
Barang ibunya hanya kira letakkan dikursi teras rumah.
“ayo katya” ucap kira yang mulai habis kesabarannya.
“katya mau tunggu nenek saja disini, katya tidak mau ikut mama” ucap katya marah terhadap mamanya..
“kamu ini ya jadi anak nyusahin aja, udah nurut apa kama mama kamu tidak usah membantah” ucap remon yang sedari tadi diam.
“pokoknya katya tidak mau ikut mama sama papa kalau tidak membawa nenek ikut kita” ucap katya kekeh.
“ok kalau itu mau kamu, kamu tunggu saja nenek disini” ucap remon marah.
“tapi mas ...” belum selesai kira berucap remon langsung memotong ucapan kira.
“sudah tidak usah pikirin anak ini, bikin kita susah saja” ucap remon berlalu pergi.
Kira pun menjadi bimbang di satu sisi kira tidak tega meninggalkan anaknya tapi di sisi lain kira juga tidak mau menjadi gelandangan karena seluruh uang dari hasil pembelian rumah semunya ada di remon.
Setelah lama berpikir akhirnya kira memutuskan meningalkan anaknya dan mengejar suaminya yang sudah lumayan jauh. Namun kira memberikan sedikit uang kepada anaknya sebelum pergi untuk ongkos ke rumah sakit.
Alasan lain katya tidak mau ikut kedua orang taunya karena orang tua katya tidak terlalu memperlakukan kiara dengan baik. Papanya yang tidak pernah peduli terhadap katya. Dan mamanya yang selalu menyuruhnya melakukan pekrjaan rumah seprti menyapu dan mencuci piring.
Jika suaminya komplain akan rumah yang belum bersih kepada istrinya maka kira akan menyuruh anaknya, dan katya harus setiap hari mencuci piring bekas kedua orang tuanya makan siang. Padahal anaknya baru pulang sekolah, katya hanya bisa menurut ucapan mamanya.
Untuk masalah lain seperti mencuci pakaian, masak dan juga yang lainnya sudah dikerjakan oleh neneknya. Sedangkan pasangan suami istri itu tidak melakukan apapun. Kecuali suami yang selalu bermain judi online dan istri yang selalu marah-marah setiap hari.
. . .
“nenek kenapa diam saja, nenek bebas mau makan apa aja” ucap aqila.
“makananya mahal mahal nak, nenek tidak bisa makan disini nak” ucap nenek nigrum.
Nenek ningrum tidak pernah makan makanan dengan harga yang menurut nenek ningrum sangat mahal.
Aqila, tiara dan kirana saling pandang, binggung harus berbicara apa.
“ya sudah begini saja kami saja yang pesan makan untuk nenek ya” ucap kirana.
“tidak, tidak usah nak, biar nenek makan di warung pingir jalan saja nak” ucap nenek ningrum menolak.
“ya udah kita makan warung dipingir jalan aja” ucap tiara.
Akhirnya mereka mencari warung pinggir jalan. Tidak membutuhka. Waktu lama mereka menemukan rumah makan sederhana. Mereka langsung mengajak nenek ningrum untuk makan disana.
Sambil menunggu makan mereka datang. Mereka berbicang bincang seputaran kehidupan nenek ningrum. Sedikit banyaknya mereka sudah tau tentang nenek ningrum.
Tidak lupa mereka juga memesan makanan untuk dibawa pulang untuk keluarga nenek anisa.
__ADS_1
Disaat mereka keluar rumah makan mereka dihadang oleh genk rajawali.
Genk rajawali tidak sengaja melihat ada aqila, tiara dan juga kirana di rumah makan itu. Mereka memutuskan untuk menghampiri tiara, kirana dan aqila.
“wih ada orang miskin yang sudah makan ni” ejek ica kepada tiara, kirana dan aqila.
Ica, caca dan beberapa anggota genk rajawali lainnya.pergi membeli makanan untuk anggota genk rajawali yang lainnya di sebuah lestoran yang tidak terlalu jauh dari rumah makan.
“minggir kalian kita mau lewat” ucap tiara jutek.
“kalau kita tidak mau, kalian mau apa” ucap ica masih dengan nada mengejek.
Tanpa menghirauka Ucapan ica, tiara mendorong ica agar mereka bisa lewat. Ica yang tidak digubris pun merasa kesal.
Ica pun menyuruh yang lainnya meyerang tiara, kirana dan aqila. Tapi sebelumnya aqila sudah membawa nenek ningrum ke dalam mobil dan setelah itu baru aqila membantu saudaranya melawan genk rajawali.
tiara, kirana dan aqila cukup kualahan menghadapi mereka sampai akhirnya polisi datang. Salah satu pengunjung rumah makan yang melihat keributan itu pun menghubunggi polisi. Itulah sebabnya polisi datang kesana.
“ini pak orang yang bikin onar tunjuk orang orang kepada genk rajawali.
“bawa saja mereka pak” ucap salah satu pengunjung.
“mereka juga pak” ucap ica menunjuk tiara, kirana dan aqila.
Namun sayang tiara, kirana dan aqila dibela oleh orang-orang yang ada di sekitar itu sehingga mereka tidak ditangkap oleh polisi.
