Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 10


__ADS_3

“kotrakan ini lumayan besar mas, lebih besar dari rumah ibu bas” ucap rika senang.


“ya dong, dirumah ibu tu sumpek banget” ucap remon.


Mereka baru sampai di kotrakan. Kira dan remon masuk ke dalam melihat kotrakan mereka. Setelah puas melihat kontrakan mereka, kira langsung pergi ke kamar meletakkan bajunya dan juga baju suaminya.


“mas, uangnya kamu akan simpan dimana ?” tanya kira yang habis beres-beres.


“mas akan masukkan ke rekening mas” ucap remon enteng.


Ada rasa tidak iklas dalam hati kira. Seharus ya dialah yang memegang uang itu.


“ya sudah mas mau simpan uang ini dulu” ucap remon yang hendak pergi mengambilka. Uang itu di dalam tas, tapi dihentikan oleh kira.


“tunggu dulu mas” uca kira menghentikan langkah suaminya.


“ada apa lagi kira ?” tanya remon.


“kamu tidak mau istirahat dulu mas ?” tanya kira kira ingin menahan suaminya mengambil uang itu, kira ingin mengambil untuk dirinya.


Kira tidak ikhlas memberikan semua uang itu di pegang oleh suaminya.


Tanpa menjawab ucapan istrinya, suaminya itu pun ingin pergi ke kamar tapi lagi lagi dihalangi oleh istrinya.


“ada apa lagi kira” ucap remon kesal.


“Tempat tidurnya belum selesai aku beresin” ucap kira.


Remon pun memutuskan untuk tidur dikursi panjang tempat dia duduk tadi.


Kira pun kembali ke kamar. Kira menunggu suaminya tertidur. Tidak membutuhkan waktu lama suaminya tidur, kira memulai aksinya mengambil uang itu. Walaupun tidak setidaknya dia memegang uang dan kira tidak bisa mengambil semuanya, kira tidak ingin ketauan oleh suaminya itu.


Di lain tempat nenek ningrum sudah menemukan kotrakan yang cocok untuknya.


“alhamdulillah, akhirnya kita dapat juga kotrakannya” ucap nenek ningrum senang.


“iya alhamdulillah nek” ucap kirana.


“tapi nenek heran, kok bisa harga kotrakan ini sangat murah, apalagi kotrakan ini besar” ucap nenek ningrum.


Ya semua ini tidak lepas dari campur tangan kirana dan saudaranya. Kirana sudah membayar terlebih dahulu sebelum nenek ningrum membayarnya. Mereka yakin nenek ningrum pasti tidak mau menerima bantuan merka. Makannya mereka memutuskan untuk membantu nenek ningrum secara diam-diam.


“nenek tidak usah pikirin itu, mungkin ini rejekinya nenek, sekarang meningan nenek istirahat aja” ucap aqila.


“ya nak, terima kasih banyak, kalian sudah membantu nenek dan juga katya” ucap nenek ningrum tulus.


“iya sama nek” ucap aqila sambil tersenyum.


“gue heran ya sama anak dan meanntunya nenek ningrum, kok bisa ya mereka sejahat itu sama ibunya” ucap tiara yang tidak habis pikir.


“ya kalau soal itu gue juga tidak tau, namanya juga sifat dan sikap orang berbeda beda” ucap kirana.


“tapi tetap aja Gue kesal sama perlakuan mereka sama ibu mereka itu” ucap tiara geram.


“udah kita doakan saja semoga mereka berubah dan tidak seperti itu lagi sama orang tua” ucap aqila.


“ya benar tu apa yang dibilang qila” ucap kirana.


“sekarang kita mau kemana nih ?” tanya aqila.

__ADS_1


“kita ke basecamp elang aja, mereka kan ajak makan dilestoran tu, ya sekalian aja kita ke leatorannya bareng” ucap kirana.


“tunggu dulu, kita tanya dulu sama saudara kita, mereka masih di sana atau tidak, ya kan kita anggota baru, gue belum terbiasa aja” ucap tiara.


“apa hubungannya ada atau tidak adanya rion, gino sama dion disana dengan belum terbiasa kesana” ucap kirana dalam hati bertanya tanya tapi kirana malas untuk menanyakan itu kepada tiara. Pasti akan panjang urusannya.


mereka bingung akan ucapan tiara tapi mereka lebih memilih abai. Kirana lebih memilih melihat ke luar jendela sedangkan aqila fokus menyetir.


Cukup lama mereka diperjalanan, akhirnya mereka sampai di basecamp elang.


“selamat datang di basecamp elang aqila, tiara, kirana” ucap brenden manyambut mereka.


“tau dari mana lo nama kita” ucap tiara cuek.


Tiara bisa merubah ekspresinya dengan tiba tiba. Dari yang awalnya ramah, polos sampai ke taira yang cuek, jutek dan judes.


“dari saudara kalian” ucap lula.


Sekarang aqila, tiara dan juga kirana sudah duduk bersama yang lainya.


“oh ya sebenarnya kalian ini adik kakak atau tidak ?” tanya lula.


