
“lo kenapa dim ?” tanya ciko.
“gue merasa genk rajawali tidak akan mau lagi melakukan kejahatan” ucap dimas.
“kenapa lo berpikir seperti itu ?” tanya rani.
“ya gue merasa mereka itu takut akan ancaman reno” ucap dimas.
“kita berencana untuk menghapus video itu” ucap rani.
“bagus, secepatnya kalian lakukan rencana itu” ucap dimas.
“kayaknya gue punya rencana agar kejahatan semakin tersebar” ucap ciko.
“apa ?” tanya mereka berdua penasaran.
Ciko pun memberitahukan rencananya kepada kedua temannya itu.
“ide lo bagus juga” ucap dimas tersenyum licik.
“ok kita akan jalankan rencana ini besok” ucap rani.
Mereka semua setuju, sekarang mereka istirahat dan akan memulai hari besok yang menyenagkan dengan memulai rencana yang di berikan oleh ciko.
. . .
“dimas, apa benar genk yang kamu kendalikan itu tidak mau lagi berbuat kejahatan” tanya diana.
“sepertinya begitu ratu” ucap dimas memakan sarapanya.
“saya rasa mereka masih bisa dipengaruhi untuk berbuat kejahatan” ucap diana.
“ya saya juga merasa seperti itu ratu” ucap dimas.
“tetap pengaruhi mereka untuk berbuat kejahatan” perintah diana.
“baik ratu” jawab dimas.
“kami juga punya cara lain untuk menyebarkan kejahatan ratu” ucap dimas.
“rencana apa ?” tanya diana menjadi penasaran.
Dimas memberitahukan rencana yang sudah di bahas bersama ciko dan rani.
“ide kalian bagus juga, saya akan mendukung rencana kalian” ucap ratu setuju dengan rencana mereka.
Dimas tersenyum senang pada saat ratu kegwlapam bahwa rencananya bagus.
“apapun rencana kalian akan saya dukung asal itu berkaitan dengan kejahatan” ucap diana tersenyum senang.
“baiklah ratu kami akan menjalankan rencana itu hari ini” ucap dimas.
Ratu kegelapan hanya mengangguk sebagai jawaban. Dimas pun berpamitan untuk pergi ke kampus. Entah itu untuk belajar atau hanya ingin membully anak kampus, atau hanya asal kampus saja.
. . .
“gue senang akhirnya genk rajawali tidak lagi membully anak kampus” ucap neta.
“ternyata mereka takut juga akan ancaman reno” ucap marisa.
“ya lo benar sa” ucap malvin.
__ADS_1
“oh ya marisa, neta pulang kampus kalian berdua bantuin gue ya urus perusahaan” ucap malvin.
Malvin adalah anak dari adik papanya marisa sedangkan neta adalah anak dari kakak mama marisa
Semua bisnis milik keluarga di urus oleh malvin. Sedangkan marisa dan neta hanya membantu sebisa mereka.
Keluarga alexander dan keluarga mama marisa bersama-sama merintir bisnis. Sehingga menjadi bisnis yang maju. perusahaan itu dimiliki oleh kedua keluarga.
Keluarga yang saling mengenal dan sudah akrab memutuskan kedua keluarga menjodohkan mama dan papa marisa. Sehingga mereka bisa bersatu menjadi suatu keluarga.
“ok, kita pasti bantu lo” ucap neta.
“ya udah yuk kita ke kantor” ucap marisa.
Mereka pergi menuju kantor milik mereka.
. . .
“bagaimana apa kalian sudah menemukan dua pelindung itu ?” tanya ratu kebaikan.
“belum ratu” jawab seorang wanita.
“terus cari mereka” ucap ratu kebaikan.
“baik ratu” jawab seorang wanita.
“maaf yang mulia ratu saya merasa curiga bahwa ratu kegelapan sudah mengetahui bahwa keenam bersaudara itu manusia pilihan ratu” ucap seorang pria.
“ya saya juga merasakan hal yang sama” ucap ratu kebaikan.
“sepertinya kita harus ekstra menjaga mereka berenam itu ratu” ucap seorang wanita.
