Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Rahasia Artha


__ADS_3

"Anata wa nani o kangaete imasu ka?"


"Apa yang sedang Kamu pikirkan?"


Nhao Zhiro berbisik-bisik, bertanya pada Artha, apa yang terjadi dengan asistennya itu. Di saat ada kesempatan untuk duduk lebih dekat dengan Artha.


"Shu nashi. Tidak ada Tuan Besar."


Tapi Artha mengelak. Dia mengatakan bahwa dia tidak kenapa-kenapa. Dan tidak mau memberikan penjelasan yang pasti.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh asistennya itu, Nhao Zhiro tidak lagi bertanya. Tapi dia kembali berbisik, "Aku akan mencari tahu sendiri! Jibun de shirabemasu." Tekad Nhao Zhiro. Karena dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


Artha hanya pembuang nafas, mendengar perkataan Tuan Besar-nya, yang saat ini sedang berakting dengan menjadi Tuan Muda Alexander Noir. Sebab mereka berdua saat ini berada di rumah keluarganya.


Tak lama kemudian, muncul kakek dari Alex. Kenji Hiragama Noir. Sang Tuan Besar dari keluarga Noir. Pendiri perusahaan Kenji Noir Corporation, biasa disingkat dengan KNJ.


Di sinilah akhirnya Artha yakin, dengan apa yang tadi dia lihat. Yaitu foto keluarga kecil Alexander Noir.


Pluk!


Nhao Zhiro menepuk pelan pundak asistennya, yang tidak mengalihkan perhatiannya dari sang kakek tua yang saat ini sudah ada di depan mereka berdua.


"Eh, emhhh..."


Artha justru gelagapan sendiri, pada saat mendapatkan atensi penuh dari Kenji Hiragama Noir. Karena kakek dari Alex ini, tersenyum melihatnya.


"Artha. Apa benar itu Kamu?" tanya Kenji, dengan menyipitkan matanya. Melihat bagaimana wajah Artha yang saat ini semakin terlihat jelas sedang pucat.


Hal ini tentu saja membuat Nhao Zhiro kebingungan, dengan pertemuan asisten dan juga kakeknya Alex.


Dia berpikir bahwa, keduanya saling mengenal dan mengetahui satu sama lain. Bahkan Kenji langsung mengenali wajah Artha, yang saat ini menjadi salah tingkah.

__ADS_1


Grep!


Tiba-tiba saja Kenji memeluk Artha, di saat asisten Nhao Zhiro itu berdiri dan bermaksud membungkukkan badannya, untuk memberikan salam.


Artha yang terbelalak kaget, mendapati perlakuan Kenji Hiragama Noir.


Begitu juga dengan Nhao Zhiro, yang tidak pernah menyangka jika, kakeknya Alex ini mengenal asisten Artha. Yang dia ketahui sebagai pribadi yang sangat tertutup. Bahkan asistennya itu tidak pernah menceritakan tentang kehidupan pribadinya sejak dulu, karena Artha ini di kenalnya pada saat kecelakaan. Yang dialami Nhao Zhiro pada masa remaja yang dulu.


"Apa kabar Artha? Ayah tidak salah mengenali Kamu kan?" tanya Kenji, dengan wajah sendu.


Mendengar pertanyaan yang terakhir ini, membuat Nhao Zhiro mengerutkan keningnya. Dia kaget sekaligus heran, karena kakeknya Alex, menyebutkan dirinya sebagai ayah bagi Artha.


Sedangkan Artha sendiri, banyak diam dan berwajah daftar tanpa menyambut pelukan Kenji, dan tidak menjawab satupun pertanyaan yang tadi diajukan oleh kakeknya Alexander Noir.


"Kakek!"


Yukito datang memecah kesunyian yang ada di ruang tamu, dengan panggilannya pada sang Kakek.


"Iya, Kakek tahu Yukito. Kamu sudah selesai?" jawab Kenji, yang memberikan pertanyaan balik kepada cucu gadisnya itu.


Yukito mengangguk pasti, kemudian menjawab pertanyaan tersebut sambil mengajukan kedua jari jempolnya. "Sudah Kek, ayok!"


Ternyata tadi, Yukito sedang menyiapkan makan siang untuk mereka semua, dengan bantuan koki di rumah ini.


