Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 43


__ADS_3

“oh ya satu hal, jangan kalian coba-coba membully lagi anak kampus atau orang lain, jika tidak vidio ini akan kami sebar” ancam reno dengan sorot mata tajam dengan aura intimidasi.


Fifian pun melanjutkan ucapannya “tapi lo siap-siap aja malu” ucap fifian.


“ayo pergi gays, lo kita tunggu di sini” ucap reno memberikan sebuah alamat di secarik kertas.


“ya udah ayo kita pergi dari sini” ucap altan setelah sampai di motor mereka.


“sial, kenapa gue yang kalah sih” ucap dimas kesal.


“kita tidak terlibat” ucap ica.


“maksud lo apa ?” tanya dimas.


“kita tidak mau ikut kemauan mereka” ucap caca.


“terus gue sendiri gitu yang mengikuti kemuan mereka” ucap dimas kesal.


“ya iyalah” ucap rian.


“dasar tidak setia kawan” ucap dimas.


“maksud lo apa bilang kita tidak setia kawan ?” ucap basrian marah.


“apa namanya kalau kalian tidak setia kawan” ucap dimas yang tidak kalah emosi.


“kalau aja lo tidak tantang reno, kita tidak akan seperti ini” ucap rian.


“gue bela genk kita, tapi kalian malah melakukan ini ke gue” ucap dimas marah.


“sekarang lo lihat kita tambah malu gara-gara lo” ucap rian.


“udah kita pergi saja” ucap bastian mengajak yang lainnya pergi meningalkan dimas sendiri.


“ah, sial, malah gue di tinggal sendiri” ucap dimas kesal.


“tadi mereka mana ya, apa sudah berantemnya” ucap dimas melihat ke arah dimana pengikut ratu kegelapan dan pengikut ratu kebaikan berkelahi.


“ah sudah lah, lebih baik gue pergi dari sini” ucap dimas.


Dimas tidak mau peduli soalnpengikut ratu kegelapan yang berkelahi.


. . .


“apa yang terjadi dengan kalian” ucap ratu kebaikan melihat pelindung dan pengikutnya terluka.


Malvin pun menceritakan semuanya kepada ratu kebaikan.


“mereka itu ya memang selalu saja membuat masalah” ucap ratu kebaikan.


“ya sudah saya akan menyembuhkan kalian” ucap ratu kebaikan.


Ratu kebaikan pun menyembuhkan mereka semuanya.


Sedangkan di tempat ratu kegelapan. Ratu kegelapan sangat marah karena kegagalan pengikutnya.


“kalian ini bagaimana hah, masa menghadapi mereka saja tidak mampu” ucap ratu kegelapan.

__ADS_1


Bukannya di sembuhkan mereka malah di marahi oleh ratu kegelapan.


“pergi kalian dari hadapan saya” ucap ratu kegelapan marah besar.


“punya pengikut tapi tidak ada yang becus menjalankan tugas” ucap ratu kegelapan marah besar.


. . .


“pagi nek” ucap mereka kompak menunggu nenek anisa di meja makan.


“pagi cucu-cucu nenek” ucap nenek anisa.


“oh ya gays kita belum kasih tau kalian” ucap aqila.


“kasih tau apa ?” tanya karina.


“kana ternyata pelindung kita juga dan rani adalah pengikut ratu kegelapan” ucap aqila memberitahu.


“lo tau dari mana ?” tanya tiara.


“kita udah cari tau dan kana sendiri yang mengakuinya” ucap dion.


“waktu itu aku tidak sengaja mendengar ucapan rani dan juga kana” ucap dion.


“jadi kana juga pelindung kita” ucap rion.


“ya benar, tapi masih banyak yang harus kita cari tau, pelindung kita aja masih banyak yang harus kita cari, terus ratu kebaikan, ratu kegelapan dan juga pengikut ratu kegelapan yang lainnya” ucap tiara.


“udah tidak usah terlalu di pikirin, aku yakin se iring berjalannya waktu kita akan bertemu dengan mereka” ucap aqila.


