Kelopak Cinta Di Ujung Senja

Kelopak Cinta Di Ujung Senja
Sebuah Jawaban


__ADS_3

"raf ..." damar memanggil Fani yang baru aja keluar dari ruang dosen. dia sudah duduk bersama Ni'mah di tempat Fani duduk tadi.


"hoy..." Fani mendekat.


"gimana revisinya"


"acc dooong, alhamdulillah"


"nanti jadi kan?" tanya damar


"boleh ngajak Ni'mah ngga? gue mau skalian pergi sama ni'mah" Fani minta pendapat. Ni'mah juga menengok ke arah Damar menunggu jawaban.


"iya boleh" jawab damar


"gue ngga ganggu kan mar?" Ni'mah memastikan


"engga laah ... kayak sama siapa aja si loe" jawab damar tersenyum "mau kemana ntar?"


"tempat biasanya aja" jawab Fani "tapi gue sama Ni'mah pulang kos dulu ya ganti baju" karena memang saat ini mereka sedang memakai baju batik dengan rok wolfis dan jilbab segiempat yang terlalu formal buat pergi main.


"iyaa .. gue duluan yaa .. ntar gue pesenin sekalian biar pas kalian sampe tinggal makan" Damar pamit. Ni'mah dan Fani pun mengangguk "kalian mau dipesenin apa?"


"terserah loe aja si" jawab Fani dan Ni'mah hampir kompak.


setelah Damar berlalu, Fani beranjak duduk ke bangku di depannya.


"kok loe malah duduk si Raf?"


"lah, kan nungguin loe. mang loe ngga bimbingan?"


"ngga jadi, dosbing gue tukang php emang"

__ADS_1


Fani pun tertawa terpingkal melihat sahabatnya di php dosen "yauda yuk cuss ke kos biar damar ngga nungguin lama"


****


"loe nanti mau ngajakin gue kemana Mah habis ketemu damar?" tanya Fani di tengah perjalanan menuju warung sambal tempat janjiannya dengan damar.


"liat aja nanti"


"huuu ngga asik loe Mah, ogah gue boncengin loe"


"yauda si gue cari yang mau boncengin gue dengan ikhlas tulus dan penuh cinta yang ga suka ngeluh kayak loe"


Fani pun tertawa dengan jawaban Ni'mah. Ni'mah memang tidak bisa naik motor. dulu pernah Fani mengajari tapi selalu gagal karena Ni'mah terlalu takut buat ngegas.


Setelah 10 menit perjalanan mereka sampai di warung sambal. setelah memarkirkan motor mereka berdua berjalan masuk.


"mah, gue nanti bilang apa ya ke damar?" Fani melangkah ragu


setelah melihat Damar yang duduk lesehan di ujung mereka berjalan mendekati tempat damar.


"Hay Raf, hay Mah..." sapa damar


"gaje loe mar, grogi ya loe" ledek ni'mah.


"nih punya loe raf" damar menyilakan beberapa lepek berisi telur gobal gabul, sambal bajak, perkedel dan ca kangkung. "dan ini punya loe mah" dia menyilakan lele bakar, sambel bawang, lalapan lengkap


"tau aja si loe mar kesukaan kita, makasi yak" kata Ni'mah.


"makasi mar" kata Fani. sebenarnya dia sedang tidak nafsu makan mengingat dia harus menyiapkan jawaban untuk damar.


di tengah makan

__ADS_1


"Raf, jadi gimana jawaban loe" tanya damar menatap lekat Fani. Fani pun menghentikan kunyahannya dan menelan paksa dengan menenggak beberapa teguk es teh di depannya.


"Mar ..."


"ya?" damar masi menatap Fani lekat


"mar, dengerin baik baik yaa" Fani menarik nafas dalam "sebenernya gue dah anggep loe sama seperti ni'mah mar, kalian sahabat deket gue yang gue punya. gue nggatau kalo loe punya perasaan sama gue. tapi setelah gue berpikir sehari semalem ini, perasaan sayang gue ke loe itu sama kayak sayangnya gue ke ni'mah karena loe sahabat gue mar"


Fani membalas tatapan damar sedangkan ni'mah sibuk dengan hp nya tanpa menghiraukan mereka berdua


"loe ngga papa kan mar? gue harap kita masih bisa bersahabat kayak sebelum sebelumnya"


damar tersenyum kecut "iyaa Raf nggapapa gue juga nggabisa maksain perasaan gue kan ke loe, dan gue terima semua keputusan loe" jawab damar


"sebenernya gue mau kasi loe kesempatan Mar, kalo loe beneran suka sama gue loe bisa kok nemuin abi gue ke rumah, tapi itu kalo loe mau, karena walau bagaimanapun gue tetep minta persetujuan orang tua gue kalo mau berhubungan dengan orang"


"tapi gue bungsu Raf, loe kan tau sendiri kakak kakak gue 2 orang belum pada nikah semua, masak gue ngeduluin"


"ya itu kembali ke loe sih mar" Fani mencuci tangannya di mangkuk kobokan yang tersedia. "habis ini kita pamit ya mar, keburu sore, Ni'mah masi mau ngajakin gue jalan soalnya"


"iya kalian duluan aja biar gue yang traktir ini" kata damar


"ngga mar, kita bayar sendiri aja nggausa repot repot" Fani menolak karena tidak enak hati


"katanya kita masi sahabatan Raf? kok loe nolak biasanya juga kita saling traktir kan. jangan nolak ya"


"yauda deh, kita pamit ya mar" Fani menepuk pundak damar


"baik baik loe ngga usa galau ya mar. cewek masi banyak" Ni'mah juga menepuk pundak damar.


mereka berdua pamit meninggalkan warung sambal. perasaan lega melingkupi hati Fani.

__ADS_1


__ADS_2