“semoga saja ratu” ucap seorang pria.
“beritahu hal ini kepada para pelindung” ucap ratu kebaikan.
“baik ratu” ucap mereka kompak.
“pergi lah cari dua pelindung itu secepatnya” perintah sang ratu kebaikan.
“baik ratu, kami permisi ratu” ucap seorang pria.
Mereka langsung menghilang menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing. Mereka akan memberitahukan berita ini kepada ke sepuluh pelindung.
“sepertinya saya harus ikut mencari kedua pelindung itu” ucap ratu kebaikan langsung menghilang menuju tempat tujuannya.
. . .
Sendirian aja lo ra” ucap luis.
“ya saudara gue lagi urus urusan mereka” ucap tiara.
tiara saat ini sedang berada di taman kampus sambil membaca buku. Sedangkan saudaranya yang lain sedang mengurus usaha mereka.
“kantin yuk” ajak luis.
“boleh juga” ucap tiara.
Luis dan tiara pergi ke kantin bersama tanpa mereka sadari reno dan fifian mengamati mereka berdua dari jarak yang tidak terlalu jauh.
“makanya bang kalau lo suka sama tiara itu bilang” ucap fifian.
__ADS_1
“apaan sih lo dek” ucap reno bete.
“jujur aja lah bang, gue tau kok kalau lo itu suka sama tiara” ucap fifian.
“”gue tidak suka sama tiara” ucap reno ketus.
“alah bang, bang, pakai acara nutupin lagi, gini, gini gue paham kali bang” ucap fifian.
“lo ngomongin orang gampang tapi giliran lo sendiri malah tidak bisa sesuai sama ucapan lo” ucap fifian.
“maksud lo apa ?” ucap reno.
“ya lo nasehatin gino, tapi abang apa ?” ucap fifian mulai memanasi.
“udah tidak usah bahas ini” ucap reno jenggah.
“jangan sampai abang menyesal karena tiara jadi milik orang lain” ucap fifian.
Reno jadi berfikir apa yang dikatakan oleh fifian benar. Reno pergi dari sana tanpa menjawab lagi ucapan fifian.
Reno duduk sendiri di sebuah bangku yang ada di kampus.
“gue harus gimana ya ?” tanya reno pada dirinya sendiri.
“gue akui gue suka sama tiara tapi setiap gue dekat sama tiara gue selalu deg degan, gue takut di tau, kan gue bisa malu” ucap reno yang gengsi.
“apa gue ajak tiara saja ke pesta topeng sera ya” ucap reno berpikir.
Reno dan tiara satu jurusan ditambah satu kelas jadi mereka mendapatkan undangan via online dari sera.
“ya elah pakai menjauh dari gue lagi, pasti bang reno sedang berpikir” ucap fifian.
“ya elah bang, bang pakai acara gengsi lagi, bilang aja suka apa susahnya” ucap fifian tidak habis pikir dengan abangnya itu.
“Ya udah lah aku pulang sendiri saja, biarin aja abang reno naik taksi atau dia telpon anak buahnya untuk menjemput” ucap fifian menuju mobilnya.
Sedangkan tiara dan luis sudah sampai di kantin.
“lo mau pesan apa ?” tanya luis.
Tiara pun memyebutkan apa yang dia mau makan. Setelah itu mereka mengobrol sebelum makanan mereka sampai.
“lo ada dapat undangan dari sera ?” tanya luis.
“ada” ucap tiara.
“lo ke acara sera bareng siapa ?” tanya luis.
Luis dan tiara satu jurusan ditambah satu kelas jadi mereka sama-sama mendapatkan undangan pesta topeng ulang tahun sera.
“gue juga tidak tau, ya palingan ajak saudara gue kalau salah satu dari mereka mau” ucap tiara.
“gimana kalau lo pergi bareng gue aja” ajak luis.
“ya boleh juga” ucap tiara setuju.
“ok kalau gitu gue jemput lo nanti” ucap luis.
“ok gue tunggu lo di rumah” ucap tiara.
Tidak lama makanan mereka datang. Mereka menikmati makanan mereka tanpa obrolan lagi.
__ADS_1