
Pakde Shodiq tergopoh masuk ke ruang tamu . tangan kanannya menenteng tas yang putus talinya. Pandangannya teduh dengan senyum menawan di wajahnya.
"Assalamualaikum" Sapa pakdhe shodiq dan dijawab "Wa'alaikumussalam" oleh semua orang. tak lupa pandangan kami mengarah ke pakdhe Shodiq.
"Wah, Fani kok mau cepet-cepet dinikahin? udah ngga sabar po?" Pakdhe Shodik menggoda Fani. seketika pipi Fani bersemu merah. Fani hanya membalas dengan senyum kecut "Untung pakdhe mu ini naib. siang ini saya nikahkan besok berkas berkasnya langsung diurus ya mas" Kata pakdhe Shodiq menatap Taufan
"Ya pak" Taufan menganggukan kepala nya.
Sambil istirahat Pakdhe Shodiq pun berbincang dengan orang orang yang duduk disampingnya.
__ADS_1
"Lhaiya tadi aku baru selesai nikahin orang di kampung sebelah, trus dapet telpon dari muhajir kalo minta nikahin fani sekarang ya kaget aku. buru buru pulang mau nggendong tas sampe tas ku putus ini" Cerita pakdhe shodiq ke Om Suryo yang dibalas dengan Tertawa oleh Orang orang di sekitarnya.
Pakdhe Shodiq pun menanyakan siapa yang akan jadi saksinya. Abi menunjuk Pak RT yang tadi sengaja Abi panggil. Sedangkan dari pihak Taufan yang menjadi saksi adalah Om Suryo. Kedua saksi berkumpul diikuti Abi Fani dan Taufan. setelah berbincang sebentar menanyakan mahar dan apa saja yang diucapkan acara ijab qabul pun dimulai. Pakdhe Shodiq menyampaikan Khutbah nikah. Selesai Khutbah nikah, Taufan dan Abi Fani diarahkan untuk saling berhadapan.
Tangan Abi Fani dan Taufan mulai saling menjabat. Fani yang masih duduk di tempatnya mengeratkan genggamannya di tangan Ni'mah. Ni'mah sendiri pun tak kalah erat membalas genggaman sahabatnya itu karena sama sama tegang.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ahmad Taufan Muqorobin bin Bilal dengan putriku Rafani Sahla Hanisah binti Muhammad Muhajir dengan Maskawin cincin emas 2gram serta uang tunai lima ratus ribu rupiah dibayar tunai" Ucap Abi Fani
"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya Pakdhe Shodiq
__ADS_1
"Saaah ..." tidak hanya para saksi yang menjawab tapi seluruh ruangan menjawab serentak. terutama Ni'mah paling nyaring sendiri suaranya diantara yang lain.
"Alhamdulillahirabbil'alaamiin" Pakde Shodiq pun melanjutkan dengan Do'a.
Tampak Mak e dan ibu Taufan menangis sedangkan Abi fani tampak berkaca kaca.
Fani diarahkan Mak e agar duduk di samping Taufan untuk mencium tangannya. dengan malu Fani berjalan membungkuk karena banyak orang tua yang duduk mengikuti arahan Mak e.
Jarak ini jauh lebih dekat daripada waktu kemaren kita ngobrol. batin Fani. Jantung Fani berdegub 3 kali lebih cepat dari biasanya. Dia menyalimi tangan Taufan dan mencium punggung tangannya. selesai mencium tangannya ia dongakkan sedikit wajahnya ingin menatap Taufan tapi segera ia tundukan setelah pandangannya melihat senyum Taufan. tangan mereka masih saling menjabat. Taufan pun segera mengecup Kening Fani diikuti dengan doa.
__ADS_1
"Ciyeeee..." Ni'mah memprovokasi diikuti Rizqi dan Rino yang dibalas tertawaan dari para keluarga yang datang. Sedangkan Fani segera melepas tangannya dari Taufan karena terlalu malu. dia merasa lehernya sudah terlalu pegal karena dari tadi ia hanya bisa menunduk.
Kini Fani dan Taufan meminta restu ke keempat orang tuanya. selesai meminta restu budhe Sri dibantu Ni'mah mengeluarkan konsumsi untuk dihidangkan ke para tamu. Mereka pun menikmatinya sambil terus menggoda kedua pengantin baru.