
Tibalah saatnya sera meniup lilin. Namun sebelum itu sera beserta ke dua orang tuanya di panggil MC ke atas panggung.
Setelah sampai di atas panggung mc itu mempersilakan orang tua sera untuk menyampaikan sepatah dua patah kata.
“terima kasih semua karena telah berkenan hadir di acara ulang tahun sera anak kami satu-satunya. Untuk sera papa selalu berdoa semua sera selalu bahagia, semua keinginan sera terwujud, selalu di beri kesehatan ...” ucap papa sera.
Dan masih banyak lagi ucapan yang diberikan oleh papa dan mama sera semua yang hadir mengaminkan doa orang tua sera untuk anaknya itu.
Setelah itu di lanjutkan bernyanyi lagu ulang tahun, potong kue, menyuapi kedua orang tuanya sebagai suapan pertama dan kedua.
Di lanjutkan dengan pesta dansa.
“ti dansa yuk” ajak luis.
“ayo” setuju tiara.
“tiara dansa yuk” ajak reno.
“sorry ren gue dansanya sama luis” ucap tiara santai.
Fifian hanya diam mendengarkan mereka mengobrol.
“oh ya udah” ucap reno cool.
Tidak ingin terlihat ingin berdansa dengan tiara. Padahal reno sangat ingin berdansa dengan tiara. Padahal Reno kesal bukan main mendengar jawaban tiara yang menolak ajaknya berdansa.
Reno menutupinya dengan gaya coolnya itu.
“lagian tumben lo ajak gue dansa biasanya juga ajak gue ribut” ucap tiara santai.
Biasanya setiap bertemu sudah pasti mereka akan ribut hal kecil saja bisa menjadi besar. Tidak ada yang mau mengalah dan ujung-ujungnya tiara hanya bisa kesal kepada reno.
“ya lagi mau dansa aja tapi tidak ada teman gue dansa” ucap reno masih dengan gaya coolnya.
“ya udah lo ajak fifian dansa aja” ucap tiara enteng.
Fifian langsung menunjuk dirinya “ ogah gue dansa sama abang reno” ucap fifian menolak mentah-mentah.
“siapa juga yang mau dansa sama lo, gue ajak lo ke sini karena gue tidak punya partner saja” ucap reno berlalu pergi rasannya panas melihat tangan tiara yang di gengam oleh luis.
“reno kenapa sih” tanya tiara yang merasa aneh dengan sikap reno.
Fifian hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban. Tidak mungkin dia bilang kalau abangnya itu cemburu. Bisa kena marah dia nanti.
“udah gue mau susul abang gue dulu, have fun ya gays” ucap fifian dengan senyuman dan menyusul abangya itu.
Tiara berdansa dengan luis. Reno dan adiknya fifian hanya duduk malas rasanya reno berdansa dengan fifian, begitu juga sebaliknya. Fifian lebih memilih makan dan melihat yang lainnya berdansa.
Rena sejak tadi tidak lepas pandangannya dari luis da tiara yang berdansa mesra. Mereka seperti pasangan kekasih. Bagi yang tidak tau pasti tiara dan luis di kira pacaran.
Reno yang melihat luis dan tiara berdansa membuat reno panas rasannya dia ingin memisahkan luis dan tiara. Namun reno tidak mau membuat masalah di acara orang. Reno berusaha memendam amarahnya.
__ADS_1
Fifian menyadari itu namun fifian lebih memilih diam tidak mau menjadi sasaran amarah abangnya itu.
Fifian sesekali melihat ke arah bastian dan caca memastikan mereka tidak bikin ulah. Mengawasi gerak gerik mereka.
“coba aja dari dulu lo bilang suka, pasti kejadiannya tidak seperti ini bang” ucap fifian dalam hati prihatin dengan cinta abangya itu.
“salah lo sendiri bang selalu bikin tiara kesal, marah sama lo bang” ucap tiara dalam hati. Tidak berani rasanya dia berbicara langsung seperti itu dihadapan abangnya itu.
“gue merasa risih tau ngak” Ucap caca yang berdansa dengan bastian.
“Kenapa, lo tidak senang dansa sama gue” ucap bastian merasa tersingung.
“bukan begitu maksudnya” ucap caca merasa tidak enak.
“terus kenapa ?” tanya bastian.
“itu si fifian dari tadi mengawasi kita terus” ucap caca.
