
Pagi menjelang, tapi Alexander Noir tidak juga keluar dari kamarnya. Padahal mentari pagi bersinar cerah di kotak Tokyo.
Tok tok tok!
"Kak! Kakak!"
Dari luar kamar, terdengar Yukito datang mengetuk pintu dan memanggil-manggil kakaknya. Alexander Noir, yang belum juga bangun tidur pagi ini.
"Yukito..."
Dari arah samping, Kenji Hiragama Noir datang. Karena mendengar cucu gadisnya itu, sedang berusaha membangunkan kakaknya.
"Kakek, kakak tidak mau bangun sedari tadi. Lihatlah, ini sudah pukul setengah sembilan pagi. Yuki takut, jika terjadi sesuatu pada kakak." Yukito mengadu pada kakeknya, supaya kakeknya itu membantunya membangunkan Alex.
"Biarkan dia istirahat. Mungkin saja, kakakmu terlalu lelah kemarin."
Kenji justru membela Alex, dan meminta pada Yukito, untuk tidak membangunkan kakaknya.
Hal ini membuat Yukito mengerucutkan bibirnya, karena dia ingin mengajak kakaknya itu berjalan-jalan ke mall. Sebab, kemarin Alex sudah berjanji, untuk mengantarkannya ke Mall. Sebab ada yang ingin dibeli Yukito.
"Kenapa?" tanya Kenji, yang sudah hafal dengan perangai dari cucu gadisnya itu.
Akhirnya Yukito mengatakan pada Kenji, dengan apa yang sudah menjadi rencananya bersama dengan Alex, kakaknya. Di saat mereka berada di taman bunga sakura, kemarin. Sebelum akhirnya Alex menghilang dari pandangan matanya.
Kenji tampak menganggukan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh cucunya itu. Tapi dia langsung pergi begitu saja, tanpa membantu Yukito untuk membangunkan Alex.
Tentu saja Yukito semakin merasa kesal, karena sudah diabaikan oleh kakeknya. Padahal selama ini, kakeknya itu selalu menuruti permintaan dan keinginannya.
"Hihhh... Kakek kenapa sih!"
Dengan berkata demikian, Yukito juga menghentakkan kakinya ke lantai. Untuk pelampiasan rasa kesalnya pada sang Kakek.
Clek!
"Ada apa sih? Berisik sekali tahu!"
Nhao Zhiro membuka pintu kamar, dengan membentak Yukito, yang masih ada depan kamarnya. Dia lupa, jika saat ini sedang menjadi seorang kakak dari Yukito Noir.
"Huwaaa... Kakak jahat! Kakak lupa dengan janji Kakak sendiri!"
Dengan perasaan sedih dan kecewa, Yukito menangis. Kemudian berlari ke arah kamarnya sendiri. Meninggalkan tanda tanya besar di kepala Nhao Zhiro.
__ADS_1
"Dasar gadis kecil aneh!" gerutu Nhao Zhiro, dengan menutup pintu kamarnya lagi.
*****
Di apartemen Artha.
Dia menerima pesan dari Nhao Zhiro, jika nanti siang harus datang ke rumah keluarga Noir. Untuk mengajaknya pergi, dengan alasan yang harus di buat oleh Artha juga.
Hal ini membuat Artha mendengus dingin, karena dia juga tidak bisa menolak permintaan dari Tuan Besar-nya, yaitu Nhao Zhiro. Meskipun sebenarnya saat ini yang dia hadapi adalah Alexander Noir, yang merupakan anak dari adik angkatnya, Rian Noir, dengan mantan kekasihnya sendiri, yaitu Reina Matsushima.
Mengingat kembali kejadian di masa lalu, membuat Artha memejamkan mata. Karena sebenarnya, dia tidak pernah ingin mengingat kembali semua kejadian itu lagi.
Tapi ternyata garis dan perjalanan takdir dari dewa, membawanya kembali pada keluarga angkatnya. Dan permasalahannya saat ini justru semakin pelik. Sebab Dia harus menghadapi anak yang tidak pernah ingin ditemuinya seumur hidup. Tapi justru telah menampung jiwa atau roh dari Tuan Besar-nya Nhao Zhiro.
"Hhh..."
Artha menghela nafas panjang, mencoba untuk menetralisir perasaannya sendiri. Yang sedang berkecamuk saat ini.
"Kenapa Dewa memberiku perjalanan hidup yang seperti ini? apa yang harus Aku katakan dan lakukan sekarang?" Berbagai macam jenis rasa, ada di dalam hatinya.
