Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)

Kemampuan Istimewa (Manusia Pilihan)
bab 18


__ADS_3

“sudah ya kamu jangan nangsis lagi, soal dagangan kamu tidak usah dipikirin ya” ucap tiara.


“kakak ada sedikit uang untuk kamu” ucap kirana memberikan beberapa lembar uang merah ke anak kecil itu.


“tidak usah kak, dengan kakak bantu aku tadi itu sudah cukup kak” ucap anak itu.


“oh ya nama kamu siapa ?” tanya aqila.


“nama aku lala kak” ucap lala mengenalkan diri ya.


“lala sayang kamu ambil ini ya” ucap aqila membujuk.


“tidak kak lala tidak bisa terima uang ini kak” ucap lala.


“kenapa sayang” tanya kirana.


Lala hanya diam tidak memebri jawaban.


“maaf ya kalau ucapan kakak menyinggung kamu, kalau misalnya dagangan lala seperti ini dan lala belum dapat uang apa lala masih punya uang untuk beli bahan untuk jualan besok” tanya tiara hati hati takut menyinggung anak itu.


Lala hanya mengeleng sebagai jawaban.


“ya sudah begini saja, angap aja lala pinjam uang ini untuk usaha lala, lala bisa kembalikan kapan pun lala punya uang” ucap kirana.


Lala tidak menolak lala setuju dengan usulan kirana. Lala pun mengambil uang itu.


“lala kakak mau tanya, boleh ?” tanya aqila.


“boleh kak, kakak mau tanya apa ?” tanya lala


“lala kak mau tanya, orang tua lala dimana ?” tanya aqila.


Lala tidak manjawab. Lagi lagi lala hanya diam saja. Sepertinya lala menyembunyikan sesuatu.


“ya sudah kalau lala tidak mau jawab, tidak apa apa juga kok” ucap aqila.


“kita antar lala pulang ya” ucap tiara.


“tidak usah kak, lala bisa pulang sendiri” ucap lala menolak.


“yakin” tanya aqila memastikan.


“ya kak, lala duluan ya kak” ucap lala berlalu pergi.


Tiara, kirana dan aqila pun pergi masuk mobil, aqila langsung menyembuhkan saudaranya dan dirinya sendiri. setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah luis.


Sedangkan di basecamp rajawali.


“Tadi itu siapa ya ?” tanya salah satu rajawali.

__ADS_1


“gue juga tidak tau” ucap temannya.


“kalian lagi bahas siapa ?” tanya bastian.


“jadi gini bos ...” ucap salah satu genk rajawali menceritakan semuanya kepada bastian.


“sepertinya yang jubah hitam itu bantu kalian sedangkan jubah putih itu tidak bantu kalian tapi bantu tiga cewek itu” ucap ica.


“mungkin saja” ucap salah satu genk rajawali.


“tapi kita harus cari tau siapa orang berjubah hitam itu” ucap rian.


“untuk apa ?” tanya caca.


“untuk mengajak orang itu bergabung dengan genk kita” ucap bastian.


“ngapain ngajak orang itu bergabung dengan kita” ucap dimas yang sepertinya tidak setuju dengan rencana bastian untuk mengajak orang berjubah hitam itu bergabung.


“lo tidak dengar tadi, orang berjubah hitam itu memiliki kekuatan, kalau dia bergabung dengan kita maka semakin banyak orang yang takut dengan kita” jelas bastian panjang lebar.


“iya juga, ok kalau gitu gue juga akan suruh anak buah gue itu mencari orang itu, jadi genk kita semakin tak terkalahkan dan semakin di takuti” ucap dimas berubah pikiran.


. . .


“lala, kenapa kamu sudah pulang” ucap mama rita.


“terus itu kenapa gorengannya hancur semua ?” tanya mama rita.


“heh kalau tu dagangan hancur, itu artinya kamu tidak dapat uang dong” ucap kinan.


“maaf ya ma, kak, aku . . .” belum selesai lala bicara kakaknya sudah duluan bicara.


