Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Ternyata Bisa


__ADS_3

Siang tadi, Artha segera dihubungi oleh Nhao Zhiro. Jika Benjiro udah kembali ke Jepang. Dan Nhao Zhiro meminta kepada asisten Artha, untuk segera melakukan sesuatu pada orang tersebut. Yang sudah membuatnya terjebak di dalam tubuh Alexander Noir ini.


Meskipun awalnya asisten Artha tidak percaya, tapi begitu melihat video yang dikirimkan oleh Tuan Besar-nya, akhirnya asisten Artha benar-benar tidak menemui Nhao Zhiro, yang berada di dalam Mall.


Dia justru datang ke parkiran, untuk mencari keberadaan mobil Benjiro. Yang dipastikan terparkir di area parkir Mall.


Artha ingin melakukan sabotase, untuk mobil Benjiro. Supaya musuh dari Tuan Besar-nya itu celaka, pada saat mengendarainya di jalan nanti. Tanpa harus melakukan kekerasan secara langsung.


Tapi ternyata, ada tiga pengawal atau bodyguard Benjiro, yang tetap siaga di area parkir Mall. Sehingga Artha harus mengecoh mereka terlebih dahulu, untuk meninggalkan mobil yang berada di sana.


Sayangnya, saat itu Artha hanya sendirian. Sehingga dia hanya bisa membuat ban mobil pada bagian belakang kempes dalam waktu beberapa menit kemudian. Setelahnya, Artha pergi dari tempat tersebut. Kemudian menghubungi anak buahnya, untuk menunggu Benjiro di jalan. Agar bisa membuat perhitungan dengan Benjiro.


Tapi Nhao Zhiro meminta pada asistennya itu untuk tidak bergerak sekarang. Dia pingin menghajar Benjiro sendiri. Setelah dokter benar-benar sudah memastikan, jika semua anggota tubuhnya bisa melakukan segala aktivitas, sebagaimana manusia normal pada umumnya.


Hal ini karena tubuh Alexander Noir, sebelumnya mengalami cacat permanen sedari lahir. Di tambah lagi dengan kanker sel darah putih yang dideritanya sejak lima tahun yang lalu. Dan kanker tersebut sudah ada pada stadium akhir. Sehingga Alexander Noir, tidak diperbolehkan melakukan apapun yang melampaui batas.


Sebab itulah, Nhao Zhiro berhati-hati menggunakan tubuh rentan ini. Karena dia tidak mau celaka, atau yang lebih parahnya lagi, dia mati di dalam tubuh ini juga. Dan tidak bisa pergi ke tubuh orang lain lagi.


Karena semua itulah, Nhao Zhiro menahan segala sesuatu, yang sudah sangat ingin dilakukannya. Yaitu memberi pelajaran kepada Benjiro siang tadi.


Dan sekarang, malam ini dia justru tidak tidur.


Nhao Zhiro berlatih untuk pernafasannya, dengan teknik yoga. Untuk mengontrol segera emosi perasaan, dan kelancaran peredaran darah dalam tubuh Alex.


Karena Yoga adalah olahraga tubuh dan pikiran, yang fokus pada kekuatan, kelenturan, serta pernapasan. Demi peningkatan kesehatan mental dan fisik.


Dia melakukannya sendiri di dalam kamar, tingkat tidak ada orang yang tahu.


Tapi setelah melakukan olahraga yoga, dia juga merasa penasaran. Apakah tangannya yang sekarang ini masih kuat seperti dulu, atau tidak. Sebab dia memang belum pernah mencoba melakukan pukulan, atau olahraga yang menguras tenaga.


Akhirnya Nhao Zhiro mencoba memukul dinding kamarnya sendiri.


Bugh!

__ADS_1


"Awww!"


Ternyata tangannya terasa sakit, merasakan kerasnya dinding kamar. Tapi yang membuatnya terkejut saat melihat ke arah dinding tersebut adalah, cekungan akibat tinju yang dilakukannya tadi.


Dinding tersebut memang tidak roboh, tapi cekungan itu hampir menembus ke kamar mandi. Sebab dinding yang dia pukul memang mengarah ke kamar mandi.


Akhirnya Nhao Zhiro mencoba masuk ke dalam kamar mandi, untuk mengetahui, apakah di sana ada reruntuhan dinding atau tidak. Sebab akibatnya sepertinya parah.


