
Aku dan Lin berangkat dengan pesawat pribadi milik Lin yang dibawa oleh Jimm setelah Lin menghubunginya " Jimm kau terlihat senang. ada apa denganmu?" tanya Lin melihat ekspresi asistennya yang bahagia untuk pertama kalinya " Tentu saja tuan muda saya turut senang karena tuan muda sudah kembali seperti dulu lagi" jelasnya " Diam.. kendarai pesawatnya dengan benar atau kupotong gajimu setahun" Jimm langsung terdiam dan fokus pada pekerjaannya, aku menyungging senyum ke arah mereka yang masih sempat bercanda di atas pesawat.
Lin melihat ke arahku dengan wajah memelas " ada apa?" tanyaku " Aku lelah boleh aku rebahan di pangkuanmu?" pintanya dan akupin menepuk pahaku sebagai tanda mempersilahkan dia merebahkan kepalanya dan bersantai sejenak. Aku langsung membelai keningnya, memberikan pijatan lembut agar ia terlelap. Seketika ia tertidur pulas akupun tersenyum tenang melihat suasana perasaannya yang stabil dan bahagia Kau pasti kelelahan semalaman dasar Lin brengsek siapa suruh kau menindasku seperti itu. gumamku
__ADS_1
Aku terus membelainya dan sontak ia semakin menyelinap berbalik menghadapku.Kini ia bisa mencium perutku. nampaknya Lin sudah terlelap gerutuku " Jimm dimana Mulan?" tanyaku dengan suara pelan agar tidak membangunkan Lin " Di kediaman tuan muda nona" jawabnya singkat " Kalau begitu turunkan kami di Villa tuan muda saja. nanti dari sana aku akan pulang dulu" pintaku "Tapi nona.. bagaimana dengan tuan muda?, apa tidak sebaiknya tanya dia dulu?" Jimm berusaha mengingatkanku akan sifat Lin.
Dia benar mengetahui aku mengambil keputusan sepihak ia pastiakan marah besar. satu jam lamanya akhirnya pesawatpun mendarat aku mencoba membangunkan Lin yang sudah begitu lama tertidur pulas " Lin... bangunlah, kita sudah sampai" selaku dengab suara pelan. seketika Lin terjaga dan beranjak dari tidurnya. sesaat ia melihat ke sekitar " Kita sudah sampai di Villa tuan muda" lapor Jimm " kenapa kita ke sini?" tanyanya heran " Aku yang meminta Jimm. kau turunlah di sini aku akan pulang ke rumahku sebentar baru aku kembali ke negara A" jelasku Lin langsung lemas menunduk di pundakku " Jangan pulang dulu Ann... aku masih kangen sama kamu. Tak bisakah kau lebih lama denganku pleaseee... " pintanya " bagaimana dengan Mulan?"
__ADS_1
kamipun tidur beristirahat untuk waktu yang lama. Tanpa terasa waktu beranjak malam. Saat membuka mata aku sudah tidak menemukan tubuh Lin. Namun hidungku mencium aroma sedap yang menggugah selera makanku. "kkriiukkk" suara keroncongan si perutku. sejak semala aku tidak makan dan tenagaku habis melayani Lin. Tapi rasa kantukku menahanku untuk makan. dan sekarang akhirnya waktu itu tiba. Aku bergegas menuju dapur dan menemukan tubuh Lin yang sedang sibuk menyiapkan makan malam untukku " Kau sudah bangun?, mari sini kita makan aku sudah memasak untuk kamu" pintanya. Dan aku sangat bersemangat hingga lupa mengucapkan terimakasib padanya
kamipun menyantap makan malam sederhana itu dengan gembira. sesekali Lin menyuapiku sesekali akupun menyuapinya. kami menikmati keromantisan yang sempat terputus tiga tahun yang lalu
__ADS_1