“ya benar yang di bilang aqila, jangan di jadikan beban” ucap nenek anisa.


“ya kalian hati-hati ya” ucap nenek anisa.


“ya nek” jawab rion.


Mereka pun menyalami nenek anisa secara bergantian. Kali ini mereka mengunakan mobil untuk ke kampus. Kejadian di balapan membuat mereka was-was jadi mereka memutuskan untuk berangkat mengunakan mobil saja.


“assalamualaikum” ucap mereka kompak.


“waalaikumsalam” ucap nenek anisa.


. . .


“abang, apa genk rajawali akan datang ke alamat yang abang kasih” tanya fifian.


“abang juga tidak tau, kita lihat aja nanti” ucap reno.


“tapi bang kalau kita sebarin vidio waktu balapan apa tidak akan menjadi masalah bang” tanya fifian.


Saat ini mereka sedang sarapan bersama.


“abang punya cara kita hanya cukup mengirim vidio itu ke orang tertentu” ucap reno memiliki rencana licik.


“apa maksud abang orang-orang tertentu ?” tanya fifian penasaran.


“abang akan bayar orang untuk menakuti dimas, jadi orang itu akan abang kirim vidio itu ke dia terus pas orang itu dekat dimas, dia akan membahas soal vidio itu” jelas reno.

__ADS_1


“ide bangus juga tu bang” ucap fifian.


“jadi hari ini abang akan tunggu dimas disana ?” tanya fifian.


“tidak, abang akan tunggu di basecamp, nanti abang akan suruh seseorang untuk kabarin kalau dimas atau genk rajawali sudah sampai di sana, baru abang akan ke sana” ucap reno.


“ok bang, ya udah aku berangkat kuliah dulu” ucap fifian


“ya, hati-hati” ucap reno.


“assalamualaikum” ucap fifian


“waalaikumsalam” jawab reno.


. . .


“apa kita akan mengikuti ucapan reno malam itu ?” tanya rian.


“saat ini gue rasa kita harus mengikuti ucapan reno, lo tau reno kan, dia itu berbahaya, gue takut reno atau fifian beneran akan sebarin vidio itu, bisa-bisa kita malu” ucap bastian.


“ok, tapi dimas harus selesai ini secepatnya” ucap rian.


“mana lagi tu anak tidak kelihatan sejak tadi” ucap ica. Mencari keberadaan dimas.


“menghilang kali” ucap caca.


“benar-benar ya tu si dimas, awas aja kalau sampai di tidak selesaikan masalah ini” ucap ica.


“udah lebih baik kita ke basecamp aja” ajak bastian.


Mereka semua ke basecamp sedangkan dimas masih di rumah pusing dengan masalah yang dia hadapi. Di rumah dimas ada juga ciko dan rani.


“dim lo kenapa sih mondar mandir udah kayak setrikaan aja” ucap rani yang melihat dimas mondar mandir sedari tadi.


“gue pusing, apa yang akan reno suruh gue lakuin nanti” ucap dimas khawatir.


“udah lo tenang aja gue yakin mereka pasti tidak akan ngerjain lo yang aneh-aneh” ucap rani.


“apa kalian tau apa yang akan reno lakukan ke gue ?” tanya dimas.


“gue tidak tau, genk elang aja belum kumpul” ucap ciko.


“lebih baik lo cari tau soal alamat yang di berikan oleh reno, suruh anak buah lo cari tau tentang tempat itu” ucap rani memberi usul.


“ya benar tu, jadi lo bisa tau apakah ada jebakan atau tidak” ucap ciko.


“ok ide bagus” ucap dimas terlihat lebih tenang sekarang.


Dimas menyuruh anak buahnya pergi ke alamat yang di kasih reno.


“ya udah gue mau ke markas elang dulu sekalian cari tau apa yang akan mereka lakukan ke elo” ucap ciko.


“gue ikut” ucap rani.


“tapi lo jaga jarak ya, jangan sampai kita kesana bareng” ucap ciko.


“iya, iya, ya udah kita pergi dulu” ucap rani.

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari dimas, mereka langsung pergi ke markas elang.


__ADS_2