Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 12


__ADS_3

“Nenek ningrum dimana ya ?”ucap rion binggung.


“gue juga tidak tau, padahal kita kesini udah pagi” ucap kirana.


“apa mungkin nenek ningrum perginya pagi pagi banget ya. Nenek ningrum pasti mengantarkan cucunya dengan berjalan kaki, pasti mereka berangkat celat supaya cucunya tidak telat” ucap rion menduga duga.


“apa nenek ningrum mengantarkan cucunya ke sekolah ya” tebak Kirana.


“kan gue juga ngomong kegitu tadi, oh ya lo tau sekolahnya dimana ?” tanya rion.


“nenek ningrum bilang tidak jauh dari kontrakannya” ucap kirana. Kirana memberitahukan nama sekolahnya kepada rion.


Rion pun membawa mobil menuju sekolah yang disebut oleh kirana. Setelah sampai disana kirana langsung turun dan menyakan katya.


Untungya mereka tidak salah sekolah. Terbukti dengan adanya katya disekolah itu. Setelah bertemu dengan katya, kirana pun menanyakan dimana neneknya biasa berjualan.


Katya hanya tau neneknya sering berjualan di dekat super market. Dekat halte bus. Pada saat itu katya di ajak mamanya belanja ke super market. Katya pun melihat neneknya berjualan di dekat super market itu.


Katya pun memyebutkan nama super market itu. Tentu saja karina tau super market itu karena itu adalah milik neneknya.


Setelah beribaca dengan katya, kirana dan rion pun pergi menuju super market neneknya itu.


Sedangkan tempat lain.


Genk rajawali sedang menganggu seorang nenek, mereka mengelilingi nenek itu. Mereka membawa motor secara berputar putar. Hal itu pun membuat seorang nenek itu takut.


Bahkan dagangannya juga dihancurkan oleh genk rajawali. Nenek itu hanya bisa menagis ketakutan sedangkan genk rajawali tertawa bahagia melihat nenek itu menangis ketakutan.


Tit, tit, tit


“woi, kalian” ucap luis. Keluar dari mobilnya.


Genk rajawali pun menghentikan aksinya. Mereka juga turun dari motor mereka.


“wih ada pahlawan nih” ucap rian.


“kalian tidak ada habisnya menganggu orang dijalanan” ucap altan.


“itu bukan urusan kalian, urus saja urusan kalian” ucap dimas.


“jelas menjadi urusan kami, jika kalian menyakiti orang lain” ucap malvin.


“udah kalian itu tidak usah sok baik deh” ucap dimas tersenyum mengejek.


Altan membantu nenek itu ke pinggir jalan.


“widih baik banget ni sama nenek nenek, apa jangan jangan dia pecinta nenek nenek lagi” ucap angota rajawali lainnya.


Mereka pun tertawa bersama setelah mendengar temannya bicara.


“benar banget yang lo bilang” ucap rian.

__ADS_1


“gays kita serang aja mereka” ucap dimas.


Genk rajawali langsung menyerang malvin, luis dan altan. Lawan yang tidak seimbang dimana genk rajawali yang berjumlah sepuluh orang sedangkan genk elang hanya tiga orang.


Cukup lama mereka berkelahi, akhirnya luis, malvin dan altan lah yang menang. Genk rajawali pun pergi dari sana.


“nenek, nenek baik-baik saja kan” ucap altan.


“nenek tidak apa-apa, nenek hanya takit saja tadi” ucap nenek itu.


“syukurlah nek, ya udah kami antar nenek pulang ya” ucap malvin.


“kalian terluka, apa tidak sebaiknya kalian kerumah sakit saja, nenek bisa pulang sendiri” ucap seorang nenek itu.


Ya mereka terluka tapi tidak terlalu parah


“tidak usah nek, kami hanya luka sedikit saja, kami antar nenek pulang ya” bujuk altan.


“nenek kenapa sedih nek” taya luis yang melihat raut nenek itu sedih.


“nenek sedih karena dagangan nenek hancur semua” ucap nenek itu sendu.


