
“nenek” pangil dion.
“ya cu, mau beli keripik nenek” ucap nenek itu menawari.
“oh, iya, iya nek” ucap dion Tergagap.
“berapa banyak cu ?” tanya sang nenek.
“semuanya nek” ucap dion.
“beneran cu ?” ucap nenek itu. Nenek itu terlihat sangat senang mendengarkan bahwa dion akan membelikan semua dagangan nenek itu.
“beneran nek, berapa semuanya nek” ucap dion menanyakan berapa total semuanya keripik pisang yang dia beli itu.
“alhamdulialah, ya allah, terima kasih” ucap nenek itu bersyukur. Nenek itupun menyebutkan nominal yang harus dion bayar. Setelah nenek itu menyebutkan nominalnya dion memberikan uang itu ke nenek.
Dion memberikan uangnya lebih untuk nenek itu.
“banyak sekali cu” ucap nenek itu sambil mengembalikan uang lebihnya.
“tidak usah nek, untuk nenek aja” ucap dion menolak untuk mengambil uang yang disodorkan nenek itu.
“makasih banyak ya cu” ucap nenek itu.
“iya sama-sama nek” ucap dion dengan senyum. Nenek itu pun pergi dari sana.
“dion kamu ngapain disitu ?” tanya nenek anisa.
“ini nek aku beli keripik pisang” ucap dion.
Dion menoleh lagi kearah nenek itu, betapa terkejutnya dion saat melihat nenek itu jatuh pinsan. Dion langsung berlarinke arah nenek itu untuk menolongnya.
Nenek anisa yang melihat itu pun mengikuti arah dion berlari. Nenek anisa melihat dion menolong seorang nenek yang pingsan.
“kenapa dengan nenek ini dion, apa dia keserempet mobil ?” tanya nenek anisa.
“dion juga tidak tau nek” jawab dion.
“ya sudah kita bawa saja kerumah sakit” ucap nenek anisa.
Dion dan nenek anisa membawa nenek itu ke rumah sakit. Tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai dirumah sakit. Nenek itu dibawa masuk ke dalam rumah sakit dan diperiksa oleh dokter.
Setelah lama mereka menunggu akhirnya dokter keluar dan menjelaskan kondisi nenek itu.
Setelah mendegarkan penjelasan dari dokter tentang nenek itu mereka masuk untuk melihat kondisi nenek itu.
“alhamdulillah nenek sudah sadar” ucap dion.
Nenek nigrum itulah nama nenek yang ditolong oleh dion.
“maaf ya nek, saya mau menanyakan sesuatu ke nenek apa boleh ?” tanya dion.
“boleh cu, mau tanya apa ?” tanya nek ningrum.
“apa nenek memiliki keluarga ?” tanya dion hati-hati.
“nenek punya anak, menantu dan juga cucu” ucap nenek ningrum.
“dimana keluarganya nek nigrum ?” ucap nenek anisa.
Nenek ningrum hanya diam, sepertinya ada yang disembunyikan oleh nenek ningrum.
“ya sudah kami antar pulang ya” ucap nenek anisa.
Nenek itu hanya mengangguk. Dokter telah mengizinkan nenek ningrum itu pulang.
__ADS_1
. . .
“gays gue udah dapat info tentang mereka ” ucap dimas.
“apa cepat kasih tau ke kita” ucap ica
“mereka itu bersaudara, mereka tinggal berasama seorang nenek, namanya nenek anisa. Dan nama mereka berenam adalah aqila, tiara, kirana, gino, dion dan rion.” Ucap dimas.
“tapi gue lihat umur mereka tidak jauh beda atau mungkin sama” ucap caca.
“sepertinya mereka juga bukan orang sembarangan, sulit mengetahui tentang mereka, anak buah gue Cuma tau nama mereka dan mereka tinggal bersama seorang nenek” ucap dimas.
“mungkin saja mereka sepupuan” ucap ica menebak.
“bahkan tentang orang tua mereka saja anak buah gue tidak mendapatkan informasi” ucao dimas.
“menarik, kita tidak bisa angap remeh keenam orang itu” ucap bastian.
“Genk elang menawarkan mereka untuk bergabung, tapi mereka belum memberikan jawabannya” ucap dimas.
“gue tidak peduli mau mereka bergabung dengan genk elang ataupun tidak, yang gue mau mereka harus hancur” ucap rian dengan sorot mata tajam menyiratkan amarah yang besar.
Rian menaruh dendam kepada dion karena dia dikalahkan oleh dion.
“mereka itu hanya sekumpulan manusia lemah” sambung ica.
. . .
“sudah sampai, itu rumah nenek” ucap dion.
“iya, terima kasih sudah mau mengantarkan saya” ucap nenek ningrum tulus dengan tersenyum.
“iya sama-sama” ucap nenek anisa juga tersenyum.
Nenek ningrum turun dari mobil setelah itu melambaikan tangan saat mobil itu melaju pergi dari kediaman nenek nigrum, setelah tidak terlihat mobil yang di kendarai dion nenek ningrum masuk ke dalam rumah.
“maaf ya nak, ini ibu mau langsung masak” ucap nenek ningrum.
“katya sabar ya, tunggu sebentar nenek masak dulu” ucap nenek ningrum lembut.
“udah buk cepatan, kami lapar ni” bentak anaknya.
“iya sabar kira” ucap nenek ningrum.
