
“lala mana sarapan kami” ucap rita.
“ya bentar ma” ucap lala.
Lala masih tetap melakukan tugasnya seperti biasa. Sekarang dua nasi goreng sudah tersedia di meja makan. Lala sudah makan duluan dan sekarang sedang bersiap-siap untuk berjualan.
“ma lala pergi dulu ya” ucap lala dan ingin bersalaman dengan mamanya namun sama seperti biasa, rita tidak mau bersentuhan dengan lala.
“assalamualaikum ma” ucap lala menarik lagi tangannya.
“ya waalaikumsalam” ucap rita acuh tak acuh.
Lala pergi dari rumah untuk berjualan. Namun lala mampir dulu ke rumah sekar. Karena kemaren sekar memintanya ke rumah sebelum berangkat jualan. Sedangkan rita memangil anaknya untuk sarapan.
“kinan ayok sarapan nak” ucap rita.
Kinan pun keluar dari kamar dan sudah rapi juga cantik.
“wah cantiknya anak mama, kamu mau kemana ?” ucap rita.
“mau jalan-jalan sama teman ma” ucap kinan.
“ya sudah habiskan sarapan kamu dulu setelah itu baru pergi sama teman kamu” ucap rita.
Hari ini adalah hari minggu jadi kinan tidak sekolah. Kinan pun mengajak jalan-jalan temannya. Tentu saja temannya mau karena kinan yang traktir.
“ma minta uang dong” ucap kinan setelah makan.
Rita pun memberikan uang kepada kinan namun kinan merasa tidak cukup dengan yang di berikan mamanya.
“ya mama, kok Cuma segini, mana cukup ma, tambahin dong ma” ucap kinan merengek.
“uang kita sudah menipis kinan, udah itu sudah banyak” ucap rita menolak memberikan lebih.
“tapi ma ...” belum selesai kinan bicara rita dengan cepat memotong pembicaraan kinan.
“mau segitu atau mama ambil kembali” ucap rita tegas.
Mau tidak mau kinan harus menerima pemberian mamanya yang menurut kinan sedikit.
Sedangkan lala sudah sampai di rumah sekar.
Tok
Tok
Tok
“Assalamualaikum tante” ucap lala mengetok pintu.
Tidak lama terdengar suara langkah kaki menuju pintu
Ceklek
“waalaikumsalam, lala” ucap sekar.
Sekar langsung menyuruh lala masuk.
__ADS_1
“lala, tante sudah daftarkan kamu sekolah, mulai besok kamu akan sekolah lala” ucap sekar.
“lala sekolah tante” ucap lala kaget.
“iya, tapi ya sekolah biasa bukan sekolah elit, tidak apa kan sayang” ucap sekar.
“tidak apa-apa tante terima kasih banyak tante, tapi gimana caranya tante bisa masukin aku sekolah, padahalkan ...” sekar langsung memotong ucapan lala.
Sekar sudah tau kemana arah pembicaraan lala.
“kamu tidak usah pikirin itu, yang terpenting sekarang kamu sekolah” ucap sekar.
Lala tidak mau bertanya labih lagi. Mendengar dia sekolah saja sudah membuat dia sangat senang.
“terima kasih banyak ya tante” ucap lala memeluk sekar.
“iya lala sama-sama” ucap sekar setelah mengurai pelukannya.
“tapi tante bagaimana aku jualan kalau aku sekolah tante” ucap lala seketika bimbang.
“kamu tidak usah pikirin itu, kamu bisa letakkan gorengan itu di kantin, tante sudah cari tau dan tante tanya ke orang itu katanya boleh meletakkan gorengan di kantin itu” ucap sekar.
“terima kasih banyak ya tante, tante baik banget” ucap lala.
Setelah membicarakan itu lala pun pergi untuk berjualan.
. . .
“apa kalain jadi dengan rencana kalian ?” tanya nenek anisa.
“ya sudah tapi kalian harus hati-hati ya” ucap nenek anisa.
“siap nek” ucap mereka kompak.
Setelah mereka sarapan, mereka langsung pergi ke rumah rian. Mereka sudah mengetahui di mana rumah rian.
Rionmembawa gino langsung menghilang pergi ke rumah rian dan tiara terbang pergi ke rumah rian, sedangkan yang lainnya mengawasi melalui cermin.
Sekarang mereka sudah sampai di rumah rian, di balkon kamar rian.
