
Di luar kamar nenek anisa ketemu dengan kirana. Kirana lah yang duluan keluar dari kamar rion.
“nenek, nenek belum istirahat ?” tanya kirana.
“belum ini nenek mau cek kalian soalnya tadi nenek lihat ke kamar kalian, kalian tidak ada makanya nenek mau cek lagi apa kalian sudah pulang atau belum” jawab nenek anisa.
Mereka semua sudah keluar dari kamar rion, bahkan rion pun ikut keluar kamar
“maaf ya nek, kita sudah bikin nenek khawatir” ucap aqila.
“ya, tidak apa-apa, apa kalian sudah makan ?” tanya nenek anisa.
“sudah nek” jawab tiara.
“ya sudah kalau begitu nenek mau istirahat kalian juga ya, ingat jangan sering begadang” ucap nenek anisa menasehati.
“siap nek” ucap mereka kompak.
Sekarang mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
. . .
“permisi ratu” ucap orang kepercayaan ratu kegelapan.
“ada apa kamu kesini” ucap ratu kegelapan.
“saya sudah tau siapa-siapa saja yang manusia pilihan itu” ucap orang kepercayaan ratu kegelapan.
“siapa ?” ucap ratu kegelapan penasaran.
orang kepercayaan ratu kegelapan menunjukkan wajah-wajah yang selama ini di cari oleh ratunya itu.
“jadi mereka pemilik kekuatan yang dahsyat itu” ucap ratu kegelapan.
“ya ratu” ucap orang kepercayaan ratu kegelapan
“bagus, kerja yang bagus” ucap ratu kegelapan senang.
Akhirnya dia bisa menemukan pemilik kekuatan yang dahsyat yang selama ini di carinya.
“sepertinya percuma ratu memberikan mereka kekuatan dan kepercayaan untuk mencari pemilik kekuatan dahsyat itu kepada mereka” ucap orang kepercayaan ratu kegelapan.
Yang saat ini bersama ratu kegelapan adalah orang yang sejak dulu bersamanya. Pengikut setianya.
“tentu saja tidak percuma, mereka bisa aku manfaatkan untuk mereka berbuat kejahatan dengan begitu kekuatanku juga bertambah” ucap diana ratu kegelapan.
“apa ratu tidak takut jika nanti mereka berkhianat” ucap pengikut setianya.
“aku sangat yakin mereka tidak akan berkhianat” ucap ratu kegelapan yakin.
. . .
“sudah saatnya aku menghentikan kepura-puraan ku ini” ucap pika kepada lawan bicaranya.
Selama ini pika berpura-pura terpengaruh oleh pengikut kegelapan, berpura-pura melakukan kejahatan dan selalu mengikuti ucapan seorang wanita yang selalu mempengaruhinya. Pika tidak diketahui oleh ratu kebaikan bahwa dia juga pelindung ke enam bersaudara itu.
“bagus itu, lagi pula kita sudah tau siapa saja pengikut ratu kegelapan” ucap lawan bicaranya.
“ya lo benar kana, kita sekarang sudah mengetahui siapa kawan dan siapa lawan” ucap kana senang.
Kana juga merupakan pelindung ke enam bersaudara itu yang tidak di ketahui oleh ratu kebaikan.
__ADS_1
Kana dan pika tinggal satu rumah. Meskipun mereka tidak bersaudara tapi mereka memilih untuk tinggal bersama karena mereka sudah tidak memiliki keluarga.
“selalu awasi wanita itu, jangan sampai dia melakukan kejahatan lagi” ucap pika
“aku akan membuat rani selalu percaya dengan ku, kalau aku ini manusia biasa” ucap kana lagi.
Yang selalu mempengaruhi pika adalah rani. Rani juga merupakan pengikut ratu kegelapan. Rani selalu mempengaruhi dan mengendalikan orang-orang yang diincarnya untuk melakukan kejahatan.
“bagus” ucap pika.
“kalau bisa lo bantu rani berubah mejadi baik” ucap kana.
“akan gue usahakan” ucap kana.
“aku yakin rani pasti bisa berubah menjadi baik” ucap pika.
“ya semoga saja” ucap kana.
“sepertinya kamu sebentar lagi akan bergabung dengan genk elang” ucap pika.
“ya, aku berhasil menyakinkan mereka agar mereka membawaku bergabung dengan genk elang.
“tapi bagaimana dengan rani” ucap pika.
