Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 54


__ADS_3

“bos kedua orang tua sera masuk ke rumah sakit dan membutuhkan donor darah bos” ucap angota genk black dragon.


“halangi mereka untuk mendapatkan pendonor” ucap bos black dragon.


“baik bos” ucap angota dragon.


“lo ingin orang itu meningal” tanya seorang wanita


“kalau bisa kenapa tidak” ucap bos black dragon tersenyum jahat.


“lo memang sangat jahat tau ngak” ucap seorang laki-laki.


. . .


Dion sudah sampai di rumah sakit


“gimana keadaan orang tua sera ?” tanya dion setelah sampai di hadapan sera dan angota genk elang.


“orang tua sera membutuhkan donor darah, sementara dara sera tidak cocok dengan ke dua orang tuanya” ucap fifian.


“kenapa bisa” tanya dion heran.


Mereka hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban.


“sampai saat ini kita belum mendapatkan pendonor untuk ke dua orang tua sera” ucap luis.


“gue malah merasa ada yang menghambat semua ini” ucap fifian.


“kenapa lo berpikir seperti itu ?” tanya dion.


“ya gue nebak aja” ucap fifian.


fifian memberitahukan golongan darah kedua orang tua sera. Untungnya darah dion sama dengan darah mama sera. Mereka juga menghubungi kirana karena kirana memiliki golongan darah yang sama dengan papa sera.


. . .


“ternyata dia leader black dragon” ucap reno yang melihat pemimpin black dragon.


Reno sudah sampai di markas black dragon. Tanpa black dragon sadari reno mendengar semua pembicaraan black dragon.


“jadi ini cara terbaru mereka untuk berbuat kejahatan, benar-benar licik” ucap reno.


“gue minta sama kalian awasi genk ini, halangi mereka pada saat berbuat kejahatan” perintah reno kepada anak buahnya.


“baik bos” ucap anak buah reno.


“gue akan ke rumah sakit dulu, kalian terus awasi pergerakan mereka” ucap reno.


Mereka menjawab ucapan bosnya itu dengan kompak. Reno sekarang sedang menuju ke rumah sakit tempat ke dua orang tua sera di rawat. Fifian telah memberitahu lokasi tempat orang tua sera di rawat.


. . .


“nenek aku harus ke rumah sakit” ucap kirana setelah menerima pangilan dari tiara.


“ya sudah kamu hati-hati, rion temani kirana ya” ucap nenek anisa.


“iya nek, ya udah yuk” ucap rion.

__ADS_1


Rion dan kirana menuju ke rumah sakit tempat ke dua orang tua sera di rawat.


Setelah sampai di rumah sakit kirana langsung mendonorkan darahnya sedangkan dion sudah mendonorkan darahnya tadi.


Sedangkan sera masih menagis di pelukan tiara.


“udah ya lo berdoa semoga kedua orang tua lo baik-baik saja” ucap tiara.


“gue, gue bukan anak mereka” ucap sera di sela tangisnya.


“lo tenang dulu, setelah keduanorang tua lo sadar, setelah kondisi mereka baik-baik saja lo tanya soal ini ke orang tua lo” ucap fifian.


“mungkin orang tua lo tau jawabannya” ucap luis.


Sera hanya mengangguk sebagai jawaban.


Sekarang sera sudah tidak menagis lagi, tapi sera memikirkan siapa orang tua kandungnya.


Mereka juga prihatin dengan sera, apa yang di alami sera pasti sangat berat.


Di tempat lain caca dan bastian sudah sampai di rumah sera.


“pintunya tidak di kunci” ucap bastian.


“ya udah kita langsung lihat rekaman cctv saja” ucap caca.


Mereka mencari dimana letak ruang cctv itu. Rumah yang besar membuat mereka kesulitan mencari ruangan cctv itu.


“gila ni rumah besar banget, susah banget nemu ruangan cctv” ucap caca


“semoga saja terekam” ucap bastian sambil membuka knop pintu terakhir yang ada di rumah itu. Sedari tadi caca dan bastian memasuki satu persatu ruangan yang ada di rumah itu.