Nama anaknya adalah kira. Mereka tidak pernah memperlakukan Nenek ningrum dengan baik. Selalu menyuruh ini itu, bahkan nenek nigrum kurang istirahat karena banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan serta mencari uang.
. . .
“nek kenapa ya disaat dekat dengan nenek itu aku melihat ada cahaya” ucap dion binggung.
Tanda jika mereka harus menolong orang itu adalah munculnya cahaya yang tentunya hanya bisa dilihat oleh aqila, tiara, kirana, gino, dion dan rion.
“itu artinya kalian harus membantu nenek ningrum” ucap nenek anisa.
“nenek ningrum siapa dia ?” tanya tiara.
Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga
“nenek nenek yang gue tolong tadi” ucap dion.
“gino, wajah kamu kenapa, lebam seperti itu ?” tanya nenek anisa.
“tadi jatuh nek” bohong gino. Walaupun sebenarnya gino tidak sepenuhnya bohong, karena gino juga sempat jatuh di tendang oleh dimas. Gino hanya tidak jujur soal dia berantem dengan dimas dan juga rian.
“itu pelipis kenapa ?” tanya nenek anisa. Nenek anisa curiga bahwa gino seperti tidak hanya jatoh tapi nenek anisa tidak tau pasti kenapa gino bisa terluka dan juga lebam di wajahnya.
__ADS_1
“waktu gino jatuh kebentur di tembok nek” ucap gino. Gino terlihat gelisah saat nenek anisa bertanya kepadanya.
“benar, kamu lagi tidak bohong sama nenek kan ?” tanya nenek anisa penuh selidik.
“be benar nek, gino tidak bohong” ucap gino sedikit gugup.
“maafin gino ya nek udah bohong, gino tidak mau membuat nenek khawatir” ucap gino dalam hati.
“benar itu aqila ?” tanya nenek anisa beralih menanyakan kepada aqila. Nenek anisa tidak percaya dengan alasan yang di berikan oleh gino.
“aqila kirang tau nek, tadi pas aqila samperin gino udah ke gitu” ucap aqila.
Ya apa yang dibilang aqila benar. Aqila tidak melihat gino berantem, karena aqila masih dikelas mengikuti pelajaran. Aqila mengatahuinya pun dari mahasiswa lain.
“kenapa kita harus menolong nenek ningrum nek” tanya kirana mengalihkan pembicaraan.
Saudara gino yang lainnya sudah mengetahui penyebab wajah gino seperti itu. Tadi gino sudah menceritakan semuanya kepada saudaranya itu dan sempat meminta saudaranya untuk merahasiakan ini dari neneknya. Gino takut neneknya menjadi khwatir. Hanya tinggal tinggal dion yang belum mengetahui. Alasan sebenarnya.
“apa kalian lupa, waktu itu kalian bermimpi harus menolong orang lain yang membutuhkan bantuan. dengan begitu kekuatan kalian semakin bertambah” ucap nenek anisa membuat mereka teringat kembali akan mimpi dimana mereka bermimpi yang sama. Mengenai mereka yang harus melakukan kebikan.
Flashback on
Dimalam itu disaat mereka berumur lima belas tahun, mereka mengalami mimpi yang sama dimana mereka harus menolong orang yang membutuhkan bantuan mereka. Satu kebaikan akan membuat kekuatan mereka bertambah.
Mereka bermimpi harus melakukan kebaikan agar kekuatan mereka semakin hebat dan mereka bisa bertambah kuat.
Mereka bisa mengetahui jika orang itu membutuhkan bantuan mereka dengan adanya cahaya di orang yang mereka tolong.
“kalian kenapa, apa yang terjadi ?” tanya nenek anisa yang melihat cucunya terbangun sambil berteriak.
dengan kompak mereka bilang tunggu.
“tadi aku bermimpi mendegar suara . . .” karina pun menjelaskan semuanya kepada nenek anisa.
Saudaranya yang mendengar penjelasan itupun mengatakan bahwa mereka bermimpi yang sama.
“mungkin ini petunjuk untuk kalian” ucap nenek anisa.
“petunjuk nek ?” ulang aqila.
“ya, kalian itu memiliki kemampuam istimewa, manusia pilihan, kalian beruntung karena kalian diberikan kekuatan ini dan mungkin dengan kekuatan ini bisa membantu kalian untuk memudahkan kalian membantu orang yang membutuhkan bantuan.” Ucap nenek anisa.
“ya bisa jadi nek” ucap gino.
“tapi bagaimana jika kami tidak bisa membantu orang itu ?” tanya aqila.
“jangan pikirkan itu, jalani saja dulu, nenek yakin kalian pasti bisa membantu orang itu” ucap nenek anisa menyakinkan cucu-cucunya.
“ya sudah kalian tidur lagi” ucap nenek anisa
“ya nek” ucap tiara.
Mereka pun kembali ke kamar.
Flashback of.
“oh iya ya, kok bisa lupa ya soal itu ya” ucap kirana.
“ya bisa aja, lagian selama kita kebanyakkan ketemu sama orang jahat dari pada orang baik” ucap tiara.
“selama ini kita ketemu sama orang tidak ada tanda tanda bahwa orang itu membutuhkan bantuan kita” ucap tiara.
“ya udah kalau gitu kita akan membantu nenek ningrum itu” ucap aqila.
“ya udah meningan kita istirahat aja” ucap dion.
__ADS_1
“ya, besok lagi kita bahas ini” ucap rion.
Mereka semuanya pergi ke kamar mereka masing masing untuk iatirahat.