
“bagaiamana berhasil ?” tanya bos black dragon.
“berhasil dong bos” ucap angota black dragon senang dan banga karena berhasil menjalankan perintah bosnya itu.
Bos black dragon yang melihat api mulai besar tersenyum senang. Mereka langsung pergi namun ada dua orang yang di suruh bos black dragon untuk tetap mengawasi memastikan bahwa semuanya benar-benar berhasil.
Sebelumnya Mereka memang merasa heran namun rasa takut lebih dominan sehingga mereka tidak terlalu peduli. Dan memilih pergi dari sana.
“kenapa bisa apinya tiba-tiba padam” ucap seseorang heran.
“gue juga tidak tau, lebih baik kita pergi saja dari pada kita celaka” ucap seorang laki-laki.
Akhirnya mereka benar-benar pergi mereka terlanjur takut dan tidak peduli penyebab api itu mati.
Sedangkan keluarga sera panik karena mama sera terlihat seperti sesak napas mungkin karena asap yang tebal di dalam ruangan tadi.
“ma, mama kenapa ma” ucap sera panik.
Mama sera pingsang yang membuat sera dan papanya panik bukan main.
“lebih baik bawa mama lo ke rumah sakit ser” ucap fifian.
Saat ini yang masih disana hanya fifian, reno, luis dan tiara serta kedua orang tua sera dan sera.
Papa sera langsung membawa mama sera ke rumah sakit.
“kenapa bisa apinya tiba-tiba padam” heran angota black dragon
“gue juga tidak tau, lebih baik kita lapor ini ke bos” ucap temannya.
Temanya itu langsung menghudipkan motor dan melaju pergi menuju markas mereka.
“hei tunggu” ucap tiara. Yang melihat dua orang laki-laki yang mencurigakan
Tiara yang ingin mengejar di tahan oleh luis.
“kenapa ti” ucap luis.
Sera dan kedua orang tuanya sudah pergi ke rumah sakit.
“lihat itu” ucap tiara menunjuk ke arah angota genk black dragon.
“black dragon” ucap fifian yang melihat bacaan black dragon di jaket mereka.
“kita kejar mereka sekarang” ucap reno seperti memerintah.
“kita suruh anak buah kita saja yang mengejar mereka, kita lebih baik menjaga sera saja, kita ikuti sera ke rumah sakit” ucap fifian panjang lebar.
Mereka semua setuju, reno juga sudah menelpon anak buanya itu mengikuti black dragon itu.
Sekarang mereka menyusul sera dan orang tuanya ke rumah sakit.
Sesangkan angota black dragon sudah sampai di tempat bosnya berada.
“bos apinya tiba-tiba saja padam bos” lapor angota black dragon.
“apa, kenapa bisa ?” tanya bos dragon marah sekaligus heran.
“kami juga tidak tau bos” jawab angota black dragon.
“satu lagi bos, mama sera pingsan bos” lapor angota black dragon lainnya.
__ADS_1
“kalau begitu sekarang lebih baik kalian halangi papa sera membawa istrinya itu ke rumah sakit” ucap seorang laki-laki.
“baik bos” ucap angota black dragon.
. . .
“pa, cepatan pa” ucap sera panik.
“iya sayang ini papa sudah bawa kencang nak” ucap papa sera.
“jagain mama ya nak” ucap papa sera.
Sera hanya mengangguk sebagai jawaban rasanya untuk menjawab pun tidak sangup karena saking khawatirnya dengan mamanya itu.
“itu mobil sera kan ?” ucap tiara
“iya lo benar, eh tapi lihat ada motor yang menghalangi mobil sera deh” ucap fifian.
Reno sengaja menyuruh fifian satu mobil dengan luis dan juga tiara. Reno tidak mau luis dan tiara berduaan jadi dia memutuskan untuk adiknya bersama tiara dan juga luis.
Reno memilih untuk ikut anak buahnya mengikuti black dragon itu. Ini juga menjadi alasan reno untuk fifian ikut dengan mereka.
Kalau reno mengajak tiara sudah pasti tiara akan menolaknya. Jadi menurut reno ini adalah pilihan yang tepat.
“lihat deh mereka semakin menghalagi mobil sera” ucap tiara.
“ayo kita bantu” ajak luis.
