Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 8


__ADS_3

“kita jual rumah ibu aja” ucap remon memberikan solusi.


“apa ada yang mau beli mas, rumah ibukan kecil” ucap kira yang tidak yakin.


“kira rumah ibu memang kecil tapi halamannya luas udah gitu rumah ibu pinggir jalan pasti banyak yau mau beli” ucap remon sangat yakin.


“ya udah mas, aku ikut saja” ucao kira pada akhirnya.


“kamu tau dimana ibu meletakkan sertifikat rumah ?” tanya remon.


“tau mas” ucap kira.


“akhirnya aku bisa menjual rumah itu, dengan begitu aku bisa bayar hutang dan bisa lanjut main judi online lagi aalagi gue udah adan calon pembeli” ucap remon senang. Tentu saja itu hanya diucapka dalam hati.


Ya ada yang ingin membeli rumah itu, namun remon meminta waktu kepada orang itu. Harga yang ditawarkan sangat mahal. Itu lah yang membuat remon tertarik menjual rumah meetuanya itu.


. . .


Disaat mereka masuk ke dalam nenek nigrum sudah sadar.


“alhamdulillah nenek sudah sadar” ucap kirana.


“nenek ada dimana, dan kalian ini siapa ?” ucap nenek nigrum binggung.


“nenek ada dirumah sakit” ucap aqila.


“Kenalin nek aku tiara, ini aqila dan ini kirana nek, kami saudaranya dion” ucap tiara memperkenalkan diri dan memperkenalkan saudaranya.


“oh kalian ini saudaranya nak dion” ucap nek nengrum.


“iya nek” ucap tiara.


“nenek mau pulang saja nak” ucap nenek nigrum.


“iya nek, tapi tunggu dokter periksa dulu ya, bentar aku pangilin dokter” ucap aqila.


Aqila memangil dokter untuk memeriksa nenek nigrum. Setelah dokter memeriksa nenek nigrum, dokter mengizinkan nenek nigrum untuk pulang, dokter juga sudah meresepkan obat untuk nenek nigrum.


. . .


“rion, apa tiara, kirana dan juga aqila sudah menghubungi lo ?” tanya gino.


“tidak” ucap rion.


Saat ini rion, dion dan gino diperjalanan menuju ke basecamp elang. Mereka akan memberikan keputusan itu hari ini.


“sudah kita tunggu saja kabar dari mereka” ucap dino yang sedang menyetir.


tiara, kirana dan juga aqila belum mengabari apapun kepada rion, dion dan gino mengenai keadaan nenek nigrum.


. . .


“ini mas sertifikatnya” ucap kira.


“mas juga sudah menghububgi pembelinya dan sebentar lagi dia datang” ucap remon kepada istrinya.


“aku mau nanya deh sama kamu mas” ucap kira.


“mau tanya apa ?” ucap remon yang saat ini sudah mulai bermain judi online.

__ADS_1


“ya soal pembeli rumah ini, kenapa kamu bisa cepat mendapat pembeli rumah ibu ini ?” tanya kira penasaran.


Soalnya mereka baru membahasnya pada saat perjalanan pulang, jangankan satu hari, bahkan baru beberapa jam remon sudah mendapatkan pemebli rumah ibunya itu.


“sebenarnya, ada seorang pengusaha yang mau membeli rumah ini” ucap remon.


“lalu” ucap kira semakin penasaran.


“orang itu berani membeli dengan harga mahal” ucap remon.


“oh” ucap kira baru tau.


. . .


“selamat datang dion, gino, rion di base camp elang” ucap malvin menyambut kedatangan dion, gino, rion. Malvin mempersilakan mereka duduk


“dion, gino, rion ada apa kalian datang kesini ?” tanya lula.


“kita mau kasih tau kalau kita mau bergabung dengan kalian” ucap dion.


“beneran kalian mau bergabung dengan kita ?” ucap altan memastikan.


“iya benar” ucap dion serius.


Mereka semua terlihat senang atas keputusan yang dion sampaikan tadi.


“selamat datang di genk elang” ucap altan senang meyambut anggota barunya.


“untuk merayakan kalian bergabung, gue akan traktir makan kalian semua di lestoran xxx” ucap altan.


“beneran tan ?” luis.


“ya beneran, nanti malam datang saja ke lestoran xxx” ucap altan.


“sial, mengapa mereka malah bergabung dengan genk elang ?” ucap rian kesal mengebrak meja yang ada dihadapannya.


“kenapa lo yang marah sih ?” kesal ica yang melihat rian marah.


“udah lah biarin aja mereka bergabung dengan genk elang itu, dengan mereka bergabung dengan genk elang maka dengan mudah kita hancurkan mereka. Kita bisa sekaligus menghancurkan mereka” ucap dimas santai.


