Kelopak Cinta Di Ujung Senja

Kelopak Cinta Di Ujung Senja
Taaruf? Khitbah? Nikah?


__ADS_3

"Assalamualaikum" Ni'mah memasuki ruang tamu diikuti Fani dibelakangnya. Ia menunduk menggenggam erat tangan Ni'mah. Rasa malu benar benar menyelimutinya.


"Yang mana pak anaknya?" Kata seseorang yang Fani tidak tahu siapa, mungkin itu Om Suryo karena wajahnya lumayan familiar.


"itu yang jilbab marun pak" jawab abi fani.


Fani mengedarkan sebentar pandangannya. tampak Taufan juga menunduk dengan senyum di wajahnya. Ia diapit 2 orang tua yang satu Om Suryo, yang satu lagi mungkin ayahnya karena wajah mereka begitu mirip. Sedangkan Abi tampak duduk di samping Om Suryo. Ibu Taufan berada di barisan wanita bersama Fani. Tersenyum ke arah fani dan memberi isyarat untuk memeluk. Fani pun mendekati Ibu Taufan, menyalami, mengecup punggung tangan dan memeluknya sambil cipika cipiki. tak luput senyum menghiasi wajah keduanya.


Fani kembali ke posisinya di samping Ni'mah dan Mak e. Acara pun di mulai. setelah sambutan dari Om Suryo dan Abi, Taufan dan Fani diberi kesempatan untuk saling bertanya untuk mengenal lebih dekat


"ayo siapa dulu yang mau tanya?" abi fani memecah keheningan karena fani dan taufan sama sama menunduk diam "nggak usah malu malu lho, santai aja" pernyataan abi fani diikuti tertawa orang orang yang berada di situ

__ADS_1


"nggak bi, Insya Allah fani ngga ada pertanyaan" jawab Fani malu.


"Nak Taufan bagaimana?" tanya abi fani


"Insya Allah saya juga ngga ada pertanyaan pak, kemaren sudah bertemu fani dan saya sudah cukup tau kepribadiannya" jawab taufan tegas tanpa malu menatap Fani. "Sebenarnya saya kesini nggak cuma mau ta'aruf pak" lanjut taufan yang sekarang berbicara menatap abi fani. Orang orang di sekeliling taufan pun menatap bingung


"Maksudnya gimana nak?" Tanya abi fani


"Kalau diperkenankan saya mau sekalian mengkhitbah dek Fani" Ucap Taufan yakin disertai senyumnya.


"Loh, ya Alhamdulillah, niat baik memang sebaiknya tidak ditunda tunda" Jawab Abi fani sambil tersenyum bangga "Jangankan Khitbah, mau Akad sekarang aja juga bisa kok"

__ADS_1


"Emang bisa bi akad sekarang?" Fani yang heran bertanya ke abi fani


"Lho, tu Fani kayaknya mau kalau ijab sekarang. Ya bisa dong, Abi tinggal manggil pakdhe Shodiq kesini" jawab Abi Fani yakin. Pakde Shodiq adalah suami Budhe sri, Kakak Abi fani yang bekerja sebagai penghulu di kelurahannya.


Fani yang sadar dengan ucapannya langsung merutuki dirinya sendiri. bodoh kamu fan. ngapain juga nyeplos kayak gitu. malu sendiri kan loe fan. Fani menunduk semakin dalam sambil menoyor noyor dirinya sendiri. Sedangkan Ni'mah menahan ketawa sambil membisiki Fani "****** loe raf, mau dikawinin sekarang loe sama bokap loe". Fani melirik tajam ke arah Ni'mah.


"Gimana nak Taufan, Fani? Ijab sekarang ya?" Tawar Abi fani.


"Saya insya allah siap siap aja pak, ini saya sebenarnya bawa cincin buat mengkhitbah dek Fani. tapi kalau mau diijabkan sekarang bisa nggak kalau ini dijadikan mahar?" Kata Taufan


"Alhamdulillah, tinggal Fani ini gimana fan? Mahar cincin mau?"

__ADS_1


"manut aja bi, asal tidak memberatkan. mau diijabkan sekarang atau kapan fani juga manut abi aja. insya allah abi lebih tau mana yang terbaik buat Fani" kata fani sambil menunduk. tangannya memegang erat tangan Mak e dan tangan Ni'mah


"Alhamdulillah. Abi kalau gitu telepon Pakde Shodiq dulu" Abi pamit masuk ke dalam untuk menelpon pakdhe Shodiq. sedangkan di ruang tamu suasana menjadi ricuh merecoki Fani fan Taufan yang mendadak akan diijabkan. Fani hanya bisa menatap Ni'mah sambil ngobrol sesekali dia curi pandang ke arah Taufan tapi segera menunduk malu ketika tatapan mereka bertemu.


__ADS_2