“bagaimana apanya ?” tanya kana binggung.
“apa tidak berbahaya jika rani bergabung dengan genk elang ?” ucap pika khawatir.
“kamu kan tau sendiri kalau semua genk elang itu siapa” ucap kana.
Lagi pula ciko selama ini juga berada di genk elang” sambung kana.
“iya juga sih, lagi pula akan mudah untuk kita mengawasi mereka” ucap pika.
“oh ya soal ratu kebaikan, apa kita beritahu ratu kebaikan bahwa kita ini juga pelindung mereka berenam” ucap pika.
“nanti saja kita menemui ratu kebaikan” ucap kana.
“ya udah lebih baik sekarang kita istirahat” ucap pika.
Mereka pergi ke kamar mereka masing-masing.
. . .
Tiara dan kirana mengunjungi rumah fifian.
“assalamualikum” ucap mereka kompak.
“waalaikumsalam, cari siapa ya” ucap seorang paruh baya.
“kita cari fifian” ucap kirana
“ibu ini siapanya fifian ya ?” tanya kirana.
“saya art di rumah ini non” ucap art itu memberi tahu.
“fifiannya ada bi ?” tanya tiara.
“ada tunggu sebentar ya” ucap art itu.
Art itu menyuruh mereka masuk sedangkan art itu kangsung menghampiri majikannya.
__ADS_1
. . .
Sedangkan dion dan rion ke basecamp elang. Di basecamp hanya ada altan, brenden, lala, lula dan neta.
“gays kita mau tanya tau soal penambahan anggota, apa kalian masih mau menambah anggota ?” ucap dion.
“masih, memangnya ada yang mau bergabung ?” tanya altan.
“ada dua orang perempuan yang kemaren di billy sama genk rajawali, rencananya sih kita mau ajak mereka bergabung” ucap rion.
“kalau mereka mau ya ajak saja untuk bergabung dengan genk kita” ucap altan.
“jadinkalian setuju kalau mereka menjadi anggota genk elang ?” tanya rion.
“nanti kita kumpulkan anggota elang, kita tanya pendapat yang lainnya” ucap brenden.
Altan menghubungi yang lainnya untuk berkumpul di basecamp.
. . .
Aqila dan gino menemui kana dan rani. Saat ini kana dan rani sudah sampai di cafe. Sebelumnya aqila menghubungi kana dan rani. Aqila mengajak mereka bertemu. Mereka memutuskan untuk bertemu di cafe.
“sorry ya bikin kalian menunggu lama” ucap aqila merasa tidak enak karena mereka baru sampai dan sepertinya kana dan rani sudah lama sampai.
“santai saja, kita juga baru sampai” ucap kana.
Sebelum mereka mengobrol mereka memesan minuman terlebih dahulu.
“jadi kalian mau bicarain apa ?” tanya rani memulai obrolan.
“jadi gini, kita mau ajak kalian bergabung di geng elang” ucap aqila.
“genk elang, musuh genk rajawali itu ?” tanya kana.
“iya” ucap gino singkat.
“gimana kalian mau ?” tanya aqila.
“tapi kita tidak bisa ilmu beladiri, kita aja sering di bully dan tidak bisa melawan, apalagi menghadapi genk rajawali nantinya.” Ucap kana.
Kana ingin melihat sejauh mana usaha aqila membujuknya.
“kenapa kana malah menolak sih kan kalau bergabung dengan genk elang gue bisa bantu ciko” ucap rani kesal. Tentu saja rani hanya bisa di bicara dalam hati.
“soal itu gampang kita bisa melatih kalian” ucap aqila.
“gini aja beri kita waktu untuk berfikir” ucap kana.
“ayo rani bicara jangan hanya diam aja, gue pengen lihat usaha lo untuk bergabung dengan genk elang” ucap kana dalam hati.
“menurut gue lebih baik kita gabung dengan genk elang” ucap rani.
“lo yakin mau bergabung ?” tanya kana.
“ya gue yakin mau” ucap rani bersemangat.
“tapi gue masih membutuhkan waktu untuk berpikir” ucap kana.
“kana apa-apan sih kenapa tidak langsung terima aja” kesal rani dalam hati.
“ok, gini aja kita kasih waktu untuk kalian berpikir dulu” ucap aqila dan di angguki oleh kana.
__ADS_1
Sedangkan rani hanya diam saja. Rani masih kesal dengan kana.