Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 16


__ADS_3

Genk rajawali pun pergi meninggalkan genk elang. Ya ada beberapa genk rajawali yang mengejar rion dan malvin.


“duh, gimana nih, bisa bisa rion tidak bisa tanding” ucap kirana panik.


“mana mobil banya udah tidak bisa digunakan lagi” ucap lula.


“udah tenang tapi gue udah pesan taksi” ucap neta.


Sebelum ikut kembali melawan genk rajawali, neta telah memesan taksi online.


“tu taksinya” ucap neta.


Mereka tidak mau membuang waktu, mereka langsung menuju ke taksi dan meminta supur mengikuti genk rajawali.


Sedangkan rion dan malvin sudah sampai di tempat pertandingan.


Ratu kebaikan lah yang telah membantu rion dan malvin.


“beraninya kamu menghancurkan rencanaku” ucap ratu kegelapan marah.


“aku tidak akan membiarkan kamu membuat kejahatan” ucap ratu kebaikan.


Tanpa aba aba ratu kegelapan langsung menyerang ratu kebiakan terjadi pertarungan yang sengit antara ratu kegelapan dengan ratu kebaikan.


Cukup lama mereka bertarung, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Mereka sama sama terluka. Ratu kegelapan memutuskan untuk pergi.


“selalu saja seperti itu” ucap ratu kebaikan.


“aku harus menyembuhkan lukaku” ucap ratu kebaikan.


Kita kembali ke tempat pertandingan.


Rion dan rian sudah berada di atas ring, mereka pun mulai bertanding. Sedangkan anggota genk elang baru datang.


Pertandinagan yang imbang, tidak ada yang mau mengalah sampai terluka pun mereka tetap saling bertanding.


Cukup lama mereka bertarung pada akhirnya rian kalah di pertandingan itu.


Lagi lagi Pertandingan itu dimenangkan oleh rion.


“awas lo ya, urusan kita belum selesai” ucap rian dengan tenaga yang tersisa menunjuk ke arah rion.


Setelah mengancam genk rajawali pergi dari tempat pertandingan itu.


“tu kan apa aku bilang, mereka tidak akan pernah menyerah” ucap rion.


“ya mau gimana lagi, posisi lo kan serba salah” ucap tiara.


“ya lo tidak terima tantangan pasti mereka selalu maksa lo, giliran diterima terus dia kalah malah ngancem, aduh tu orang emang benar benar bikin pusing” ucap kirana tidak habis pikir dengan rian.


“udah kita bahas ini di tempat lain aja” ucap aqila.


“sekarang kita bawa rion ke rumah sakit” ucap gino.


“tidak usah gue baik baik aja” tolak rion.


“jangan memantah rion, udah nurut aja, luka lo itu parah” ucap dion.


Roin pun pasrah dan mengiyakan ucapan saudaranya itu. Rasanya rion sudah tidak sangup debat lagi dengan saudaranya itu.


Genk elang pun mengantarkan rion kerumah sakit. Sampai di rumah sakit. Rion pun langsung diperiksa dan di obati lukanya.


. . .


“aah, gue tidak terima kekalahan ini” ucap rian kesal dan marah, bahkan barang disekitanya pun sudah hancur.


“lo tenang dulu” ucap dimas.


Mereka tidak pergi ke basecamp melainkan ke rumah rian.


Kakak rian berada di luar negeri jadi rian di rumah hanya di temani oleh pembantu saja.

__ADS_1


“tenang lo bilang, mana bisa gue tenang, dua kali gue di kalahkan oleh rion itu, gue tidak terima” ucap rian marah


“kita akan balas mereka nanti” ucap bastian menangkan rian.


“itu sudah pasti” ucap rian di kuasai amarah.


“udah meningan luka lo di obati dulu” ucap caca.


“iya lebih baik lo istirahat, tenangin diri lo dulu, baru nanti kita bikin rencana untuk balas rion” ucap ica.


Seluruh genk rajawali bubar mereka pulangbke rumah mereka masing masing untuk istirahat.


. . .


“tu kan gue bilang apa, gue baik baik saja” ucap rion.


Setelah dokter menjelaskan kondisi rion. Mereka pun masuk ke dalam ruang rawat rion.


“dari mana lo tau dokter aja ngomong di luar” ucap lula.


“tadi gue tanya juga sama dokter soal kondisi gue” ucap rion.


“ya ya deh, yang penting sekarang lo udah baik baik aja” ucap luna.


“gays, kalau gue pulang terus nenek lihat kondisi gue kegini gimana ya” ucap rion.


“iya juga ya nenek pasti sangat khawatir” ucap aqila.


