Kelopak Cinta Di Ujung Senja

Kelopak Cinta Di Ujung Senja
CV (bagian 1)


__ADS_3

"mah, brati ntar loe pulang ma fredi kan? gue duluan yaa, takut ganggu" Fani membereskan barang barangnya.


"eh, helm gue gimana?"


"loe ambil lah ke rumah gue ntar"


"mending kita ikut keluar skarang aja yank, cari udara seger di luar" fredi memberi solusi. ni'mah pun mengangguk tanda setuju.


mereka bertiga beranjak dari foodcourt. sesampai di parkiran, ni'mah mengambil helmnya ke motor fani kemudian berpamitan dan berlari menghampiri fredi.


"gue duluan ya gaess" fani mengklakson sekali motornya sambil melewati ni'mah dan fredi yang sedang bersiap.


Fani langsung pulang ke rumah karena hari sudah beranjak petang. ba'da magrib fani harus gantian menjaga warung makan milik abinya.


***


"assalamualaikum" fani sampai di rumah dan menuntun motornya masuk.


"wa'alaikumussalam" sahut emak fani dari dalam. emak sedang meracik bumbu di ruang tengah sambil menonton infotaimen favoritnya. fani menyalami dan mengecup punggung tangan emak. Fani memang memanggil ayahnya dengan sebutan abi, dan Emak adalah ibu tirinya. ummi kandung Fani sudah menghadap ke rahmatullah sejak Fani duduk di bangku kelas 5 SD. dan Fani tidak bisa memanggil ibu tirinya dengan sebutan ummi karena tidak ada yang menggantikan ummi di hatinya. tapi walaupun begitu, emak tetap telaten merawat dan membesarkan fani dan kedua adiknya.


"gimana bimbingan skripsinya? lancar?" tanya emak sambil mengulek bawang. fani duduk selonjor di lantai dekat dengan emak.


"alhamdulillah lancar mak, ini tinggal jilid, minta pengesahan ke kajur sama dekan, terus ditumpuk"


"habis itu kurang apalagi?"


"ya ndaftar wisuda dong mak" Fani tersenyum mringiss. membayangkan wisuda di depan mata dia begitu bahagia. sebentar lagi tidak perlu capek capek pergi ke kampus lagi. bisa goler goler sepuasnya di rumah. tanpa terasa ia terkikik kecil


"kok ketawa ketawa sendiri tho nduk, ada yang bikin bahagia?" emak heran dengan sikap fani. tangannya masi sibuk mengulek bawang sambil menambahkan sedikit garam agar bawangnya cepat halus.


"nggak papa mak, fani seneng aja bentar lagi fani lulus, jadi bisa dirumah terus nemenin emak nonton tv"


"emang kamu ngga ada rencana mau ngapain sehabis lulus?" wajah emak mulai serius


"belum tahu sih mak, paling juga jualan di bazar ma cfd kayak biasanya sama ngerjain pesenan sepatu lukis, oh ya paling ntar fani ikutan ngajar bimbel mak. yayasan sosial yang fani ikutin mau ngadain bimbel buat anak anak tidak mampu. sejauh ini belum ada rencana lain lagi sih mak. emang gimana mak?" Fani menjelaskan rencananya panjang lebar.


"ya ngga gimana gimana sih, padahal skripsi dah selesai tapi jadwalmu masih padat aja to nduk? emang sempet nemenin emak dirumah?"


"ya di sempet sempetin dong mak. sini fani gantiin yang ngulek" fani memperbaiki duduknya. bawang yang belum diulek masih sekitar 1 an lagi.


"yauda mak e ke depan dulu ya nggantiin abimu"


"ya mak" fani melepas jilbab dan dobelan kemeja nya kemudian fokus dengan ulekan bawang.


setelah selesai dengan pekerjaannya fani membereskan tempat dilanjutkan dengan bersih bersih badan. sebentar lagi maghrib fani pun mempersiapkan diri untuk menunaikan sholat.

__ADS_1


Ba'da magrib fani ke warung yang berada di depan rumah.


"sini mak, fani gantiin" fani mengambil celemek yang digantung dan memakainya. kemudian menggantikan mak e yang sedang menggoreng mendoan karena stok mendoan di meja sudah habis sedangkan sebentar lagi warung pasti ramai.


"mak e shalat magrib dulu ya fan"


"iya mak" fani sudah berada di depan penggorengan menggantikan mak e. setelah beberapa mendoan, bakwan, dan tahu susur matang, fani menata ke piring dan di suguhkan di setiap meja. tak lupa ditutup dengan tudung agar tidak dihinggapi hewan hewan nakal.


Warung abi fani berada di dekat kampus dan kos mahasiswa, setiap saat warung abi fani ramai dikunjungi mahasiswa. maka dari itu abi dan mak e harus bergantian menjaga warung agar tidak terlalu kecapean.