“awas kalian, urusan kita belum selesai” ucap ica mengitimidasi namun tiara, kirana dan aqila hanya terlihat santai.
Tidak lupa tiara, kirana dan aqila mengucapkan terima kasih kepada orang-oeangbyang telah membela mereka.
Selain di kampus, Genk rajawali juga sudah sangat terkenal bahwa mereka genk motor yang selalu membuat onar. Banyak warga yang geram dan kesal akan tingkah laku mereka.
Sudah banyak orang yang melaporka. mereka karena selalu menganggu orang-orang dijalan tapi entah kenapa mereka bisa bebas dan semakin menjadi jadi.
“nenek tidak apa-apa kan ?” tanya tiara. tiara, kirana dan aqila terlihat lelah tapi mereka tidak terluka sama sekali. Mereka secara diam diam mengunakan kekuatan mereka.
Jika mereka tidak mengunakan kekuatan sudah pasti mereka kalah dan terluka.
“nenek tidak apa-apa, justru nenek yang seharusnya bertanya kepada kalian, apa kalian baik-baik saja ?” tanya nenek ningrum.
“kami tidak apa-apa nek, kami antar nenek pulang sekarang ya” ucap kirana.
Mereka melanjutlan perjalanan mereka ke rumah nenek nigrum.
Sedangkan di tempat lain. Lebih tepatnya di base camp elang.
Brenden mendapatkan informasi bahwa tiara, kirana dan aqila diserang oleh genk rajawali. Brenden pun langsung memberitahukan informasi ini kepada dion, gino dan rion.
__ADS_1
Gino, dion dan rion yang mendengar itu pun khawatir, mereka pun ingin menyusul saudaranya itu untuk membatu tetapi dicegah oleh brenden.
Ya brenden belum selesai memberitahukan informasi itu gino sudah memotong ucapan brenden yang membuat mereka tidak mengetahui sepenuhnya tentang kondisi saudarinya itu.
Setelah mereka bertiga mendengar keseluruhannya baru mereka tenang kembali tapi untuk lebih menyakinkan diri mereka, dion menelpon tiara untuk memastikan kondisi mereka.
Setalah mendengar semua yang terjadi dari saudarinya itu barulah mereka terlihat tenang kembali.
Saat ini gino, rion dan dion masih di basecamp elang. Mereka makan siang bersama genk elang. Brenden mengajak mereka makan bersama karena mereka kesana pada saat siang dan waktu dimana kebanyakan orang makan siang.
Sedangkan aqila, tiara, kirana dan nenek ningrum baru sampai di rumah nenek ningrum.
“katya kenapa kamu diluar sayang dan kenapa barang-barang kita diluar katya ?” tanya nenek ningrum binggung.
Katya yang melihat nenenkya langsung memeluk neneknya dengan isak tangis. Selama ini nenek ningrumlah yang selalu perhatian dan menyayangi katya.
Setelah tenang akhirnya katya menceritakan semuanya kepada nenenknya. Nenek nigrum yang mendengar itu oun seketika lemas, bahkan matanya sudah berembun menanggis karena kehilangan rumah yang selama ini di tempatinya.
Rumah yang menyimpan banyak kenangan, rumah yang selama ini memberi tempat mereka berteduh. Rumah yang dibangun susah payah, kini sudah bukan lagi miliknya. Hanya sekejap mata nenek nigrum kehilangan rumahnya.
Harta satu satunya yang nenek nigrum miliki kini telang menjadi milik orang lain. Karena sudah dijual oleh anak menantunya.
Nenek ningrum tidak bisa membendung tangisnya, air matanya jatuh. Sambil memeluk cucunya kembali nenek ningrum menaggis tanpa suara.
Aqila, tiara dan kirana juga sedih melihat nenek ningrum, mereka sangat kasihan akan nasib nenek ningrum. Seharusnya nenek ningrum istirahat karena baru keluar rumah sakit.
Tapi harus dikejutkan dengan infromasi bahwa rumahnya sudah dijual oleh anak menantunya.
“nenek kita akan tinggal dimana ?” tanya katya. Setelah cukup lama mereka menangis. Katya pun memulai pembicaraan.
“kita cari kontrakan ya nak” ucap nenek ningrum.
“kami akan mengantarkan nenek untuk mencari kontrakan” ucap aqila.
“terima kasih ya nak, kalian sangat baik sudah mau membantu nenek” ucap nenek ningrum tulus.
“nenek tenang saja, kami pasti akan membantu nenek” ucap kirana.
“ya sudah ayo nek kita cari kontrakan” ucap tiara.
“apa kalian tau dimana kontrakan yang murah ?” tanya nenek anisa.
“kita tidak tau nek, tapi kita akan menemani nenek untuk mencari kotrakan sampai dapat” ucap aqila.
“terima kasih ya nak, jika tidak ada kalian nenek tidak tau harus bagaimana” ucap nenek anisa mengutarakan yang dia rasakan.
“ya nek, ya sudah nek ayo kita cari kontrakan” ajak tiara setelah mereka mebantu memasukkan barang nenek anisa.
__ADS_1