
"Tenang Tuan Muda! Saya sudah menghubungi semua anak buahnya asisten Artha, supaya mereka menunju ke sini. Mungkin tak lama lagi."
Kening Nhao Zhiro mengeryit heran, mendengar pernyataan yang diucapkan oleh asisten Aizen.
"Dari mana Kamu tahu?" Nhao Zhiro bertanya dengan cepat.
"Ponselnya asisten Artha ada pada Saya, jadi Saya bisa menghubungi mereka dengan mengunakan suara mereka."
Sekarang Nhao Zhiro sedikit lebih lega. Dia hanya bisa berharap supaya anak buahnya secepat datang ke sini. Tapi dia cepat ingat juga, jika ini adalah rumah sakit. Nhao Zhiro tidak mau melakukan keributan di rumah sakit, yang bisa menyebabkan kekacauan dan keributan untuk orang-orang yang sedang berobat di rumah sakit ini.
"Benjiro! Aku tidak mau mengganggu aktivitas semua orang yang berada di rumah sakit. Bagaimana jika kita keluar mencari tempat untuk berkelahi?"
Nhao Zhiro berusaha bernegosiasi dengan Benjiro mencari tempat lain selain di rumah sakit. Hal ini dilakukan Nhao Zhiro untuk memberikan kesempatan kepada asisten Artha mendapatkan perawatan medis, di saat mereka pergi mencari tempat lain.
"Hahaha... bilang saja Kamu mau lari!"
"Cihhh! dasar Kamu pengecut Nhao Zhiro!"
Benjiro tidak percaya dengan permintaan Nhao Zhiro. Bahkan dia tertawa terbahak-bahak, mengolok-olok Nhao Zhiro sebagai pengecut.
"Anata wa okubyōmonodesu!"
"Kamulah yang pengecut! beraninya cuma keroyokan dan mengunakan kekuatan lain!"
"Watashi ga shiranai to omou?'
"Kamu pikir Aku tidak tahu?"
Nhao Zhiro membalas olok-olok yang diucapkan oleh Benjiro padanya. Meskipun dia tidak memiliki kekuatan supranatural pada waktu masih hidup normal sebagai Nhao Zhiro, tapi sejak dia menjadi roh dan ada di tubuh orang lain untuk kedua kalinya, padahal tubuhnya Alex sebenarnya juga sudah mati, dia memiliki kepekaan dengan kekuatan kekuatan di luar kehidupan normal manusia biasa. Sama seperti yang ada pada Benjiro sekarang ini.
Wusss...
Secepat kilat, asisten Aizen keluar dari ruangan rawat inap, menarik tangan Nhao Zhiro untuk dibawa keluar, supaya Benjiro dan anak buahnya yang lain ikut keluar juga.
..."Kalian sudah ada di mana?"...
..."Baru saja tiba di halaman depan rumah sakit asisten Artha."...
__ADS_1
..."Cepat tolong Aku! Aku ada di ruang rawat inap no 25. Yang lain tetao ada di tempat, Tuan besar yang sedang di tarik oleh seseorang keluar dari rumah sakit."...
..."Siap asisten Artha!"...
Klik!
Ternyata asisten Aizen sudah mengantisipasi segala sesuatu yang bisa saja terjadi, dengan cara menghubungi anak buahnya asisten Artha yang ada di sekitar kota Saitama ini. Mengunakan suara asisten Artha sendiri, upaya anak buahnya tidak salah paham.
Nhao Zhiro semakin kakung dengan segala sesuatu yang ada pada asistennya Alex ini. Seorang asisten yang sama pendiam seperti asisten Artha juga, yang bedakan keduanya hanyalah kekuatan supranatural yang tidak dimiliki oleh asisten Aizen yang tidak dimiliki oleh asisten Artha.
Setibanya di halaman rumah sakit, beberapa anak buahnya Benjiro ternyata sudah ada yang bersiap-siap di luar juga. Ini membuat mereka berdua cukup terkejut, karena ternyata Benjiro sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan matang.
Tapi semua itu tidak membuat Nhao Zhiro dan asisten Aizen patah arang. Mereka berdua masih berusaha menghindar supaya tidak terjadi keributan di rumah sakit, dengan cara mencari tempat yang lebih aman untuk melakukan perkelahian. Menghindari adanya pihak kepolisian yang akan ikut campur urusan mereka ini.
Dan ternyata Benjiro juga menyadari dengan maksud keinginan asisten Aizen, sehingga mengikuti kemanapun mereka berlari.
Tapi Benjiro juga sudah meminta salah satu dari anak buahnya, yang tadi ikut ke dalam ruangan rawat inap asisten Artha, supaya menangani mantan kekasih adiknya itu. Dia ingin memanfaatkan asisten Artha, yang merupakan ayah biologis Alex. Apalagi asisten Artha memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Noir, menjadi sasaran targetnya selama ini.