Fani suda selesai dengan pekerjaannya. ia duduk di bangku kasir sambil menunggu pelanggan pelanggannya selesai makan sambil memainkan hp nya. 2 pesan whatsapp masuk


dosbing bu hajah


📥mbak rafani, ini ada lowongan pekerjaan di sma dekat kampus, kayaknya cocok kalo mbak rafani menerapkan hasil skripsinya disana. coba masukin lamaran kesana aja mbak (menyertakan sebuah link alamat)


📤ya bu, insya allah. malam ini saya diskusikan dengan orangtua dulu. terimakasih banyak infonya ya bu.


ni'mah


📥 raf, loe besok ada acara ngga


📤belum tau mah, kenapa?


📥tidur kos sini dong raf nemenin gue


📥kalo gitu gue yang nginep situ boleh? anak anak pada pulkam. gue ngeri sendirian di kos


📤knapa loe ga ikut pulkam? biasanya masalah pulkam loe nomer 1


📥gue mau ngedate ma fredi. boleh ya raf? ya ya ya ya.


📤 yauda gue bilang ke abi dulu


📥makasiii sayangkuuu😍


📤biaya dibayar lunas pas check in, tidak termasuk sarapan 🤣


📥sial loe🤬


fani pun memasukkan kembali hp nya ke dalam saku. biasanya damar yang paling rajin whatsapp fani. tapi hari ini sama sekali ngga ada whatsapp dari damar. ia keluarkan lagi hp nya


📤mah, apa damar marah ya sama gue


📥knapa lagi sama damar

__ADS_1


📤dia ga ada wa sama sekali ke gue mah


📥mungkin dia butuh waktu buat nenangin diri habis loe tolak. knapa? nyesel?


📤ga masalah nyeselnya sih, dia juga sahabat gue mah, sedih gue kehilangan sahabat kayak gini


📥cup cup, sono di wa duluan kalo kangen. ciyeee


📤gue ga kangen😒😒😒


📥ciyeeeeeee😍🤪


apaan si loe mah. Fani membatin sambil membanting hp nya ke meja kasir. kemudian ia pindahkan ke dalam sakunya.


jam menunjukkan pukul 21.00. warung abi fani sudah tutup. Abi menghampiri fani yang duduk di kursi belajar kamarnya.


"Fan?"


"iya bii?" Fani menoleh


"abi masuk ya"


"iya bi, ada perlu apa?" fani pindah duduk di pinggir ranjang sedangkan abi duduk di kursi belajar fani. tampak abi membawa amplop yang entah apa isinya


"fan, kira kira kamu ada rencana nikah kapan?" abi bertanya hati hati


"abi kok mendadak tanya gitu sih?" pipi fani merona merah. tentu saja, selama ini bahasan tentang lawan jenis itu hal yang tabu, apalagi sekarang mendadak membahas pernikahan.


"ya kan kamu sudah lulus fan, sebentar lagi wisuda, tinggal kerja aja kalo fani mau, sudah ngga ada yang ditunggu lagi" abi menatap lekat manik mata fani "fani kapan siap menikah?"


"ya, kalau sudah ada jodoh yang dateng fani siap siap aja bi" fani mengalihkan pandangannyabke arah lain. tidak berani ia menatap abinya.


"bener fan?" abi memastikan


"iya bi, insya Allah kalau ada yang siap melamar fani, dan abi sama mak e setuju dengan dia insya Allah fani juga setuju. Fani yakin abi bakal milihin fani yang terbaik" Fani memegang tangan abinya.


"anak abi sudah dewasa ya" abi mengusuk usuk kepala fani yang masih di balut jilbab


"itu apa bi yang abi pegang?" pandangan fani kembali ke amplop di tangan abinya


"oh iya, abi bertanya karena ini fan, tadi siang om suryo teman lama abi kesini bawa ini. ini CV keponakannya. kata om suryo keponakannya itu relawan juga di yayasan sosial kamu"


"hah? trus hubungannya apa bi? dia mau nglamar kerjaan disini?" fani mencoba mencocok cocokan keadaan karena sekarang ini warung abi memang butuh tenaga kerja tambahan.


abi tersenyum hampir tertawa. "bukan begitu fani, dia melamar kesini pengen jadi mantu abi"

__ADS_1


"hah?" fani belum paham


"iya, dia pengen jadi suami kamu, ini dia ngasih biodatanya lewat perantara om nya karena kebetulan om nya temen abi sekolah dulu" abi menyerahkan amplop itu kepada fani "coba kamu pikir pikir dulu, sholat istiharah, kalau kamu yakin, dia pengen ngajak kamu ta'aruf". abi pun beranjak dari kursi belajar dan keluar dari kamar fani sedangkan fani masih duduk di pinggir ranjang menatap kosong amplop yang belum berani ia buka sama sekali. sebelum benar benar keluar kamar, abi memalingkan wajahnya ke arah fani "fan, apapun keputusan kamu mau kamu terima atau kamu tolak insya Allah abi setuju".


__ADS_2