Mereka pun binggung harus bagaimana, mereka tidak mau berbohong terus kepada neneknya.


“gini aja lo kan udah boleh pulang nih, gimana kalau lo nginap di rumah gue aja” ucap luis.


“gimana gays” tanya rion meminta persetujuan dari saudaranya.


“terserah lo aja, soal ngomong ke nenek itu urusan gampang” ucap dion.


“tapi gue takut keluarga lo tidak mengizinkan” ucap rion.


“sorry gue tidak bermaksud” ucap rion.


“tidak apa apa, kan lo tidak tau” ucap luis.


“ya udah gue nginap di rumah lo” putus rion.


Saudara rion mengatarkan rion ke rumah luis begitu juga dengan angota genk elang lainnya.


Mereka berbincang santai sebelum mereka pulang ke rumah mereka masing masing.


. . .


“ahh, karena gue kalah, gue tidak bisa tidur sekarang” ucap rian.


Rian benar benar tidak terima kekalahannya. Rian terus teringat akan pertandingannya dengan rion.


“gue harus balas rion, tapi gimana caranya ya” ucap rian berpikir cara untuk membalas rion


“apa gue culik rion terus gue habisin dia aja ya atau gue bikin namanya buruk” ucap rian memikirkan rencana jahat.


“tapi kalau gue bunuh rion terus rion tidak ada pasti saudaranya akan mencari rion, kalau sampai mereka cari tau, bisa bisa gue ketahuan lagi” rian berpikir lagi akan hal buruk yang terjadi kepada dirinya.


“ok cara le bagus adalah menghancurkan nama baiknya saja, gue akan sebar berita kalau rion curang” ucap rian tersenyum licik karena telah menemukan rencana yang pas.


“ok sekarang gue akan suruh anak buah gue untuk menyebarkan berita tentang kecurangan rion” ucap rian. Barulah rian bisa tidur dengan nyenyak.


. . .


“Assalamualaikum nek” ucap mereka kompak masuk ke rumah.


“waalaikumsalam” jawab nenek anisa mereka pun meyalami nenek mereka dengan takzim.


“rion mana ?” tanya nenek anisa yang menyadari tidak adanya rion.

__ADS_1


“rion hari ini nginep di rumah teman nek” ucap dion.


“kok rion tidak bilang sama nenek ya” ucap nenek anisa.


“mungkin belum sempat nek” ucap dion.


Sedangkan yang lainnya hanya diam saja.


“ngapain rion di rumah temannya itu sampai nginap lagi disana ?” tanya nenek anisa.


“biasalah nek namanya juga anak kuliah, bayak tugas” ucap gino yang sedari tadi diam.


“nek itu ponsel nenek bunyi” ucap aqila.


“rion telpon nenek” ucap nenek anisa memberitahu.


Ya sebelum pulang saudaranya meminta rion tetap meminta izin kepada neneknya walauoun tidak secara langsung setidaknya bisa memalui telpon.


Via telpon


Assalamualaikum nek


Waalaikumsalam rion


Nenek rion izin nginap rumah teman rion ya


Iya, Jaga diri baik baik ya


Iya nek


Ya udah rion tutup dulu telponnya.


Assalamualaikum


Waalaikumsalam


Setelah telepon terputus mereka pun pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih setelah itu mereka makan bersama.


. . .


“neta lo udah lihat berita ?” tanya marisa.


Neta dan marisa sepupuan, mereka tingal bersama di sebuah rumah yang sederhana.


Neta dan marisa sudah tidak memiliki keluarga lagi. Mereka meneruskan usaha keluarga mereka.


“berita apa ?” tanya neta.


“beritanya tentang rion yang curang saat pertandingan” ucap marisa.


“pasti ini ulah dari genk rajawali” ucap neta.


“kasian banget ya rion” ucap marisa


“ya, gimana kalau kita ke rumah luis aja, pasti yang lainnya juga kesana” ucap neta.


“ide bagus, ya udah yuk kita siap siap” ucap marisa.


Marisa dan neta pun siap siap untuk pergi ke rumah luis, mereka kasihan akan rion yang di fitnah.


. . .


“gays, gawat” ucap aqila.


“gawat apa sih qila ?” tanya kirana.


“kalian lihat berita sekarang” ucap aqila.


Mereka pun melihat berita yang di bilang aqila. Mereka terkejut akan berita yang tersebar itu.


“duh gawat nih, kalau nenek tau pasti sedih” ucap tiara.

__ADS_1


“apanya yang gawat” mereka pun melihat ke sumber suara.


__ADS_2