“lo sudah pastiin kalau ini kamar rian ?” tanya tiara.
“sudah” ucap rion singkat.
“ya sudah ayo kita masuk” ucap tiara.
“tunggu dulu tiara, lo mau masuk lewat mana ?” tanya rion.
“ya lewat sini lah” ucap tiara menunjuk ke arah kaca di depannya.
“tiara ini terkunci dari dalam, mana bisa kita masuk” ucap rion tidak habis pikir dengan tiara.
“oh ya juga ya” ucap tiara mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
“udah Kita dobrak saja” ucap gino.
Akhirnya jendela itu bisa juga terbuka oleh mereka. Mereka langsung masuk, rion pun kaget melihat kehadiran rion, gino dan tiara.
__ADS_1
“kalian ngapain kalian kesini, mau apa kalian hah” ucap rian kaget.
Sebelum rian melakukan tidakan, gino langsung menghipnotis rian. Mengintruksikan agar rian mengaku. Sedangkan tiara dan rion merekam pengakuan rian.
Setelah selesai gino mengintruksikan untuk rian tidur kembali dan bangun setelah mereka pergi.
mereka langsung pergi dari sana lewat pintu tidak lagi lewat jendala. Dan rion langsung membawa tiara dan juga gino menghilang. Sekarang mereka sudah sampai di rumah.
“akhirnya selesai juga, sekarang mereka tidak akan menuduh lo curang lagi” ucap kirana lega sekaligus senang karena sudaranya tidak dinpandang remeh lagi oleh orang-orang lain karena berita yang menyatakan rion curang.
“tapi kalian sekarang harus waspada, nenek yakin dengan kalian melakukan ini sudah pasti ratu kegelapan bisa merasakan adanha kekuatan dahsyat” ucap nenek anisa.
“kenapa nenek bicara seperti itu” ucap tiara bingung.
“kemaren nenek ada melihat seorang laki-laki yang mengunakan kekuatan kegelapan untuk mempengaruhi orang untuk berbuat jahat, dan nenek mendengar temannya memangil nama laki-laki itu dimas. mereka mengunakan jaket bertuliskan rajawali” jelas nenek anisa panjang lebar.
“rajawali nek” ucap aqila kaget.
“apa kalian mengetahui tentang rajawali itu, apa itu juga genk ?” tanya nenek anisa.
. . .
“ma teman aku udah jemput, aku pergi dulu ya” ucap kinan.
“ya, hati-hati ya” ucap rita.
“iya mah, dah mama” ucap Kinan melambaikan tangannya.
“sekarang gue harus menemui rentenir itu, gue harus tanya lagi apa dia mau membeli rumah ini” ucap rita setelah melihat anaknya pergi.
“kita mau kemana ni gays” tanya kinan.
“ya ke mall lah, kita shopping” ucap temannya senang.
Sedangkan kinan harus berpikir dimana dia mendapatkan tambahan uang sudah pasti uangnya tidak akan cukup. Pasti taman-temannya akan membeli barang-barang mahal.
“lo jadi kan traktir kita” ucap teman kinan.
“adu gue harus jawab apa ya, uangnya pasti tidak akan cukup ni” ucap kinan gelisah dan binggung.
“kan kemaren gue bilang traktir makan” jawab kinan.
Kemaren kinan yang berjanji akan mentraktir tamannya makan.
“yah ngak asik lo nan” ucap tamannya. Padahal temannta sudah memikirkan apa saja yang akan dia beli tanpa harus dia bayar.
“ya mana gue tau kalian mau belanja ke mall. Jadinya mama gue Cuma kasih uang sedikit deh, ya salah gue juga sih nolak dikasih uang banyak. Kan gue pikir kalau makan tidak perlu terlalu banyak uang” kinan memberi alasan.
“ya elah kinan, gimana sih lo” ucap teman yang satunya lagi.
“ya gimana lagi, kalian tidak bilang mau ke mall” ucap kinan tidak mau kalah. Bagi kinan ini adalah kesempatan buat dia untuk mengelak tidak membayar belanjaan teman-temannya.
“ya udah kita ke mall, bayar sendiri-sendiri tapi lo harus ingat buat traktir kita makan” ucap temannya yang paling kaya.
“ya, ya tenang aja” ucap kinan terlihat lega.
Kinan berharap temannya tidak memasan makanan mahal dan kinan berharap uangnya cukup.
__ADS_1