
Sekarang lala sudah sampai di rumahnya. Lala langsung di sambut rita dengan tatapan tajam. Lala hanya bisa menunduk takut.
“siapa mereka lala dan kenapa kamu jam segini sudah pulang” ucap rita tanpa mempersilakan tamunya masuk.
“mereka kakak yang sudah tolong lala ma” ucap lala masih menunduk tidak berani melihat ke arah mamanya.
“memangnya apa yang terjadi sama kamu sampai mereka menolong kamu ?” tanya rita ketus.
Lala pun menceritakan semuanya kepada rita namun rita sama sekali tidak peduli bahkan tidak merasa kasian sama sekali.
“makannya kalau kamu jualan itu harus yang cerdas, kalau ada lihat preman seperti mereka ya kamu lari jangan terus jalan lewat mereka” kesal rita menoyor kepala lala.
“tante tolong jangan gitu dong sama lala” ucap kirana.
Kirana kasian dengan lala begitu juga saudaranya. Mereka tidak habis pikir dengan sikap mamanya kepada lala.
“eh kamu tidak usah ikut campur” ucap rita.
Mereka hanya geleng-geleng kepala melihat sikap rita.
“sekarang gimana, kita mau makan apa kalau kamu tidak dapat uang” ucap rita marah.
Lala memberikan uang kepada rita yang dia dapat sebelum genk rajawali menghancurkan dagangan lala.
“Cuma segini, mana cukup lala” ucap rita emosi.
Tiara yang mulai kesal melihat sikap rita pun mengeluarkan uang dan memberikan kepada rita. Rita pun langsung mengambil uang itu. Bahkan tidak ada rasa malu sama sekali padahal tadi sudah memarahi mereka.
“sekarang tante tidak usah memarahi lala lagi” ucap tiara.
Tanpa menghiraukan ucapan tiara, rita langsung saja mengambil tasnya di dalam rumah dan langsung pergi dari rumah tanpa sepatah katapun. Bahkan meminta maaf saja tidak kepada ke enam bersaudara itu.
Pada saat lala sampai di rumah rita sebenarnya mau pergi. Namun urung karena melihat lala yang cepat pulang.
Lala pun merasa tidak enak dengan keenam bersaudara itu, lala langsung meminta maaf atas sikap mamanya itu. Lala juga mengajak mereka masuk.
. . .
“kita harus cari tau siapa yang udah melakukan ini” ucap bastian.
“udah tidak perlu cari tau, sudah pasti genk elang pelakunya” ucap dimas.
“kenapa lo sangat yakin ?” tanya ica.
“kan udah dibilangin tadi genk elang itu musuh kita sudah pasti mereka lah pelakunya” ucap dimas sangat yakin.
“rian, apa ada pintu atau jendela lo yang rusak ?, atau lo ada tanya sama penjaga rumah lo ?” ucap caca menanyakan beberapa hal kepada rian.
__ADS_1
Rian pun memangil penjaga dan menanyakan apakah ada yang datang ke rumahnya selain genk rajawali. Rian juga menyuruh pembantu mengecek pintu dan jendela, apakah ada yang rusak.
Rian juga melihat cctv namun tidak ada tanda-tanda orang lain datang selain genk rajawali.
“tu tidak ada yang datang ke rumah gue selain kalian” ucap rian.
“apa jangan-jangan mereka sudah mengawasi rumah lo jadinya mereka tau dimana tidak terekam cctv jadi mereka lewat sana” ucap dimas masih menuduh genk elang.
“ah sudah lah gue pusing” ucap rian memijat pelipisnya.
“pusing apaan lo” ucap dimas mengejek.
“lo itu kenapa sih sedari tadi lo gue lihat memojokkan rian terus” ucap bastian.
“ya karena dia sudah membuat nama genk kita buruk” ucap dimas.
“lo bilang apa tadi” ucap rian yang mulai tersulut emosi. Tidak terima dengan yang di ucapkan dimas.
“gue bilang lo sudah membuat nama genk rajawali buruk, bahkan sekarang mereka mengira kita ini lemah” ucap dimas menaikkan suaranya dan menunjuk ke arah rian.
Tanpa aba-aba rian langsung memberikan Bogeman mentah ke dimas. Dimas yang tidak terima pun membalas rian. Terjadi perkelahian antara dimas dan juga rian. Untuk saja di lerai oleh bastian, ica dan caca.
“stop kenapa malah kalian berdua yang berantem” ucap bastian setelah melerai mereka berkelahi.
