
Taufan setia menemani istrinya seperti sekarang, antrian pengambilan toga mengular sehingga pihak penyelenggara harus mengakali dengan menumpuk kartu mahasiswa baru kemudian di panggil menggunakan toa.
Fani dan Taufan sudah satu jam lebih menunggu di lorong depan kantor jurusan. menggelosor di lantai karena kursi kursi panjang yang di sediakan di depan kantor sudah penuh
"woi penganten. so sweet banget sekarang kemana mana di temenin. ih, udah ilang sok tangguh nya" Ni'mah menepuk pundak Fani.
"apasih mah, dateng tu salam kek, apa kek. malah nonjok nonjok gini ih, ferdy loe kok mau sih sama cewek bar bar macam dia" kata fani sambil mengelus elus pundaknya. Ni'mah memang di temani ferdy untuk mengambil toga. ferdy hanya tersenyum ia duduk di samping taufan kemudian menyalami nya. ferdy sudah mendengar dari pacarnya kalau fani sudah menikah dengan pria di sampingnya ini
"perasaan baru kemaren ya ada yang bilang kalau bangga jadi singelillah, eh sekarang ngeduluin kita buat halal ya yank" kata ferdy
"Allah itu maha oke gaes, pas ada sesuatu yang bikin goyah iman, e dateng yang siap diajak berpahala bareng" kata fani.
"ehm ehm... assalamualaikum" seorang lelaki menghampiri mereka
"lah, ini nih yang katanya menggoyahkan iman" ni'mah nyeletuk
"ni'mah ..." fani mengingatkan sambil merapatkan giginya tangannya sudah siap siap mencubit ni'mah yang berada di samping ferdy tapi kemudian di genggam suaminya.
"udaah..." taufan menenangkan
"wa'alaikumussalam damar, loe mau ngambil toga juga?" kata ni'mah berbasa basi "duduk sini mar" ni'mah melonggarkan space kosong di sampingnya
"iya, ni baru aja dapet. gue langsung aja. nggak enak jomblo sendiri disini" damar berlalu sambil melambaikan tangannya.
suasana mendadak hening setelah kepergian damar.
"ih, kenapa jadi ngrusak mood ya" kata ni'mah lagi.
"loe tu yang bikin rusak mood" fani menyela. kakinya berusaha menjejak ke arah ni'mah karena tangannya masih di genggaman taufan. sedangkan ferdy hanya terkikik.
"pan, maap yak, mereka kalo bercanda emang gini" kata ferdy kepada taufan
"iya santai aja, di yasos juga fani kayak gini kok, jadi aku nggak kaget"
"topan bilang santai santai tapi aslinya malu tuh raf" ni'mah mengejek.
"loe kira ferdy ga malu punya cewek bar bar kayak loe" fani nggak mau kalah
"sudah sudah, kalian semua malu maluin tapi kita nggak malu kok" taufan menengahi.
__ADS_1
setelah satu setengah jam menunggu akhirnya fani di panggil lima menit kemudian ni'mah dan ferdy di panggil.
"uuuu akhirnya kita pegang toga" kata ni'mah memeluk toga nya.
"Alhamdulillah... eh, gue duluan yaa...seminggu kedepan jangan kangen sama gue" fani pamit menyalami ni'mah.
"mau kemana loe raf?" tanya ni'mqh
"gue mau baksos ke polan acara yasos"
"ooh.." ni'mah hanya ber oh ria. dia sudah nggak kaget karena fani sudah terbiasa baksos. "tapi sekarang baksosnya ada yang nemenin, ih sosweet"
"soswat soswit, loe juga kemana mana ada yang nemenin sekarang. awas tu fer, aslinya si ni'mah engga cari cowok, dia cuman cari supir" kata fani mengejek.