“ya elah cctvnya rusak lagi” kesal caca.


“sepertinya cctvnya sengaja di rusak” ucap bastian.


“dari mana lo tau” tanya caca.


“lo pikir deh, mana mungkin cctv ini masih bisa aktif, pasti orang yang membuat kebakaran ini sudah mematikan cctvnya” ucap bastian.


“kalau lo tau cctv ini udah tidak berfungsi, kenapa lo mau ke sini untuk cek” kesal caca.


“ya untuk memastikan dan supaya tidak penasaran saja” ucap bastian santai sambil pergi keluar ruangan itu.


Sekarang mereka tidak bisa menemukan apa pun, tanpa mengungkapkan mereka benar-benar pensaran kenapa bisa api itu padam secara tiba-tiba.


Namun bastian dan caca hanya saling diam dengan pikiran mereka masing-masing. Namun mereka bertekat untuk mencari tau. Jujur saja mereka merasa jangal dengan semua yang terjadi.


Bastian dan caca pergi meningalkan rumah sera tanpa mendapatkan apapun.


Di rumah sakit kirana sudah mendonorkan darahnya, sekarang ke dua orang tua sera sudah baik-baik saja hanya menunggu mereka sadar.


“sera lo yang sabarnya” ucap kirana.


“ya, makasih ya lo udah mau donorin darah lo buat orang tua gue” ucap sera tulus.


“udah lo santai aja, selama gue bisa bantu gue pasti alan bantuin kok” ucap kirana dengan tersenyum.

__ADS_1


gue boleh jenguk bokap lo ?” tanya dion.


“ya boleh” ucap sera.


Dion masuk ke dalam ruangan papa sera di rawat. Ternyata papa sera sudah sadar.


“pasti sera sudah mengetahui kalau aku dan istriku bukan orang tua kandungnya, bagaimana cara aku memberitahu tentang kedua orang tua kandung sera” ucap papa sera dalam hati.


“apa maksud bokap sera berbicara seperti itu” ucap dion.


Dion mengurungkan niatnya dan langsung pergi keluar kembali. Sera belum mengetahui bahwa papanya sudah sadar.


“kalian kalau mau pulang tidak apa-apa kok” ucap sera.


“lo yakin sendiri disini” ucap tiara


“ya gue yakin, lagian ada suster sama dokter juga” ucap sera.


Mereka semua pergi dari rumah sakit menuju rumah mereka masing masing.


“fifian lo pulang sama gue aja” ucap dion.


“tidak usah abang gue lagi menuju kesini” jawab fifian.


“na itu orangnya” ucap fifian menunjuk ke arah mobil yang di bawa reno.


Reno turun dari mobil dan menanyakan keadaan sera dan kedua orang tuanya.


“syukurlah, semoga orang tua sera bisa cepat sadar” doa reno tulus.


Mereka semuanya mengaminkan ucapan reno.


“ya udah ayo kita pulang” ajak fifian.


“tunggu dulu” ucap tiara.


“ada apa lagi sih ti” ucap reno datar.


“gimana sama genk baru yang bernama black dragon” tanya tiara.


“dari mana lo tau kalau black dragon itu genk baru ?” tanya reno.


Hal itu membuat tiara kesal bukan main terhadap reno. Sebenarnya tiara malas untuk bertanya tapi dia sangat penasaran. Bagi tiara reno sangat menjengkelkan.


“tingal jawab apa susahnya sih” Ucap tiara kesal.


“udah besok aja kita bahas ini” ucap reno santai yang membuat tiara semakin kesal.


Tiara yang kesal langsung masuk mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang. Tiara tau betul pasti reno tidak akan mau menjawab pertanyaan tiara.


“awas ntar rusak tu mobil” ejek reno.


“dion ayo pulang” ajak tiara dengam wajah kesalnya.


Luis pulang sendiri, sedangkan tiara bersama dion dan kirana bersama rion.


“hati-hati gays” ucap kirana.

__ADS_1


“kalian juga hati-hati” ucap fifian.


“jadi aku bukan anak mama dan papa, jadi aku anak siapa ?” tanya sera bicara sendiri.


__ADS_2