“udah gini aja kita cari tau siapa yang sudah melakukan ini, kalau memang benar pelakunya adalah genk elang kita langsung serang mereka” ucap caca pada akhirnya.
Mereka semua setuju dengan caca. Percuma mereka menyerang genk elang pasti mereka tidak akan mendapatkan apa-apa tanpa adanya bukti. Genk elang pasti tidak akan mau mengakuinya.
. . .
“lala cuba kamu cerita sama kakak, kenapa mama kamu bersikap seperti itu” tanya tiara.
Awalanya lala ragu untuk menceritakannya namun setelah berpikir akhirnya lala mau menceritakan semuanya kepada aqila, tiara, dion dan gino.
“ya allah kasian banget kamu lala” ucap aqila prihatin.
“terus sekarang kamu mau melakukan apa ?” tanya tiara.
“aku mau cari cctv itu sama surat rumah ini kak” ucap lala.
“ya udah kalau gitu kakak bantu kamu ya” ucap aqila.
Lala setuju di bantu oleh empat saudara itu. Sedangkan kirana dan rion terus mengikuti rita.
Mereka mengikuti dengan membuat dirinya dan juga kirana transparan. Rion bisa transparan dan bisa membuat orang transparan termasuk juga benda.
“ini kayaknya rumah rentenir deh” ucap kirana Mengecilkan suaranya, takut di dengar oleh orang lain. Meskipun mereka transparan tadi suara mereka tetap bisa di dengar oleh orang lain.
__ADS_1
“udah kita lihat aja, apa tujuan mama lala kesini” ucap rion yang juga mengecilkan suaranya.
“ada apa lo kesini” ucap si rentenir.
“jadi gini, gue mau jual rumah yang gue tempati itu” ucap rita langsung to the point.
“berapa lo mau jual ?” tanya si rentenir.
Rita pun menyebutkan nominalnya kepada rentenir itu. Rentenir itu tidak setuju, bagi rentenir itu harga yang mahal.
Cukup lama mereka menentukan harya yang cocok untuk rumah itu. Akhirnya mereka ambil harga tengah-tengah.
Rita yang tidak mau lagi lama-lama menempati rumah itu serta tidak mau lagi mengurus lala pun mau dengar harga jual yang menurut rita murah.
“mana sertifikat rumahnya ?” tanya rentenir itu.
Rita pun membuka tasnya tapi rita tidak menemukan sertifikat rumah itu. Rita bahkan mengeluarkan isi tasnya namun tidak menemukan sertifikat rumah itu.
Akhirnya rita pun memutuskan untuk pulang mengambil sertifikat rumah.
Kirana dan rion yang mendengarkan itu pun mengabari saudaranya bahwa rita ingin pulang ke rumah mengambil sertifikat rumah itu untuk di jual.
. . .
Kinan dan teman-tamannya sudah sampai di sebuah restoran yang terkenal enak akan makanannya dan sudah pasti harga yang tidak murah.
Teman kinan memesan makanan yang harganya bisa dikatakan mahal. Tidak ada teman kinan yang memesan makanan satu, mereka memesan banyak makanan.
Kinan yang melihat temannya itu seketika panik dan pusing. Kinan menebak nebak bahwa uangnya tidak cukup untuk membayar makanan temannya itu.
“aduh gimana ini, uang aku tidak cukup buat bayar ni makanan” ucap kinan dalam hati.
“aku harus gimana ya” ucap kinan yang mulai khawatir.
“kinan lo tidak mau pesan makanan ?” tanya teman kinan. Sekita kinan menjadi kaget.
“a iya, kalian aja yang pesan duluan” ucap kinan.
“apa aku kabur aja dari sini” ucap kinan terus memikirkan cara agar dia tidak membayar makanan temannya itu.
Cukup lama kinan berpikir akhirnya kinan memutuskan untuk kabur saja.
“guys gue ke toilet dulu ya” ucap kinan.
“iya, tapi cepat ya” ucap teman kinan.
Kinan berusaha mencari jalan keluar selain pintu utama. Tidak lama kina menemukan pintu keluar. Kinan keluar lewat samping.
__ADS_1
Karena buru-buru kinan tidak melihat ada mobil yang melaju kencang yang membuat kinan tertabrak oleh mobil itu.
Seketika orang-orang yang ada di sana langsung menuju ke tempat tabrakan itu. Bahkan teman kinan juga ke sana. Sekarang kinan dalam perjalanan ke rumah sakit setelah salah seorang menelpon ambulan.