Namun mereka terlambat karena tiba-tiba saja ada mobil yang melintas di depan mobil sera sehingga papa sera membanting stir yang membuat mobil itu menabrak pohon.
Mereka bertiga panik dan langsung turun dari mobil membantu sera dan keluarganya.
. . .
Papa sera terbangun dan langsung panik melihat ke arah anak dan juga istirnya.
“Sera bangun sera” ucap tiara menepuk pelan pipi sera.
Sera juga terbangun dan juga panik melihat mamanya yang terjatuh. Mereka langsung mengajak sera dan kedua orang tuanya itu menaiki mobil luis saja untuk ke rumah sakit.
. . .
“bas lo merasa aneh ngak sih” ucap caca.
“aneh apanya” jawab bastian fokus menyetir.
“ya masa apinya tiba-tiba aja bisa padam kan aneh” ucap caca yang sedari tadi diam.
“iya juga sih, padahal tidak hujan tapi mendadak apinya padam” ucap bastian setuju dengan caca.
“seperti ya kita harus cari tau” ucap caca.
“gimana caranya ?” tanya bastian.
“gimana kalau kita balik kesana, kita lihat ada cctv atau tidak, kan kita bisa lihat dari cctv” ucap caca.
“jadi kita putar balik ni” ucap bastian.
“ya iyalah bas, lo gimana sih” ucap caca kesal dengan bastian.
Mereka pun kembali ke rumah sera untuk mencari tahu keanehan yang terjadi di rumah sera.
__ADS_1
. . .
“kenapa tiara belum juga pulang” ucap nenek anisa khawarir.
Sedari tadi perasaan nenek anisa tidak enak, entah kenapa dia kepikiran dengan tiara sedari tadi.
“coba kalian telpon tiara” ucap nenek anisa.
“iya nek” ucap aqila.
Aqila langsung menghubungi tiara. Pangilan pertama tidak terjawab, aqila mencoba menghubunginya lagi. Sedangkan nenek anisa semakin panik karena tiara tidak mengangkat telponnya.
Saudara tiara menenangkan nenek anisa. Segitu sayangnya nenek anisa kepada cucu-cucunya. Sampai nenek anisa bisa merasakan bahwa terjadi sesuatu terhadap cucunya itu.
Tidak membutuhkan waktu lama luis, tiara, fifan, sera dan kedua orang tuanya sudah sampai di rumah sakit.
Suster langsung membawa kedua orang tua sera ke dalam ruangan untuk langsung di perikasa, papa sera juga ikut di periksa karena papa sera kembali pingsang.
“aqila” ucap tiara melihat pangilan masuk dari aqila.
Aqila langsung mengangkat telpon dari aqila.
(Via telepon)
Hallo qila, kenapa.
Lo dimana ?
Gue di rumah sakit.
Rumah sakit, lo kenapa, lo baik-baik saja kan ?”
Seketika mereka panik dan khawatir mendengar tiara di rumah sakit, aqila sudah menlock speaker jadi mereka semua bisa mendengar ucapan tiara.
Gue baik-baik saja, orang tua tiara masuk rumah sakit
Kok bisa, memangnya apa yang terjadi.
Nanti gue ceritain di rumah.
Ya udah, kalau ada apa-apa kabarin kita
Ok
Tiara langsung menutuo telepon itu.
Tidak lama dokter pun keluar dan menjelaskan kondisi kedua orang tuanya. Dokter memberitahukan bahwa papanya dan mamanya membutuhkan donor darah.
Tanpa pikir panjang sera langsung ingin mendonorkan darahnya. Suster pun mengajak sera untuk di periksa dulu.
Sera deg degan menunggu hasilnya. Sera sangat khawatir akan kondisi kedua orang tuanya.
. . .
“sebaiknya kalian susul tiara ke rumah sakit” ucap nenek anisa.
“biar gue aja yang susul” ucap dion.
“ya udah kamu hati hati kalau ada apa-apa kabarin kita ya” ucap rion.
“ok” ucap dion.
__ADS_1
“pakai mobil saja dion” ucap nenek anisa.
Dion hanya menganguk sebagai jawaban. Dion langsung pergi ke rumah sakit mengunakan mobil. Dion membawa mobil dengan kecepatan tinggi agar bisa cepat sampai di rumah sakit.