"Ayo! Sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu, baru setelah itu kita bisa berbincang-bincang dengan nyaman. Pasti ada banyak pertanyaan yang ingin Kamu ajukan juga Alex," ajak Kenji, menyinggung Alex. Yang dilihatnya sedari tadi seperti ingin mengajukan pertanyaan padanya.


Yukito menggandeng tangan kakekknya, sedangkan Nhao Zhiro, berjalan di samping asisten Artha.


"Kamu hutang banyak penjelasan padaku," ucap Nhao Zhiro, berbisik di samping asistennya itu. Karena dia memang memiliki banyak pertanyaan yang ada di dalam otaknya saat ini.


Artha hanya diam saja, dan tidak menyahuti satu patah kata pun. Apalagi mencoba untuk memberikan penjelasan, karena Artha berpikir bahwa, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas tentang dirinya dengan keluarga Noir. Yang saat ini menjadi bagian dari Tuan Besar-nya Nhao Zhiro.

__ADS_1


*****


Malam telah larut, tapi Nhao Zhiro tidak bisa memejamkan matanya.


Dia masih memikirkan perkataan yang diucapkan oleh kakeknya Alex, untuk memberikan penjelasan pada dirinya dan juga Yukito. Tentang hubungannya dengan Artha, sehingga dia bisa mengenali artha dengan cepat. Meskipun dia sudah tua, dan telah lama tidak bertemu dengan tamu yang sudah menolong cucunya.


Menurut penjelasan yang diberikan oleh Kenji, ternyata asisten Artha itu adalah anak angkatnya di masa lalu. Jadi, dia adalah kakaknya Rian Noir.


Tapi entah kejadian apa, yang membuat Artha memutuskan untuk pergi dari rumah. Pada usianya yang waktu itu masih berumur dua puluh satu tahun.


Jadi pada waktu itu, Rian Noir, papanya Alexander Noir, baru berumur delapan belas tahun. Karena selisih usia mereka berdua adalah tiga tahun. Dan Kenji sudah berusaha untuk mencari keberadaannya, tapi tidak menemukan Artha dimana pun di kota Tokyo.


Jika diingat-ingat, pada usia Artha yang pada saat ini sudah empat puluh delapan tahun, itu artinya sudah hampir dua puluh tujuh tahun yang lalu. Dan Artha, juga sudah menjadi asistennya selama kurun waktu yang sama.


"Berarti pada waktu Artha menolongku, dia sedang kabur dari keluarga Noir. Pantas saja dia tidak mau memberi tahu siapa dia sebenarnya, dan hanya mengatakan bahwa dia hanya hidup seseorang diri."


"Dan pada saat itu, aku mengajaknya pergi ke Yokohama. Sehingga kakek tua itu tidak bisa mencarinya di kota Tokyo."


Akhirnya Nhao Zhiro bisa menarik kesimpulan sendiri, bagaimana kira-kira perjalanan hidup dari asisten Artha. Bersama dengan keluarga Alex ini.


Tapi yang menjadi pertanyaan Nhao Zhiro sendiri adalah, bagaimana awal cerita, asisten Artha bisa memutuskan untuk pergi dari keluarga angkatnya. Yang udah memberikan kehidupan yang sangat layak untuknya.


"Aku akan mencari tahu. Tapi, dua hari lagi Aku akan pulang ke Jakarta, Indonesia. Bagaimana caranya Aku bisa menyelidiki misteri ini? Karena Artha tidak mungkin mau menceritakannya padaku."


Akhirnya Nhao Zhiro memutuskan untuk membuat rencana, supaya dia bisa lebih lama tinggal di Tokyo. Atau jika tidak, Artha yang akan diajaknya ke Jakarta.


Karena masalah Benjiro, juga masih bisa diatasi setelah Benjiro kembali ke Jepang.


Dengan tersenyum puas, Nhao Zhiro membulatkan tekad. Jika rencananya kali ini harus berhasil.


"Ternyata Kamu memang penuh misteri sedari dulu Artha. Dan sepertinya kali ini, misteri mu akan segera terungkap."

__ADS_1


Setelah memutuskan dengan rencananya, Nhao Zhiro bisa memejamkan matanya dengan cepat. Apalagi saat ini, jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30 malam. Dan semua orang pastinya sudah terbuai di dalam alam mimpi mereka.


__ADS_2