
“ayo makan, nak” ucap nenek ningrum.
katya, kira dan suaminya sudah ada di meja makan.
“ibuk mau ngapain” tanya kira marah.
“ibuk juga mau makan nak” ucap nenek ningrum.
“ibuk kalau mau makan nanti setelah kita makan” ucap kira sedangkan suaminya hanya diam saja. Menyendok nasi dan sambal kepiring setalah itu dia makan. Tanpa memperdulikan istrinya yang sedang memarahi ibunya.
Terlihat tidak ada niatan suaminya mencegah istrinya itu untuk tidak memarahi mertuanya.
Nenek nigrum baru boleh makan setelah angota keluarga yang lainnya sudah makan, bahkan tidak jarang makanan yang tersisa hanya nasi tanpa lauk ataupun hanya tersisa sedikit lauk.
“ma, nenek kan juga lapar ma” ucap katya. Memebela neneknya.
“katya kamu diam aja ya, lebih baik kamu makan saja. Dan ibu bikin keripik pisang aja sana, nanti kalau kami sudah makan aku panggil Ibu” ucap kira marah terhadap ibunya.
Nenek Nigrum hanya diam dan masih duduk dikursi yang membuat kira semakin marah. Kira pun langsung mendorong ibunya yang membuat ibunya terjatuh. Bahkan pinggangnya terasa sakit dan sikunya terluka.
Katya yang melihat neneknya terjatuh langsung menolongnya. Di rumah itu hanya katya yang peduli dengan neneknya. Bahkan katya meninggalkan banyak lauk dipiringnya untuk neneknya. Katya melakukan itu agar tidak diketahui oleh mamanya kalau lauk itu untuk neneknya.
Jujur saja katya takut dimarahi ibunya tapi katya juga kasihan pada neneknya. Katya baru berumur delapan tahun namun jiwa kepeduliannya sangat tinggi.
“katya kamu tidak usah bantu nenek kamu itu” ucap kira marah menarik anaknya supaya tidak membantu neneknya itu.
Nenek ningrum berusaha berdiri sendiri dan berjalan tertatih menuju dapur.
Nenek ningrum menagis karena diperlakukan seperti itu oleh anaknya. Nenek nigrum merasa sakit hati dengan perlakuan anak dan menantunya.
. . .
“pagi nenek” ucap tiara riang.
“pagi sayang” ucap nenek anisa.
“nenek hari ini kita mau mencari tau tentang nenek ningrum” ucap kirana.
“ya sudah tapi kalian harus hati hati ya” ucap nenek Nigrum.
“siap nenek” ucap aqila
“kita harus cari tau apa soal nenek nigrum ?” tanya kirana.
“keluarganya mungkin, atau kita cari tau nenek ningrum lagi ada msalah apa gitu, ya yang intinya kita harus cari tau kenapa kita harus membantu nenek Nigrum itu” ucap tiara.
“kita mulai dari mana cari taunya ?” tanya karina.
“ikuti nenek nigrum aja” ucap aqila.
“lo tau rumahnya nenek ningrum ?” tanya tiara kepada dion.
“tau” dion memberitahukan alamat nenek nigrum.
“kita tidak bisa ikut” ucap rion.
“iya kita tau kok, kan kalian bantu nenek mengurus usaha” ucap karina.
Usaha nenek anisa di urus juga oleh ke tiga cucu laki lakinya sedangkan nenek anisa hanya sesekali saja mengunjunginya.
“ya udah ayo kita memantau nenek ningrum” ajak aqila.
Mereka pergi kesana mengunakan mobil.
. . .
__ADS_1
“rian lo mau melakukan apa sama rion, masa lo mau terima kekalahan lo” ucap dimas.
Dimas sedang berada di rumah rian.
“tentu saja tidak, gue akan bikin rion menyesal telah membuat gue malu” ucap rion kesal.
“terus apa rencana lo ?” tanya dimas.
“gue akan tantang dia bertanding lagi” ucap rian.
“bagus juga, kapan lo mau tantang dia ?” tanya dimas.
“nanti, kita cari si rion tu dan gue akan tantang dia” ucap rian.
“kenapa lo tidak suruh anak buah lo aja untuk menantang rion” ucap dimas memberi ide.
“ok, ide yang bagus” ucap rian.
Rian pun menghubungi anak buahnya untuk memberitahukan bahwa rian menantang rion untuk bertanding kembali.
“ya udah gue mau. Berolahraga dulu” ucap rion meninggalka Dimas. Dimas menginap di rumah rian.
. . .
“Ibu, ibu bagun bu” ucap kira mengedor pintu kamar ibunya namun tidak ada sahutan dari dalam.
“ibu kemana sih” kesal kira.
“kamu kenapa sih, pagi pagi udah marah aja” ucap remon.
“ibu tu mas dari tadi aku pangilin tapi tidak muncul muncul” ucap kira duduk disebelah suaminya.