“iya apa yang dibilang dimas itu benar” ucap caca


Saat ini genk elang sedang berkumpul di basecamp. Ada yang baru pulang dari kampus dan ada anggota yang memang sedari pagi di basecamp sedangkan keenam bersaudara itu tidak ada mata kuliah sama sekali hari ini.


“lebih baik sekarang kita pikirin rencana untuk menghancurkan mereka” ucap bastian.


Mereka semua diam dan mulai memikirkan rencana untuk menghancurkan genk elang.


. . .


“mas, ada yang mengetuk pintu tu mas” ucap kira.


“Ya udah kamu buka pintunya” ucap remon menyuruh istrinya membukakan pintu sedangkan dia sibuk dengan ponselnya itu. Apalagibkalau bukan bermain judi online.


Rika pun membukakan pintu. Tamu itupun memastikan bahwa rumah yang mereka kunjungi adalah rumah remon. Rika pun membenarkan bahwa rumah ini rumah remon.


Orang itu memebritahukan bahwa bos mereka ingin membeli rumah yang dimiliki oleh ibunya itu. Rika yang mendengar itupun memeprsilakan mereka masuk dan memberitahukan suaminya.


Remon pun sudah tidak lagi bermain ponsel dan menyambut tamu istimewanya itu.

__ADS_1


“selamat datang tuan” ucap remon menyambut kedatangan calon pembeli rumah mertunya itu.


Pemebeli itu tidak ingin lama lama. Mereka pun langsung melakukan transaksi jual beli. Untuk semua bahan untuk jual beli rumah itu telah di urus oleh anak buah pembeli tersebut.


“cepat kemasi barang kalian dan pergi dari sini, kami akan kembali sore nanti” ucap anak buah si pembeli.


“tenang saja di saat kalian datang nanti kami pastikan rumah ini sudah dikosongkan” ucap remon.


Mereka semua pergi dari sana sedangkan rika dan remon mengemasi barang mereka. Tidak lupa juga rika mengemasi barang ibu dan anaknya.


. . .


“nenek kita makan dulu ya” ucap tiara.


“bagaimana kalau makan di rumah nenek saja, kalau makan di luar nenek tidak punya uang” ucap nenek ningrum.


“tidak usah pikirkan soal uangnya nek, nanti biar kami yang bayar” ucap aqila.


“jangan nak, nenek sudah banyak merepotkan kalian” ucap nenek nigrum merasa segan.


“kami sama sekali tidak merasa direpotkan kok nek” ucap kirana.


“iya, nenek juga harus makan obat” ucap aqila.


“ya biar nenek cepat sembuh” timpal kirana.


“terima kasih ya nak, kalian sangat baik sekali” ucap nenek ningrum. Nenek ningrum bersyukur bertemu dengan anak anak yang baik seperti kirana, aqila dan tiara.


“ya sudah kalau begitu kita makan dulu ya nek” ucap tiara.


“iya nak” ucap nenek nigrum menurut.


Mereka pergi ke lestoran milik nenek anisa. Mereka aka. Makan disana saja karena lestoran itu satu arah juga dengan tujuan mereka jadi mereka tidak repot repot lagi mencari tempat makan.


. . .


“ma kenapa kita harus pergi dari rumah ini ma ?” tanya katya. Katya sudah pulang sekolah, disaat sampai rumah barangnya sudah dikemasi oleh mamanya. Bahkan katya tidak sempat menukar seragam sekolahnya.


“rumah ini sudah dijual jadi kita harus pergi dari sini” ucap kira.


“kenapa rumah ini di jual ma ?” tanya katya binggung.


“kamu tidak usah tau katya” ucap kira kesal.


“terus nenek mana ma ?” tanya katya.


“nenek kamu di rumah sakit” ucap kira.


Katya kaget saat mendengarkan neneknya masuk kerumah sakit “terus gimana keadaan nenek ma ?” tanya katya khawatir.


“mama tidak tau, sudah tidak sudah tanya soal nenek kamu, sekarang kita harus pergi” ucap kira.


“tapi ma nenek akan pulang kemana kalau rumah ini dijual dan nanti nenek kalau nenek pulang dari rumah sakit tau tau rumah ini sudah dijual nenek akan pergi kemana ma” ucap kira sambil mengis.


“udah kamu iru tidak usah pikirin nenek kamu” ucap kira yang sudah sangat kesal dengan anaknya. Karena sedari tadi kira selalu saja memikirkan neneknya itu.


“ma kita kerumah sakit yuk, lihat nenek sekalian kita kasih tau kalau rumah ini sudah dijual” ucap katya merengek.


“aduh katya, kamu itu jangan banyak ulah deh, kita ini harus pergi sekarang. Tidak usah pikirin nenek” ucap kira kesal

__ADS_1


“tapi kasihan nenek ma, nanti kalau nenek pulang kita tidak ada ma” ucap katya.


“sudah kamu tidak usah pikirin nenek kamu, sekarang kita harus pergi” ucap kira menarik tangan anaknya.


__ADS_2