"Kejar kemanapun mereka pergi! Sorera o oi tsudzukeru!"
Benjiro memberikan perintah untuk anak buahnya supaya tetap mengikuti kemanapun Nhao Zhiro bersama dengan asisten Aizen pergi.
Setelah dirasa sampai di tempat yang lebih cocok untuk berkelahi, asisten Aizen bersama dengan Nhao Zhiro menghentikan langkah mereka, sehingga Benjiro bersama dengan anak buahnya yang berlari di belakang mengikuti pun berteriak, "Usero... hajar mereka!"
Tapi yang tidak pernah disangka oleh Benjiro maupun Nhao Zhiro sendiri adalah dengan kedatangan segerombolan orang-orang yang berlari ke arah mereka.
"Sensō no junbi!"
"Sakini susumimashou!"
"Siap untuk berperang, ayo maju!"
"Sial! Ternyata ini hanya sebatas jebakan Tuan!"
Anak buahnya Benjiro memaki dengan kesal dengan ulah lawannya, yang ternyata hanya pergi ke tempat, dimana dia sudah memiliki janji dengan banyak orang untuk bisa melawannya.
"Br3ngs3k Kamu Nhao Zhiro! Aku pastikan Kamu akan mati!"
__ADS_1
"Kuso ttare nyao Jirō! Kanarazu shinu zo!"
Benjiro yang murka berkata dengan amarah yang berapi-api. Dia berhenti tepat pada saat Nhao Zhiro dan asisten Aizen juga berhenti.
"Hiaattt..."
Dengan tangan terkepal kuat, Benjiro mengarahkan pada Nhao Zhiro. Dari tangannya Benjiro, tampak jelas asap tebal berwarna hitam dengan percikan api juga siap untuk dipukulkan ke arah Nhao Zhiro, sebagai sasaran utamanya.
Srettt!
Brukkk!
Asisten Aizen yang menyadari bahwa kekuatan Benjiro tidak mungkin bisa dilawan dengan kekuatan Nhao Zhiro sendiri, segera menarik tangan Tuan Muda-nya itu hingga terjatuh.
Blommm!
Ternyata pukulan Benjiro dengan kekuatan yang penuh itu mengenai sebuah tembok di gang yang mereka gunakan untuk berkelahi.
Suara benturan kekuatan hitam dengan tembok terdengar sangat keras.
"Apa itu tadi?" tanya Nhao Zhiro dengan rasa terkejut.
"Kita tidak bisa melawannya tanpa kekuatan yang penuh juga. Kekuatan Tuan Muda dengan kekuatanku harus disatukan, supaya bisa mengimbangi kekuatan hitam tersebut."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh asisten Aizen, membuat Nhao Zhiro bingung sendiri. Dia tidak tahu bagaimana caranya menggabungkan kekuatan mereka berdua.
"Tuan Muda percaya denganku? jika iya, Aku akan menyatukan kekuatan ini dalam satu tubuh. Tapi jika Tuan Muda tidak percaya, kekuatan ini juga tidak akan bisa disatukan," terang asisten Aizen, yang sebenarnya tidak dimengerti oleh Nhao Zhiro.
Tapi karena dia percaya dengan asistennya Alex ini, Nhao Zhiro mengangguk dengan cepat, supaya asisten Aizen bisa melakukan apa saja yang diperlukan untuk bisa melawan kekuatan besar yang digunakan oleh Benjiro.
Asisten Aizen akhirnya memposisikan diri berdiri di samping Nhao, dengan bahunya yang menempel pada bahunya Alex.
Ternyata asisten Aizen menyatukan kekuatannya dengan cara berpindah jiwa dari tubuhnya sendiri ke tubuhnya Alex, guna bersatu dengan roh Nhao Zhiro. Dia memilih tubuhnya Alex yang digunakan untuk keperluan melawan Benjiro, karena kepercayaannya bahwa tubuh Tuan Muda-nya yang selama ini cacat memiliki kekuatan yang tidak terlihat oleh mata siapapun.
Selama hidup dulu, Alexander Noir penuh dengan penderitaan karena cacat mental dan penyakit kronis. Tapi pada kenyataannya, vonis dokter yang menyatakan bahwa Alex tidak akan bisa setahun lebih dari usia 5 tahun, nyatanya bisa bertahan lebih panjang lagi hingga 17 tahun lamanya.
Itulah sebabnya asisten Aizen percaya jika tubuh Tuan Muda-nya itu memiliki kekuatan lain dari Dewa dengan takdirnya sendiri, yang ternyata menunggu roh lain yang bisa menempati tubuhnya untuk membalas dendam.
__ADS_1