Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Tidak Sama


__ADS_3

Nhao Zhiro masih mengamati keadaan Artha yang tertidur tanpa daya, sebab pengaruh jimat hitam yang ternyata berdampak buruk bagi kesehatannya Artha sendiri.


Hal ini membuat Nhao Zhiro semakin kesal dan geram, karena merasa khawatir jika nantinya terjadi sesuatu pada asistennya itu.


"Asisten Artha masih bisa diselamatkan, jika kondisi tubuhnya itu memang benar-benar fit."


Nhao Zhiro menoleh dengan cepat ke arah asisten Aizen, saat dia mendengar perkataannya yang memberikan penjelasan tentang keadaan asisten Artha.


"Kamu yakin?" tanya Nhao Zhiro dengan tatapan mata menyelidik.


Dia tidak mau jika asisten Aizen hanya memberikan informasi palsu, demi untuk membuatnya tenang. Sehingga tidak terlalu memikirkan keadaan asisten Artha.


"Jangan menatapku seperti itu Tuan Muda!" asisten Aizen kembali berkata, pada saat Nhao Zhiro tidak mengalihkan pandangan darinya.


"Cihhh! Kamu pikir Aku tertarik dengamu? Zettai-sō shinai! Tidak akan pernah!"


Mendengar gerutuan Nhao Zhiro yang sedang dalam keadaan kesal, asisten Aizen justru menanggapinya dengan sebuah senyuman.


Padahal sebenarnya, maksud dari asisten Aizen memang ingin membuat Tuan Muda-nya itu tidak tegang dan terlalu memikirkan sesuatu yang belum pasti.


"Sudahlah! Sebaiknya Kamu mencari makanan untukku. Aku lapar!"


Asisten Aizen membungkukkan badannya, menyanggupi permintaan dari Tuan Muda-nya itu. Meskipun sekarang ini, yang mengisi tubuh Tuan Muda-nya bukanlah Alex yang sebenarnya. Tapi orang lain, yang sudah ditolongnya. Demi menjaga tubuh Tuan Muda-nya tetap utuh dan tidak membusuk.


"Baiklah Tuan Muda. Tapi maaf jika nanti tidak sesuai dengan selera makan Tuan yang sekarang. Sebab Saya terbiasa dengan makanan Tuan Muda Alex."


Asisten Aizen justru meminta maaf dan lebih dahulu, belum dia pergi mencari makanan untuk mengisi perut Nhao Zhiro.


Kebiasaan orang jepang yang meminta maaf, memang sudah menjadi budaya mereka.


Budaya meminta maaf bagi orang Jepang umum dilontarkan, saat seseorang melakukan suatu kesalahan kepada orang lain. Bagi sebagian orang, kata maaf hanya akan diucapkan ketika ia benar-benar melakukan kesalahan fatal yang merugikan orang lain.


Bahkan kata ‘maaf’ seolah-olah terdengar sangat formal dan hanya diterapkan pada situasi-situasi tertentu saja.


Namun bagi masyarakat di negara Jepang, permintaan maaf sering diucapkan dengan makna yang lebih dalam dari hanya sekedar rasa penyesalan saat melakukan kesalahan.

__ADS_1


Bagi orang Jepang, meminta maaf merupakan sebuah budaya yang mencerminkan sifat kesopanan dan rasa hormat pada orang lain.


Budaya positif ini telah diwarisi secara turun temurun dan diaplikasikan oleh seluruh lapisan masyarakat Jepang, tanpa memandang kasta dan status. Baik itu individu biasa, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, selebritis, bahkan pejabat pemerintah sekalipun.


Orang Jepang memang dikenal dengan sifat sopan dan ramahnya terhadap sesama masyarakatnya, bahkan orang asing sekalipun.


Bahkan, di saat mereka hanya melakukan kesalahan sekecil apapun, pasti akan dibalas dengan ucapan permintaan maaf dari lubuk hati yang terdalam.


Masyarakat Jepang sudah membentuk perspektif positif tersendiri bagi masyarakat di seluruh dunia dengan nilai-nilai kesopanan yang selalu dijaga dengan baik dan terus dibudidayakan oleh keseharian orang Jepang.


Mereka menyadari, bahwa tindakan yang biasa mereka lakukan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka dalam membentuk suatu perspektif atau penilaian. Salah satunya adalah kebiasaan mengucapkan permohonan maaf dalam segala situasi dan kondisi.