“maaf lo bilang, enak aja minta maaf, kita tidak butuh permintaan maaf lo itu, kita hanya butuh uang, ngerti” ucap kinan.


“dasar anak tiri tidak tau di untung, nyusahin aja ya kamu” ucap mama rita memarahi anak tirinya itu.


Ya lala adalah anak tirinya. Suaminya baru sama meninggal seminggu yang lalu, semenjak suaminya meninggal lala lah yang mencari uang untuk kakak dan juga adiknya.


Lala baru saja lulus SD, sedangkan kakaknya baru kelas satu SMP. Lala tidak melanjutkan pendidikannya karena mama tirinya melarang dia untuk melanjutkan sekolahnya.


“pokoknya mama tidak mau tau kamu harus dapat uang hari ini bagaimanapun caranya, kalau tidak kamu mama usir dari rumah” ucap rita mengancam lala.


“ma jangan usir lala ma, lala mohon ma” ucap lala yang kembali menagis.


“makannya cepat kamu cari uang sana” ucap mama rita mendorong anak tirinya itu. Memerintah lala untuk mencari uang.


Padahal rumah itu milik almarhumah ibunya lala tapi mama rita lah yang berkuasa.


“eh rita kamu itu jangan kasar ya sama anak” ucap tetangga.

__ADS_1


Tetanga yang ada di sekitar sana sudah mengetahui semua perlakuan rita terhadap anak tirinya itu.


“heh lo tidak usah ikut campur ya” ucap rita marah menunjuk ibu itu.


“kamu ya dibilangin malah ngeyel” ucap ibu ibu lainnya.


“udah sana kamu pergi” ucap rita kembali mendorong lala yang membuat lala tersungkur.


“ya allah rita tega banget kamu sama lala” ucap salah satu ibu ibu.


Ibu ibu yang melihag sikap rita terhadap lala hanya bisa geleng kepala tidak habis pikir dengan rita yang kejam terhadap anak tirinya.


Rita bersama anaknya langsung masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu keras.


“lala ikut ibu ya, kita obati luka lala dulu ya” ucap tetanga lala.


“lala kamu kenapa nak” tanya seseorang.


“tante sekar” ucap lala.


sekar, ibu sekar adalah tetanga sekaligus sahabat almarhumah ibu lala.


“iya tante” ucap lala menurut.


“lala sebaiknya kami tinggal bersama tante aja ya” ucap sekar. Rumah sekar tidak terlalu jauh dari rumah lala.


“tidak usah tante lala akan tetap tinggal berama mama rita” ucap lala menolak. Sekarang lala sudah sampai di rumah sekar.


“sayang apa kamu lupa sebelum mama kamu meninggal mama kamu menitipkan kamu ke tante” ucap sekar.


Mama lala meninggal dua tahun yang lalu. Papa lala menikah dengan mama rita satu tahun yang lalu.


“lala tidak lupa tante” jawab lala.


“Terus kenapa lala tidak mau, papa kamu juga menitipkan kamu ke tante” ucap sekar.


“tante lala boleh menanyakan sesuatu ke tante” ucap lala.


“ya tentu saja boleh sayang” ucap sekar.


“tapi tante janji harus jawab jujur” ucap lala.


“insyaallah tante akan jawab jujur, sebenarnya kamu mau tanya apa sama tante” ucap sekar. Sekarang mereka terlihat serius. Sekar juga sudah mengobati luka lala.


“tante sebenarnya apa yang terjadi dengan mama dan juga papa, aku yakin tante pasti tau sesuatu” ucap lala serius.


“kenapa kamu berpikir kalau tante mengetahui sesuatu tentang kedua orang tua kamu ?” bukannya menjawab sekar malah balik bertanya.


“karena orang tua aku sangat percaya sama tante sampai sampai papa dan mama menitipkan aku ke tante, pasti orang tua ku juga mengatakan sesuatu kepada tante sebelum mereka tiada” ucap lala.

__ADS_1


“apa aku kasih tau lala yang sebenarnya saja ya, ya lala berhak tau” ucap sekar dalam hati.


“jadi gini, sebenarnya


__ADS_2