Kekasihku Dari Dunia Lain

Kekasihku Dari Dunia Lain
episode 32


__ADS_3

Lin Yo beranjak bangkit dari ranjangku dan segera menuju kamar mandi sementara aku memilih kamar mandi di kamar sebelah. Aku juga sudah tidak tahan dengan kotoran tubuhku yang terasa tidak nyaman dan lengket. Kami bersiap-siap bersama " Apa kamu mau sarapan denganku" tawar Lin " Mmm... sebentar , aku akan mengecek isi kulkas dapurku terlebih dahulu" selaku meninggalkan Lin sendiri di kamar yang sibuk memasang dasi dan jasnya.

__ADS_1


Tak lama aku kembali dan memberitahukan keadaan dapurku yang sudah tidak ada isi lagi. maklum sudah begitu lama aku meninggalkan istana kecilku dan Lin menarik tanganku untuk mengajakku sarapan di luar. Sudah pasti diduga dia akan membawaku ke restoran termahal dan termewah sejagat " dasar orang kaya, membelanjakan uang seperti membuang sampah sembarangan" gumamku.

__ADS_1


Para pelayan restoran itu menyambut kedatangan kami dengan penuh rasa hormat tapi disisi lain mereka tak henti-hentinya mengunjing ketampanan Lin " Sudahlah jangan bengong terus, mari kita sarapan setelah itu nanti aku bawa kamu membeli beberapa gaun, temani aku ke pertemuan klien" pintanya seraya menyantap sarapan dengan begitu tenangnya. Aku masih merasa gundah dan tidak merasa nyaman dengan pikiran ku hingga membuatku hanya menatap menu di piringku. Lin Yo menatapku heran dan mencoba membuyarkan lamunanku Apa yang dipikirkan wanita ini?, apa dia sedang memikirkan laki-laki lain. Coba saja aku akan lebih keras menghukumnya. Gumam Lin sambil menyantap makanannya " Apa yang kau pikirkan?, apa makanan itu begitu mempesona sampai- sampai kau tidak tega memakannya" tukasnya menyadarkanku.

__ADS_1


Tentu saja menejér itu memberikan satu ruangan yang sangat privat tanpa boleh di pesan oleh orang sembarangan. Lin membantingku ke atas sofa kulit yang sangat empuk dan supernyaman itu. Iapun hendak melakukan kekasaran padaku namun aku dengan cepat mendorongnya menjauh " Hentikan Lin..!, apa hanya ini yang bisa kau lakukan padaku?, dasar mesum. hanya itu yang ada di otakmu yang kotor itu" ujarku menatapnya dengan penuh emosi "Ya memang aku ingin..karena kau tidak tau bagaimana menghargai perasaanku" hentaknya dengan kasar. Ia berusaha meraihku dengan kasar tapi aku berhasil menghindarinya. Akupun menjauh dan terus menghindarinya dan iapun terus mengejarku hingga ia berhasil menarikku dan berbuat kasar kepadaku. Genggamannya yang kuat bahkan menyakitiku meyakinkanku akan satu hal bahwa ia sangat tidak ingin kehilanganku " Kau tau betul bahwa kau adalah wanitaku dan aku tidak perlu mengulangi penyataanku bahwa aku sangat... sangat..mencintaimu bahkan jika kau bukanlah golden angle, aku... aku..." Lin tiba-tiba melemas dan jatuh terkulai ke lantai. sontak aku berteriak minta bantuan. Tak lama beberapa pelayan laki-laki dan memapah tubuh Lin ke atas sòfa , aku tak henti-hentinya membangunkan Lin Yo tapi yang ada hanya suara nafasnya yang lemah dan keringat dinginnya.

__ADS_1


__ADS_2