“nenek tidak usah sedih ya” ucap malvin.


Malvin pun langsung mengeluarkan uangnya dan memberi uang itu kepada nenek itu, namun itu menolak.


“tidak usah nak, kalian sudah mau mengantarkan nenek pulang saja nenek sudah senang” ucap nenek itu.


“ya sudah kami antarkan nenek pulang ya” ucap altan.


. . .


“dimana ya nenek ningrum” ucap kirana.


Sekarang mereka sudah sampai di super market. Dijalan mereka tetap mencari nenek ningrum, mana tau nenek ningrum ada di jalanan. Dan belum sampai di hante atau di depan super market milik neneknya.


“gue juga tidak tau” ucap rion.


“gini aja lo tunggu di mobil, gue cek super market dulu” ucap rion.


“gak mau ah, gue juga mau masuk ke dalam” ucap karina menolak usulan rion.


“kalau tidak ada yang pantau, bisa bisa kita tidak bisa tau nenek ningrum kesini atau tidak” ucap rion.


“ya, ya, yaudah gue pantau dari sini” ucap kirana yang kesal. Sebenarnya kirana tidak setuju namun apa yang dibilang rion ada benarnya.


Di kampus genk rajawali asyik membuli mahasiswa dan mahasiswi di kampus. Mereka bukannya belajar tapi malah membuli. Mereka sama sekali tida ada niat untuk belajar.


“mereka benar-benar kelewatan, masa ke kampu kerjaannya cuma ngebulli orang lain” ucap aqila.


“bantuin yuk” ajak tiara.

__ADS_1


“gimana caranya ?” tanya aqila.


“kita gunakan kekuatan aja” ucap tiara.


“jangan bahaya nanti, kalau ada yang lihat gimana ?” ucap aqila khawatir mereka ketahuan.


“udah tenang aja tidak akan ketahuan kok” ucap tiara yakin.


Tiara mengunakan kekuatannya secara diam diam. Untuk mengerjai genk rajawali.


“rasain, emang enak” ucap tiara setelah mengerjai genk rajawali.


“udah yuk kita pergi dari sini” ucap aqila.


Mereka meninggalkan tempat itu menuju mobil mereka. Mereka telah selesai kuliah hari ini. Mereka hanya ada satu mata kuliah hari ini.


Sedangkan malvin, luis dan altan sudah sampai di kotrakan nenek itu.


“ini tempat tinggal nenek” tanya altan.


“iya nak, ayo masuk” ajak nenek itu.


“oh tidak usah nek, lain kali aja” tolak malvin halus.


“ya sudah hati hati ya” ucap nenek itu.


“loh malvin, luis, altan. Kalian ngapain disini ?” tanya dion.


“dion, lu juga ngapain disini” tanya malvin balik.


“gue mau berkunjung ke rumah nenek ningrum.


Dion pun menyalami nenek ningrum. Ya yang di tolong oleh genk elang adalah nenek ningrum.


“ada apa nak ?” tanya nenek ningrum.


“kita khawatir sama nenek, tadi suadara aku kabarin kalau mereka belum ketemu dengan nenek” jelas dion.


“bagaimana kalau kita masuk dulu” ajak nenek ningrum.


Mereka berempat masuk ke dalam rumah nenek ningrum, malvin, luis dan juga altan mengurungkan niat mereka untuk pergi dan ikut masuk.


Nenek anisa hanya menyajikan air putih untuk mereka.


“silakan diminum nak, maaf ya nenek Cuma punya ini” ucap nenek ningrum merasa tidak enak.


“tidak apa apa nek, ini sudah lebih dari cukup kok nek” ucap dion.


“oh ya tadi nak dion bilang saudara nak dion mencari nenek, memangnya ada apa ?” tanya nenek ningrum.


“jadi gini nek, kita mau menawarkan kerja sama sama nenek” ucap dion memberitahu nenek ningrum soal kenapa saudaranya mencari nenek ningrum

__ADS_1


“kerja sama” ucap nenek ningrum binggung.


__ADS_2