Sedih, kecewa, marah tapi juga rasa senang, ada di dalam dadanya. Pada saat melihat keberadaan Kenji Hiragama Noir, yang merupakan ayah angkatnya sendiri. Yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, tidak mau dijumpainya. Dengan berbagai macam alasan.
Bahkan kemarin dia sempat lupa, dengan keberadaan rumah Alex. Di saat dia ikut mengantar Tuan Besar-nya itu pulang ke rumah keluarga Noir.
"Hhh... Aku harus menghadapi semuanya ini. Aku tidak mungkin bisa lari lagi, apalagi dengan keberadaan Tuan Besar yang ada pada tubuh pemuda tersebut."
"Jadi... anak itu adalah anak yang dulu membuatku harus pergi dari mereka. Dan sekarang, anak itu juga yang harus Aku patuhi dan temui. Sesuai dengan permintaan dan perintahnya juga."
Ternyata kehidupan Artha, tidak bisa jauh-jauh dari keluarga Noir. Meskipun dia telah berusaha untuk pergi selama berpuluh-puluh tahun dari keluarga tersebut.
*****
Kenji sendiri menghubungi anaknya, Rian Noir, supaya segera datang ke Jepang. Ada hal yang sangat penting, yang ingin dia bicarakan dengan anaknya itu.
..."Ada apa Ayah memintaku ke Jepang? Apa terjadi sesuatu pada Alex?"...
..."Tidak apa-apa. Ayah hanya ingin berlibur di musim semi bersamamu, sama seperti waktu Kamu masih kecil dulu. Apa Kamu keberatan, untuk memenuhi keinginan orang tua seperti Aku ini?"...
..."Ayah bicara apa? Baiklah, Rian akan menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di Jakarta, dan segera pergi ke Tokyo secepatnya."...
..."Baiklah. Ayah tunggu kedatangan mu. Tapi, ajak juga Reina ya!"...
__ADS_1
..."Sebenarnya, yang Ayah minta pergi ke Tokyo itu Rian apa istrinya Rian Yah?"...
..."Apa Kamu tega, membiarkan istrimu bekerja sendirian di Jakarta, dan Kamu justru berlibur ke Tokyo? Apa itu yang namanya cinta? dasar suami aneh Kamu!"...
..."Hahaha... Ayah bisa saja! Rian hanya bercanda Ayah. Tentu saja Rian akan mengajak Reina juga. Dia pasti merindukan Alex dan juga Yukito."...
..."Baiklah. Segera bersiap-siap dan beritahu menantuku itu, sebab Alex pasti juga sudah sangat merindukannya."...
..."Tashika ni otōsan, Junbi! Pasti Ayah, Aku siap untuk berangkat lusa. Jadi, jangan biarkan Alex pulang ke Jakarta besok."...
..."Ya. Ayah tahu itu."...
..."Ohayōgozaimasu, soshite arigatō. Baiklah Ayah, selamat pagi. Terima kasih."...
Klik!
Kenji menghela nafas panjang, saat panggilan telpon tersebut berakhir.
"Aku harus meluruskan permasalahan mereka. Karena kesalahpahaman ini, Aku juga yang memulainya. Jadi, Aku juga yang harus menyelesaikannya."
*****
Di Jakarta.
Rian Noir, yang sudah berada di kantor, segera menghubungi istrinya. Setelah panggilan telpon dari ayahnya, Kenji di tutup.
Dia pingin menyampaikan pesan dari ayahnya itu, yang meminta pada mereka untuk segera pergi ke Tokyo besok.
Itu artinya, mereka harus bersiap dari sekarang. Dan akan segera berangkat nanti malam, supaya bisa tiba di bandara tokyo pagi harinya.
..."Hai Sayang... Kamu bersiap-siap ya! kita akan pergi ke tokyo nanti malam."...
..."Ke Tokyo Pa, nanti malam? Ada apa Pa? Apa terjadi sesuatu pada Alex?"...
..."Tidak Ma, tidak apa-apa. Tadi, barusan ini tadi, ayah menelpon. Dia meminta kita pergi ke sana untuk berlibur di musim semi. Mungkin saja, ini ada hubungannya dengan Alex. Jadi, kita harus segera datang ke sana juga kan Ma?"...
..."Iya Pa. Mama akan segera bersiap-siap kalau begitu Pa."...
..."Iya, sampai jumpa nanti ya Sayang!"...
Klik!
__ADS_1
Panggilan telpon tertutup.