
"maah ..." Fani memanggil ni'mah ragu. kakinya mengayun ngayun karena bangku semen yang didudukinya cukup tinggi. mereka berdua masi menunggu dosen pembimbing masing masing
"hmm .." Ni'mah merespon tanpa menengok, matanya masih fokus di layar hp dengan permainan candy crushnya
"maah ... damar nembak gue" Fani berkata pelan
"apa loe bilang Raf?" Ni'mah langsung menoleh
"damar nembak gue Mah, gue nggatau harus jawab apa"
"bukannya loe sama dia selama ini uda pacaran, kok baru nembak sekarang?" Ni'mah heran, karena yang dia tahu dalam 2 tahun terakhir ini Fani dan Damar terlihat dekat seperti orang pacaran. Pergi makan berdua, ngerjain tugas berdua, main berdua, ya walaupun kadang Ni'mah diajak. bahkan skripsi Damar sebagian Ni'mah yang ngerjain.
"mana ada pacaran, loe mau gue digorok abi sama mak gue"
"lhaaaah, hts an dong kalian, ga nyangka gue. kapan sih dia nembaknya? kok gue ga tau. perasaan kemaren loe pagi sampe sore sama gue terus. lha trus loe pengennya gimanain Damar?" Ni'mah sedikit menahan tawanya karena menurutnya ini sebuah keadaan yang lucu. bukan, bukan lucu, ini keadaan yang cukup konyol.
"nggatau mah, ini gue mau minta pendapat loe" Fani menatap harap ke Ni'mah
__ADS_1
"apa sih loe Raf, kan loe yang mau jalanin hubungan. emang loe ga cinta apa sama dia? trus selama ini loe sama dia kok bisa deket. ih ga nyangka loe bisa php in orang" Ni'mah memicingkan matanya tapi masi tetap menahan tawa
"au ah mah, nyesel cerita ma loe ga ada solusinya, tau gue lagi galau malah ngompor gitu" Fani mendenguskan nafasnya kasar. Dia masih bingung. bukannya dia tidak suka dengan damar, tapi Abi sudah melarang anak anaknya buat pacaran, ditambah lagi sebentar lagi uda pada lulus pasti intens ketemu juga susah karena rumah mereka tidak 1 kabupaten. rasa rasanya Fani belum siap ketemu Damar nanti.
"mbak Rafani" Suara wanita separuh baya yang Fani tunggu tunggu memanggil namanya. Fani pun menoleh ke sumber suara sambil tersenyum
"iya buuu, boleh bimbingan hari ini bu?" Fani beranjak berdiri sambil menyalami dosen pembimbingnya. tak lupa ia kecup punggung tangan dosbingnya penuh hormat.
"oo mba Rafani nunggu saya to, yauda ayo masuk" Bu hajah menyilahkan sambil berlalu masuk ke kantor. Fani pun mengikuti langkah dosen pembimbingnya
"duluan ya mah" Fani pamit ke Ni'mah
"duduk mbak" bu hajah menawarkan tempat duduk di depan mejanya
"ya bu" Fani menarik kursi kemudian mendudukinya. Ia mengeluarkan sebendel hasil print revisian dan menyerahkannya kepada bu hajah
"yang buat ujian kemaren dibawa ngga mbak"
__ADS_1
"di bawa bu"
"sini biar saya cek"
Fani pun mengeluarkan sebendel lagi dari dalam tas nya. hasil print penuh lipatan buat penanda revisi.
"wah banyak ya mbak ternyata revisiannya, semalem nglembur pasti" bu hajah tersenyum ke arah Fani karena baru kemarin Fani selesai sidang dan hari ini revisian sudah selesai diserahkan. Fani pun hanya membalas dengan senyum.
Sudah 10 menit Bu hajah mulai membolak balik revisian Fani. menyocokan dengan skripsi fani yang dipakai ujian kemarin. Fani menatap harap. sejauh ini belum ada lipatan revisi dari bu hajah. semoga hari ini langsung acc. Fani benar benar mengejar waktu karena pendaftaran wisuda tinggal 2 minggu lagi di tutup.
"oke mbak, acc ya. siap jilid ya mbak skripsinya." Bu hajah menandatangani lembar pengesahan skripsi Fani
"Alhamdulillah, Alhamdulillah. makasi banyak buu" Fani tak kuasa menyunjingkan senyumnya. Bu hajah pun ikut tersenyum menatap binar kelegaan di mata mahasiswi yang setahun belakangan mondar mandir ke mejanya, bahkan kadang datang ke rumahnya yang tidak jauh dari kampus
"selamat ya mbak Rafani, semoga gelarnya bermanfaat, ilmunya barokah bisa jadi amal jariyah" Bu hajah menyambut tangan fani yang mengajak berjabat tangan. Fani mengecup punggung tangan dosen pembimbingnya itu dengan penuh hormat.
"sekali lagi makasih banyak ya bu, maaf sudah merepotkan setahun ini" Fani pun mohon ijin untuk pulang dan Bu hajah mengiyakan dengan senyuman
__ADS_1
Fani berjalan keluar ruangan sambil memeluk berkas berkas skripsinya. bibirnya tidak berhenti menyunjingkan senyum.