Sebelum aqila, tiara dan juga kirana datang mereka sedang membahas soal persaudaraan antara aqila, tiara kirana, dion, gion dan juga rion.


“kita sepupuan” ucap gino.


“ya udah yuk kita jalan ke lestoran” ajak lula.


“ayo” ucap mereka kompak, mereka pergi dari basecamp menuju lestoran tempat yang mereka sepakati untuk makan bersama.


. . .


Remon mengurungkan niatnya meletakkan uangnya dibank karena kira membangunnya waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.


“kamu ini ya pikirannya Cuma uang uang uang aja” ucap remon kesal.


“ya mau gimana lagi, hidup ini butuh uang mas” ucap rika yang tidak kalah kesalnya.


“ngak ada uang uang, udah hampir malam masih mikirin uang aja kamu” ucap remon.


“apa hubungannya malam dengan uang” ucap rika yang masih kesal.


Remon hanya diam tidak menjawab ucapan suaminya.


“aku minta uang karena tadi aku pesan makanan” ucap rika setelah beberapa saat hening.


“kenapa kamu tidak masak aja sih kan lebih hemat dibanding beli” ucap remon.


“mau masak apa, bahan untuk dimasak aja tidak ada” ucap rika.


“ya kamu beli lah” ucap remon enteng.


“mau beli pakai apa mas, uang aja tidak kamu kasih” ucap rika.


Remon yang pusing mendengarkan istrinya membahas uang pun akhirnya memberikan dua lembar uang merah kepada istrinya.


Remon belum menyadari bahwa dia telah kehilangan uang.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok.


Rika pun membuka pintu, rika pikir itu adalah orang yang mengantarkan makanan pesanannya. Namun ternyata yang datang adalah orang berbadan kekar dan sangar.


Rika menjadi takut, orang itu menyakan remon. Rika yang takut langsung menghampiri suaminya dan memberitahukan bahwa ada yang mencarinya di depan.


Remon pun langsung menghampiri ke depan. Remon kaget karena yang datang adalah oeang penagih hutang. Remon heran darimana mereka tau tempat tinggal barunya.


“bayar hutang lo cepat” ucap salah satu laki laki kekar itu.


“i, iya tunggu bang” ucap remon takut. Nyalinya menjadi ciut melihat badan kekar penagih hutang itu.


Mau tidak mau remon memberikan uang yang belum sempat dia simpan di bank. Remon mengerutu kesal karena Baru saja remon memegang uang banyak tapi malah harus membayar hutang.


Sekarang uangnya hanya tinggal sedikit. Remon sedikit heran, mengapa uangnya berkurang. Remon menginggat ingat uangnya lebih dari yang ada saat ini.


Remon pun membayar hutangnya lunas kepada lakinlaki berbadan kekar itu. Mereka tersenyum senang karena pada akhrinya remon membayarkan juga hutangnya.


Mereka sudah lelah menagih hutang ke pada remon. Remon selalu saja mengulur waktu untuk membayarkan hutangnya.


“mas kamu punya hutang ?” taya kira.


Kira sama sekali belum tau bahwa suaminya itu memiliki hutang.


“kira kamu lihat uang mas ?” tanya remon tidak menjawab pertanyaan kira. Kira yang ditanya pun sedikit takut. Namun dengan cepat dia bersikap biasa saja.


“kamu ini ya mas, aku tanya apa kamu malah jawab apa” ucap kira kesal.


“udah tidak usah bahas itu, mas ini lagi kehilangan uang” ucap remon.


“hilang gimana, bukannya tadi mas sudah bayar hutang tu uang, kok malah bilang hilang” ucap kira.


“uang mas itu tidak sebanyak ini, tadi uang mas itu banyak rika” ucap remon yang menghitung lagi uangnya.


“enak aja kami bilang itu uang kamu, itukan uang aku. Rumah yang kamu jualkan rumah ibu aku” ucap rika dalam hati dongkol


“tau lah mas aku masih kesal sama kamu” ucap kira pergi dari kamar menuju dapur.


Kira tidak mau mengobrol lama dengan suaminya yang ada nanti dia malah ke ceplosan. Kira telah mengamankan uang yang dia ambil tadi.


Secara diam diam kira pergi dari rumah dan meletakkan uangnya dibank. Kira memiliki buku tabungan yang tidak diketahui suaminya.


Remon tidak menaruh curiga sama sekali dengan istrinya karena saking asyiknya remon menghitung uang.


. . .


“Semakin banyak yang membenci dan membuat kejahatan semakin menambah kekuatanku” ucap ratu kegelapan.


“kami pasti akan selalu menyebar kejahatan ratu” ucap seorang wanita.


“bagus, lalu bagaimana dengan manusia yang memiliki kekuatan istimewa itu ?” tanya ratu kegelapan.


“kami curiga dengan aqila, kirana, tiara, dino, gino dan rion ratu” ucap salah satu laki laki.


“terus selidiki mereka dan pastikan apakah benar mereka memiliki kekuatan atau tidak” ucap ratu kegelapan.


“baik ratu” ucap mereka kompak.

__ADS_1


__ADS_2