"enak aja. enggak ya yank" ni'mah langsung menggandeng manja tangan pacarnya
"udah yuk dek, keburu sore nanti, katanya masih mau ke rumah abi" kata Taufan
"dah ya maah. bye assalamualaikum.. jangan berduaan ketiganya syaithan"
"heh loe juga berduaan" ni'mah ngga mau kalah
"ehm" taufan mengingatkan istrinya, entah kenapa pipinya terasa panas mendengar candaan istrinya barusan. Fani yang tersadar pun ikut ikut merah pipinya.
"hahahaha, kalian kenapa malu sendiri" ni'mah tertawa "udah sono sono buruan pulang silakan berduaan jangan lupa bikinin gur keponakan yang banyak" Ni'mah mendorong fani ke arah parkiran. sedangkan taufan dan fani hanya diam dengan pikiran mereka masing masing
***
"dek, emang kamu dah siap berduaan sama aku?"
"apaan sih mas, tadi aku cuma godain ni'mah sama ferdy aja" fani menepuk punggung suaminya karena sekarang dia ada di boncengan motor. mereka sedang perjalanan menuju rumah pak muhajir. abinya fani.
"hahaha, kalo beneran mau juga ngga papa lho dek, mas siap lillahi ta'ala" Taufan masih gencar menggoda fani di belakangnya.
"iih mas... jangan bikin aku degdegan gini dong" sekarang fani mencubit perut suaminya itu.
"lah, kamu degdegan? sama dong, aku juga degdegan kalo deket deket kamu"
"maaas.. mas belajar gombal dimana sih, perasaan tadi sebelum berangkat masih kalem kalem aja. setannya ni'mah nih pasti nyangkut di mas... iya kan?" fani terus mencubit perut taufan
__ADS_1
"au au au, mas lagi nyetir nih.. ntar kita jatuh lho" kata taufan di lanjutkan kekehannya yang tiada henti.
mereka berdua sudah sampai di rumah pak muhajir. memarkirkan motornya berjajar dengan motor motor customer yang sedang makan di warung pak muhajir.
"assalamualaikum" sapa fani
"waalaikumussalam, eh nduk, sama siapa kamu" kata mak e yang sedang membawa sebaskom lauk yang mau di tata di etalase.
fani mendekati emaknya kemudian menyalimi dan cipika cipiki.
"sama mas topan mak, baru markirin motor tadi"
"assalamualaikum" taufan menyusul salam
"waalaikumussalam, kalian istirahat di dalem sana, udah makan belum, fan, suamimu di ladenin, ambilin makan minumnya" emak fani melanjutkan menata lauk.
"iya mak" fani kemudian menggandeng suaminya masuk.
"mas mau makan apa? aku siapin"
"terserah kamu aja, yang kamu siapin nanti aku makan"
"oke"
fani kembali keluar untuk menyiapkan makan siang suaminya setelah menyilakan suaminya duduk di ruang tengah.
"mas, kita brangkatnya agak nanti ya. aku mau bantuin emak dulu. abi baru keluar soalnya"
taufan hanya mengangguk, karena ia sedang mengunyah makanan.
"mas kalo mau istirahat dulu langsung ke kamar ya. aku ke depan dulu bantu emak ya"
Taufan kembali mengangguk sedangkan istrinya langsung kembali menuju warung makan.
sampai menjelang maghrib ia bergantian dengan emaknya menjaga serta menyiapkan keperluan warung. karena jam jam itu adalah jam jam pulang kampus, jadi warung makan pak muhajir ramai di serbu mahasiswa.
Selepas membantu emaknya, Fani langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. kemudian mencari suaminya yang sedang istirahat di dalam kamar.
Masya Allah Alhamdulillah terima kasih ya Allah sudah kamu hadirkan untukku suami yang benar benar menerimaku, tidak malu dengan penampilanku, mau mendengarkan kecerewetanku, bertanggung jawab, pekerja keras, serta taat pada diin-Mu.
__ADS_1
Fani bersyukur di dalam hatinya