“udah abaikan saja” ucap bastian yang tidak masalah dengan fifian yang mengawasi mereka.
“bagaimana semua sudah siap” ucap bos black dragon.
“sudah bos” ucap angota black dragon.
“ok, jalankan rencana kita sekarang” ucap bos black dragon dengan tersenyum jahat.
“bersiap-siaplah semuanya kejutan akan di mulai” ucap bos dragon berlalu pergi.
“kenapa lampunya tiba-tiba mati”
“gue takut gelap”
“apa sera tidak memastikan semuanya, masa bisa sampai mati lampu”
Kesal tamu yang datang di pesta sera. Karena lampu tiba-tiba saja mati.
“apa ini ulah genk rajawali ya” ucap tiara.
“bisa jadi, lo jangan jauh-jauh dari gue” ucap luis.
“gimana gue mau jauh dari lo tangan gue saja lo genggam” ucap tiara.
“sorry” ucap luis dan langsung melepaskan gengamnya dari tiara.
“santai aja” ucap tiara.
“bang kenapa lampunya mati ya” ucap fifian.
“ya mana gue tau, emang gue kerja pln apa” ucap reno yang membuat fifian kesal.
“dasar, cemburu sama luis tapi kesalnya ke gue” gerutu fifian.
__ADS_1
Fifian di buat semakin kesal dengan abangnya itu. Namun fifian berusaha sabar menghadapi abangnya yang sedang cemburu itu.
“apa ini ulah genk rajawali ya” ucap fifian menebak.
“bisa jadi” ucap reno mulai berdiri.
“mau kemana bang, jangan tinggalin aku bang” ucap fifian yang juga ikut berdiri.
Fifian menyalakan ponselnya untuk menerangi dirinya dan tentu saja dia bisa melihat bangnya yang berdiri.
Namun sesaat kemudian ruangan itu mulai terang tetapi bukan lampu yang menerangi ruangan itu meliankan api yang membakar gorden di ruangan itu.
Seketika semuanya panik, berusaha mnyelamatkan diri mereka, bahkan ada yang terjatuh akibat di tabrak oleh teman yang lainnya.
Mereka berusaha menyelamatkan diri mereka dari kepungan api.
“bang gimana ini” ucap fifian panik.
“kamu tenang ya, abang akan berusaha memadamkan apinya” ucap reno.
Fifian hanya menganguk sebagai jawaban, entah di lihat oleh reno entah tidak akibat ruangan itu yang di penuhi asap
Reno mulai mengunakan kekuatan arinya. Ya reno juga memiliki kekuatan air. Namun tidak sehebat kekuatan air yang dimiliki oleh aqila.
“kenapa bisa kebakan sih” ucap tiara yang mulai terbatuk-batuk akibat asap.
“kamu tenang ya, gue pasti akan bawa lo keluar” ucap luis mengengam tangan tiara erat.
“bas, gue takut” ucap caca memeluk tangan bastian.
“ udah kamu tenang ada gue disini” ucap bastian berusaha membawa caca keluar ruangan itu
“apa lo suruh yang lainnya mengacaukan pesta sera ?” tanya caca.
“tidak, udah tidak usah bahas ini sekarang, lebih baik kita cari jalan keluar” ucap bastian.
“ma, pa, mama sama papa dimana” ucap sera terbatuk batuk.
“kami disini nak, ayo keluar nak” ucap papa sera.
Mereka berusaha menyelamatkan diri mereka. Sedangkan reno masih berusaha memadamkan api yang semakin besar.
“apinya tambah besar, gue udah lelah” ucap reno.
Reno masih berusaha memadamkan api sedangkan fifian masih setia menemani abangnya yang memadamkan api itu.
Cukup lama reno memadamkan api, akhirnya apinya pada juga. Reno langsung membawa fifian keluar ruangan itu.
“apa semua baik-baik saja” tanya papa sera.
Mereka menjawab dengan kesal mereka memutuskan pergi mereka menjadi kesal dengan sera. Sera merasa tidak enak dengan teman-temannya itu. Tidak ada korban namun terjadi kerusakan parah dengan rumah itu.
__ADS_1
Tiara dan luis sudah sampai di luar begitu juga dengan bastian dan caca. Terakhir fifian dan reno yang keluar. Api sudah bisa di padamkan semua oleh reno.