“buka aja pintunya langsung, apa susahnya sih” ucap remon yang asyik main ponsel.
Walaupun terlihat kesal, kira tetap mengikuti perkataan suaminya. Kira membuka pintu kamar ibunya. Pintu kamar nenek nigrum tidak terkunci jadi kira langsung saja masuk ke dalam.
Sambil bersedekap dada kira berucap “bagus ya bu, jam segini masih tidur” ucap kira.
Nenek nigrum yang tidak merespon membuat kira kesal. Posisi nenek ningrum yang membelakangi kira membuat kira tidak bisa melihat nenek ningrum sudah bangun atau belum.
Kira mengoyangkan tubuh ibunya agar bangun namun nihil nenek nigrum tidak bangun juga.
Kira yang melihat ibunya tidak bangun-bangun juga akhirnya memutuskan untuk memangil suaminya.
“mas, mas” ucap kiara teriak memanggil suaminya.
“ada apaan sil teriak-teriak” ucap remon kesal karena merasa tergangu oleh kira yang teriak.
“itu mas coba kamu cek ibu deh, dari tadi aku bangunin ibu tapi tidak bangun bangun” ucap kira dengan nada kesal.
Remon mengecek ibu mertuanya itu dan “sepertinya ibu pingsan deh” ucap remon.
“pingsan, aduh ibu ngerepotin aja deh” gerutu kira. Tidak ada rasa kasihan sama sekali terjadap ibunya.
Bahkan kira tidak terlihat cemas sama sekali.
“terus gimana dong mas ?” tanya kira.
“ya bawa ke rumah sakit lah” ucap remon.
Remon dan kira membawa nenek ningrum ke rumah sakit. Dan dilihat oleh tiara, kirana dan juga aqila.
“mau dibawa kemana tu ?” tanya tiara.
“aku juga tidak tau, kita ikuti saja” ucap aqila. Yang membawa mobil adalah aqila.
__ADS_1
Mereka mengikuti mobil yang membawa nenek ningrum dari belakang.
“jadi mereka membawa nenek nigrum ke rumah sakit” ucap tiara.
“ya udah yuk kita turun” ajak kirana.
Mereka ikut masuk ke dalam mengekor dari belakang namun jaraknya agak jauh.
“susu tolong sus” ucap kira.
Nenek ningrum sekarang sudah ada dibrankar. Dan dibawa untuk diperiksa.
“tolong urus administrasinya ya buk” ucap suster.
Kira dan remon saling pandang “kami bukan keluarganya sus” ucap kiara kemudian.
“ya, kami menemukan nenek ini di pinggir jalan” timpal remon.
Tiara, aqila dan kirana yang mendegar itu tidak habis pikir, karena yang mereka lihat pasangan suami istri itu membawa nenek nenek nigrum dibawa keluar dari rumah bukan ditemukan dipinggir jalan.
“apa bapak atau ibu mengenali keluarganya ?” tanya suster.
“tidak suster, kalau begitu kami pergi dulu sus” ucap kira.
Kira tidak mau lama mengobrol dengan suster yang ada dihadapannya sekarang ini, bisa bisa nanti kira salah ngomong.
“wah bener-bener ya tu orang, masa ibu sendiri tidak diakui” ucap tiara.
“dari mana lo tau kalau itu ibunya ?” tanya karina.
“ya gue nebak aja, lagian mereka tinggal satu rumah ya sudah pasti itu ibunya lah” ucap tiara sangat yakin.
“saya mengenali orang ini sus” ucap suster yang satunya lagi.
“nenek ini namanya nenek nigrum kemaren nenek ini masuk ke rumah sakit” ucap suster yang mengenali nenek ningrum.
Tiara, kirana dan aqila pergi ke ruang rawat nenek nigrum. Nenek nigrum sudah dipindahkan ke ruang rawat.
“sus gimana keadaan nenek ningrum ?” tanya tiara.
“kalian mengenali nenek itu ?” tanya suster.
“iya sus” ucap tiara.
“keadaan nenek nigrum sudah baik-baik saja” ucap suster.
“kami boleh masuk ke dalam kan sus ?” tanya kirana.
“boleh sialakan” ucap suster
Tiara, kirana dan aqila masuk ke dalam ruangan nenek nigrum dirawat. Kirana juga sudah membayar administrasinya tadi.
Sedangkan di tempat lain.
“hasut kedua orang itu untuk berbuat jahat” ucap ratu kegelapan.
“baik ratu” ucap seorang wanita.
Suruhan ratu kegelapan itupun menghasut agar kira dan remon berbuat jahat.
“mas giman nih, kita sudah tidak bisa mengandalkan ibu untuk cari uang” ucap kira bingung.
“mas tau caranya agar dapat uang dengan cepat” ucap remon yang sudah mendapatkan cara untuk bisa mendapatkan uang dengan cepat.
“gimana caranya mas ?” tanya kira penasaran.
__ADS_1