
semua mengangguk yakin akan rencanaku ke depan untuk Yayasan ini " Hanya saja satu permintaanku pada kalian" " Apa itu?" jelas kak Ani " Dengan pendapatan yang sudah ku tentukan untuk kalian aku rasa kalian sudah bisa hidup bermewah-mewah jangan meminta lebih lagi. setiap dana yang datang utamakan untuk kelangsungan yayasan ini selama seribu tahun lagi. dan mulai sekarang persiapkan generasi penerus untuk melanjutkan yayasan inj. dan berikan reward bagi setiap orang kepercayaan kita yang setia pada kita secara adil dan manusiawi, hanya itu" " Baiklah kami sepakat" jawab mereka serentak.
__ADS_1
Dan untuk pertama kali aku melihat kekompakan pada mereka " Dan satu lagi kalian akan bertemu seseorang di balik kejayaan yayasan ini. Dia adalah Donatur utama yayasan ini. bisa di bilang pengendali dari donatur yang lainnya.. duta besar 12 negara dan 10 pengusaha dunia tunduk pada orang ini.. kalian harus tau itu" seketika wajah tegang terpasang di raut mereka "A..aa..apa yang haru kami lakukan?" tanya kak Dion cemas " Tenang saja kalian tidak akan dipersulit... paling dia hanya ingin melihat hasil dari uangnya.. maka dari itu sistem yang aku tetapkan di rapat tadi itu harus kalian terapkan karena bagi seorang pengusaha sukses kesejahteraan karyawan adalah yang utama".
__ADS_1
Aku beranjak bangun dari dudukku dan pergi meraih pintu di sana ada Lisa yang sudah menungguku dengan setumpuk agenda yang harus ku lakukan. Kak Dion mengejarku dan menghampiriku " Annora kita bicara sebentar" pintanya " Lain kali kak, hari ini banyak agendaku semua pekerjaanku terbengkalai gara-gara kelakuan putraku" jelasku beranjak meninggalkan kak Dion. sambil menenteng Gadgetku aku berlari menuruni tangga dan mengejar waktu meetingku di tempat lain. Di tempat lain Mimi tengah sibuk mengajak Lin dan asistennya berkeliling negara A. Meskipun lama berkecimpung di dunia bisnis dan berpindah-pindah Lin memang tak pernah menyempatkan diri untuk menikmati isi dari negara-negara tersebut.
__ADS_1
Lin menyewa kamar di salah satu hotel milik temannya dan Mimi memberitahuku akan hal itu. Aku tak banyak berkomentar kali ini aku bingung apa yang direncanakan Lin dengan mendekati keluargaku dan bagaimana respon keluargaku jika mereka tau kalau Lin bukanlah sekeyakinan dengan kami itu akan menjadi suamiku nanti. Aku hanya duduk terdiam dalam lamunanku di ruang kantin. Hanya diam mematung dan pandanganku lepas entah kemana. Bahkan suara hiruk pikuk di sekelilingku tak terasa olehku hingga Han yu dan Han wa datang mengejutkanku "Mama...!!!" ucap mereka serentak. Mataku menemukan sosok yang sangat familiar dan aku bertemu lagi dengannya " Oumar?" sosok itu membungkuk membri hormat kepadaku. Ya Oumar sahabat Han yu dari timur tengah gagah, putih dan imut... kini lengkap tiga cowok ganteng yang bikin para ABG di yayasan kesem-sem. Hm... lucu dan menggelikan apalagi kalau Lin ikut gabung...oohh aku tidak bisa bayangkan bagaimana seisi sekolah yayasan ini gempar oleh cowok - cowok ganteng seperti mereka dan aku menjadi wanita paling beruntung dikeliling lelaki seperti mereka setidaknya itulah anggapan semua staf dan keluargaku tentang ku
__ADS_1