Dan benar saja, mata Nhao Zhiro membulat sempurna. Di saat melihat ke kamar mandi, yang tembaknya sudah retak. Bahkan ada beberapa yang mengelupas dan berserakan di lantai kamar mandi.


Melihat keadaan tersebut, Nhao Zhiro merasa yakin, jika kekuatannya saat ini sebanding dengan kekuatannya yang dulu. Meskipun berada pada tubuh yang sebelumnya lemah.


Akhirnya dia mencoba untuk melakukan olahraga ringan, dengan cara berlari di tempat. Sebab dia tidak mungkin bisa melakukan olahraga jogging di kamarnya.


Setelah itu, dia melakukan gerakan duduk dan berdiri, Katena hal ini sangat mudah dilakukan. Dia cukup menyiapkan satu buah kursi sebagai medianya.


Nhao Zhiro tidak mengenal lelah dengan melakukan olahraga selanjutnya, yaitu di keluar dari dalam kamarnya, kemudian naik-turun tangga. Push-up dan Sit-up, meskipun hanya dilakukan dalam hitungan sepuluh saja.


"Hai Alex, apa yang Kamu lakukan malam-malam? Kenapa Kamu tidak tidur?"


Nhao Zhiro terkejut dengan kedatangan Kenji, yang mengajukan pertanyaan padanya.


"Emhhh... Nhao, maksudku... Alex tidak bisa tidur Kek. Dan, Alex mencoba untuk melakukan gerakan-gerakan, supaya Alex capek dan bisa tidur dengan cepat."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh cucunya, Kenji menyipitkan matanya. Apalagi saat dia melihat bagaimana tembok kamar cucunya itu.


Tanpa bicara apa-apa lagi, Kenji berjalan menuju ke dalam kamar mandi.


"Ini dinding kenapa?" tanya Kenji, yang merasa curiga dengan keanehan dinding yang retak, seperti bekas dipukul benda berat.


Nhao Zhiro gelagapan. Dia tidak bisa menjawab dengan cepat pertanyaan dari kakeknya Alex. Karena dia juga tidak mempunyai alasan yang masuk akal. Untuk kejadian yang baru saja dia lakukan tadi.


Akhirnya Kenji meminta kepada Alex untuk segera tidur, dan besok dia akan meminta pada asisten rumah tangga, untuk mengurus dinding kamarnya Alex.

__ADS_1


"Tidurlah. Besok dindingnya akan diperbaiki asisten rumah tangga bagian umum."


Nhao Zhiro hanya mengangguk saja, dan tidak lagi membantah. Dia tidak mau jika kakeknya Alex bertambah curiga, dengan apa yang dilakukannya tadi.


*****


Di bandar udara Narita, siang hari.


Sebuah pesawat jet pribadi, mendarat dengan keadaan yang tidak baik baik saja. Karena dia tidak bisa melakukan pendaratan dengan sempurna, akibat kerusakan yang terjadi pada mesin pesawat.


Tapi untungnya, hal itu tidak mengakibatkan kecelakaan yang berakibat fatal. Dan semua awak pesawat, bersama dua orang penumpangnya selamat.


"Untung semuanya selamat."


Rian Noir merasa cukup lega, karena bisa mendarat dengan selamat.


"Mōshiwakearimasen to~uan besāru,-saki ni shuppatsu shita toki ni sai kakunin shimasendeshita."


"Maafkan Saya Tuan Besar. Saya tidak melakukan pengecekan ulang, pada saat keberangkatan kita."


"Tidak apa-apa. Lain kali, lakukan lebih teliti."


Kapten pilot dan semua awak pesawat, mengganggukan kepalanya patuh. Kemudian membungkukkan badan memberikan salam kepada Rian Noir, yang menggandeng tangan Reina Matsushima.


Istrinya itu, masih merasa gemetar dan cemas. Meskipun saat ini sudah berada di luar pesawat.


"Pa. Mama..."


"Sudah Ma. Kita baik-baik saja. Tidak usah memikirkan banyak hal. Dan jangan sampai kejadian ini, diketahui oleh ayah ataupun anak-anak."


Rian Noir menenangkan hati istrinya, dengan memberikan pesan, supaya kejadian di dalam pesawat tidak diceritakan pada orang lain.


Reina Matsushima, mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Karena dia juga tidak mau jika, ayah mertua dan anak-anaknya merasa khawatir dengan keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2