Orang Jepang akan melontarkan kalimat permohonan maaf dikala membuat kesalahan, meminta tolong, bahkan kala menerima kebaikan dari orang lain.


Sama seperti yang dilakukan oleh asisten Aizen saat ini.


Dia meminta maaf terlebih dahulu, sebelum kejadian nanti, seandainya makanan yang dia dapatkan bukanlah yang diinginkan oleh Nhao Zhiro saat ini.


“Moushiwake arimasen," ucap asisten Aizen dengan fasih.


Di jepang, ucapan permintaan maaf berbeda-beda. Sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam keadaan dan situasi yang berbeda juga.


Seperti “moushiwake arimasen deshita” serupa dengan moushiwake arimasen, hanya berbeda di waktu pengucapannya yang diucapkan setelah melakukan suatu kesalahan.


Contohnya, seperti pihak perusahaan yang meminta maaf karena telah memproduksi produk yang gagal, dengan resiko berujung membahayakan pelanggannya.


Moushiwake gozaimasen deshita” merupakan permintaan maaf yang juga sangat sopan dan formal seperti moushiwake arimasen deshita.


Kalimat ini biasa digunakan dikala melakukan sebuah kesalahan yang terbilang besar.


Biasanya, diucapkan oleh seorang CEO perusahaan, yang merasa terdapat kesalahan pada produk buatannya atau memproduksi produk gagal.


Satu lagi bentuk pernyataan maaf yang paling sopan dalam Bahasa Jepang, yaitu “Makoto ni moushiwake gozaimasen deshita."


Kalimat ini biasanya dilontarkan oleh seorang samurai atau ninja Jepang pada zaman dahulu, saat mencopot jabatannya secara tidak hormat, karena suatu alasan kesalahan yang diperbuatnya.

__ADS_1


"Cepatlah pergi! Aku sudah sangat kelaparan," pinta Nhao Zhiro sekali lagi, menyahuti permintaan maaf dari asisten Aizen.


"Baik Tuan Muda."


Sekali lagi asisten Aizen membungkukkan badannya, tapi kali ini bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk pamit pergi. Mencari makanan yang dapat mengisi perut Tuan Muda-nya itu.


"Huhfff..."


Nhao Zhiro membuang nafas lega, di saat asisten Aizen sudah pergi dari ruangan gawat inap ini.


"Aku merasa jika ada aura dingin yang sangat kuat, keluar dari dalam tubuh asisten Aizen. Tapi Aku tidak tahu, apakah ini adalah aura baik atau justru menjadi musuh dalam selimut nantinya. Sama seperti yang dilakukan oleh Benjiro, yang ternyata mengkhianati kepercayaan yang Aku berikan."


Setelah berkata demikian, Nhao Zhiro duduk di kursi yang ada. Tak jauh dari tempat tidur asisten Artha.


*****


Di tempat lain.


Benjiro sedang menerima transfer ilmu dari Itako, untuk mengisi kekebalan tubuhnya. Supaya tidak ada senjata ataupun kekuatan yang bisa membuatnya kalah.


Dia ingin menjadi lebih kuat, sehingga tidak bisa dikalahkan. Tapi justru dialah yang bisa mengalahkan lawannya. Yaitu asisten Aizen, yang merupakan salah satu asisten terdiam dan jauh dari perhatiannya. Yang selama ini sudah menjaga tubuh keponakannya yang tidak sempurna sejak lahir.


Sebenarnya Benjiro sangat menyayangi keponakannya, Alexander Noir, meskipun terlahir cacat dan tidak sempurna, sama seperti adiknya Alex, yaitu Yukito Noir.


Entah apa yang membuatnya memiliki rasa Sayang yang begitu besar pada anak Reina. Padahal mamanya Alex hanyalah adik angkatnya saja.


Tapi sekarang, tubuhnya Alex justru dimanfaatkan oleh musuh besarnya, yang memiliki dendam padanya.


"Arghhh..."


Benjiro menahan kesakitan, pada saat transfer kekuatan itu berlangsung.


Itako yang mengisi tubuhnya, tidak mempedulikan keadaan Benjiro yang sudah banjir keringat. Sebab menahan rasa sakit yang dirasakan, sedangkan rasa sakitnya itu sama seperti sedang batu tempat batu besar.


"Bertahanlah!"

__ADS_1


"Jika Kamu ingin kuat, maka Kamu juga harus kuat menahan rasa sakit ini," bentak Itako memperingatkan.


__ADS_2