
Aku meminta asisten Jimm mengantar Mimi pulang dan menyampaikan pesanku agar Mimi tidak menghawatirkanku. sementara aku meminta semua untuk meninggalkanku berdua dengan Lin. Lin Yo yang kini kuhadapi adalah iblis yang haus akan darah.melepas semua rantai yang membelenggunya aku langsung bersiaga untuk melawannya. aku berusaha melawan dan melindungi diriku dan mencoba menenangkannya " Lin ... aku mohon tenanglah.. ini aku Annora. aku akan mengobatimu kamu tenanglah..kendalikan dirimu. cobalah..! kamu pasti bisa. aku yakin" Lin yo mengamuk dan sempat mencakarku di pundak dadaku tapi aku tetap mencoba menenangkannya dan mengelus elus badannya hingga akhirnya ia tenang.
aku menarik nafas panjang dan mencoba fokus untuk mengeluarkan teratai keabadian. tak lama keluarlah cahaya putih dari mulutku lalu kuberikan kepada Lin Yo lewat ciuman.
__ADS_1
Untungnya Lin merespon dengan sangat baik akan tetapi malah naas bagi diriku seketika tubuhku lemah dan terasa sakit aku seperti sedang menderita . aku tau aku selalu mengalami ini ketika menggunakan teratai keabadian. tak lama aku tersungkur jatuh. dan beberapa saat kemudian terdengar panggilan dari dalam ruangan. suara Lin yang memanggil paman Go.
paman Go . Inara dan Jimm bergegas masuk dan membawa tubuh Lin yang lemah ke ranjanganya begitu juga dengan aku. kami di tidurkan di ranjang yang sama dan di selimuti.
__ADS_1
satu jam berlalu akupun tersadar dan melihat paman Go dan juga asisten Jimm menungguku dengan sabar dan tenang " Paman Go. asisten Jimm aku dimana?" " nona sudah sadar... nona sudah satu jam tertidur tidak sadarkan diri" aku duduk termangu mencoba mengingat apa yang sudah terjadi. dan ya semua peristiwa itu terlintas di bayanganku " Oya paman Go bagaimana keadaan tuan Lin.apa dia..." " dia baik-baik saja nona tidak perlu khawatir, tuan muda baru saja pergi ke luar negeri ada urusan mendesak" " jika nona baik- baik saja saya akan mengantar nona pulang" timpal asisten Jimm penuh hormat
malam itu aku memutuskan pulang meninggalkan rumah Lin. jauh dari sudut ruangn yang lain, diam- diam mengintaiku dari balik jendela kamarnya dan paman Go segera melaporkan diri kepada Lin yang sudah menunggunya. sedang di kamar itu Inara masih menemani Lin dia melarang Inara untuk pergi sebelum menjelaskan apa yang terjadi sampai- sampai aku bersedia membantunya " apa kamu yakin dengan yang kau lakukan ini Lin ?" sela Inara " menurutmu?," timpalnya " Tuan muda sebaiknya bersikap lembut kepada nona Annora bagaimanapun juga dia adalah kunci kehidupan tuan muda dan kerajaan" " paman Go kau seperti baru mengenalku saja. bagiku wanita itu sama saja. manusia itu tidak bisa dipercaya" jelasnya dingin " buktinya adalah Annora tadinya dia optimis bekerjasama dengan perusahaanku dalam perjalanan dia memutuskan kontrak sepihak bahkan sanggup membayar konfensasinya. apa nama jika bukan penghianat" jelas Lin dingin lagi " itu karena kau plin plan" tukas Inara " apa maksudmu aku plin plan..?" nampak wajah amarah terlukis di diri Lin " di satu sisi kau jalan dengan Rea, di sisi lain kau meniduri Annora menjebak dia dalam ketidak jelasan hubungan. disebut apa namanya kalau bukan plin plan" " Kau sama sekali tidak mengerti apa-apa Inara" sangkal Lin " Ok aku tidak mengerti tapi faktanya adalah untuk pertamakali sepanjang sejarah reinkarnasimu selama 500tahun, kau bercinta dengan seorang wanita dan wanita itu adalah Annora bahkan,..." " Cukup Inara, kau tidak usah jelaskan semua itu..aku...aku hanya belum yakin dengan hatiku, Ya hatiku berdebar ketika bersama Annora bahkan aku ingin dia di sisiku tanpa ada laki-laki lain..tapi aku belum siap" " Oke lah terserah kamu saja, tapi saranku... pilihanmu tepat ketika kau memilih dia. Coba bawalah dia ke ruang rahasiamu kau akan mendapat jawabannya"
__ADS_1