Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Hal Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Bugh bagh bugh!


Brakkk!


Plak plak!


Dugh bugh!


Aksi saling dorong, tendang dan pukul, tentu menjadi pemandangan yang biasa, pada sebuah perkelahian.


Apalagi, perkelahian tanpa membawa senjata. Alias tangan kosong, sehingga kekuatan pada tubuh. Tentu saja menjadi prioritas utama bagi mereka saat ini.


"Sial! Apa mau mu?" tanya Benjiro, dengan mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Akibat pukulan yang di layangkan oleh Nhao Zhiro padanya.


Artha sendiri, sedang melawan dua orang anak buahnya Benjiro.


"Aku, Kamu tanya apa yang Aku mau?" Nhao Zhiro balik bertanya, dengan nada sinis.


"Dasar keponakan tidak tahu diri! Apa Kamu lupa, jika Aku adalah pamanmu sendiri. Yang dulunya sangat Kamu takuti!" Benjiro mencoba untuk mengingatkan kembali, bagaimana pengaruh dirinya terhadap diri Alex selama ini.


"Cihhh! Paman yang tidak mencerminkan sebagai seorang paman!"


Nhao Zhiro justru berkata dengan mencibir, sehingga menyulut kemarahan pamannya Alex. Yaitu Benjiro, yang merupakan musuhnya. Meskipun dulunya maka adalah rekan bisnis yang cukup dekat.


"Aku ini adalah pamanmu Alex! apa Kamu lupa itu? Bakana oi-kko!"


"Dasar keponakan b0d0h Kamu Lex!"


Benjiro terus memaki-maki, mengeluarkan sumpah serapah. Karena perasaan kesal dan amarahnya, dengan mendapatkan pukulan-pukulan dari tangan Alex. Yang ternyata sangat kuat, dan tidak sama seperti keponakannya yang dulu.


Alex yang dulu tidak berdaya, karena penyakit keterbelakangan mental sejak kecil. Di tambah lagi dengan penyakitnya, yang diramalkan tidak akan bisa diselamatkan.


Tapi pada kenyataannya, keponakannya itu bisa sembuh dan jauh lebih sempurna. Apalagi sekarang ini dia lebih kuat dibandingkan dirinya sendiri. Yang sudah terbiasa melakukan perkelahian.


Hal ini membuat Benjiro heran, dengan perubahan yang sangat drastis pada keponakannya itu. Yaitu Alexander Noir. Anak dari adik angkatnya, Reina Matsushima dengan kekasihnya. Yaitu Artha.


Mengingat hal tersebut, Benjiro segera melihat ke arah asisten Artha.


"Apakah semua ini karena dia?" tanya Benjiro, yang beranggapan bahwa, perubahan sikap Alex ini karena pengaruh dari Artha. Yang ingin membalas dendam padannya.

__ADS_1


"Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Artha. Tapi ini adalah murni dari dendam ku padamu." Nhao Zhiro menjawab pertanyaan dari musuhnya, yang saat ini memiringkan kepalanya. Mendengar jawaban yang dia berikan.


"Apa maksudnya bocah b0d0h?" tanya Benjiro memaki, karena dia tidak paham dengan maksud perkataan yang diucapkan oleh Alex.


"Cihhh! Dasar Paman tua!" balas Nhao Zhiro, yang membuat amarah Benjiro semakin naik.


"Awas saja jika Kamu sampai kalah, dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Aku tidak akan pernah mengampuni mu!" Benjiro mencoba untuk menggertak Alex.


"Tidak usah banyak bicara! Rasakan ini!"


Setelah berkata demikian, pukulan Nhao Zhiro melesat bagaikan meteor. Namun ternyata Benjiro dapat menghindarinya dengan mudah. Karena dia sudah siap dan berjaga-jaga, dari segala serangan Alex.


Alhasil, pukulan Nhao Zhiro mengenai tembok, yang ada di belakang Benjiro, sehingga tembok tersebut hancur.


Boom!


Serpihan batu dan kerikil bertebaran ke mana-mana. Asap dan debu pun memenuhi udara sampai menutupi penglihatan Benjiro, yang tidak pernah menduga, jika kekuatan keponakannya itu jauh lebih besar, dibandingkan dengan apa yang dibayangkan sebelumnya.


Tanpa ada jeda, Nhao Zhiro memanfaatkan tirai debu ini untuk melakukan serangan lagi. Dengan memukul dada Benjiro, tepat pada lagian jantungnya.


Dugh bugh!


Teriakan Benjiro, terdengar hingga memenuhi ruangan villa. Sehingga anak buahnya menoleh dengan cepat, dan berusaha untuk menolongnya.


Mereka berhasil membawa kabur Benjiro, sehingga bisa selamat dari serangan Nhao Zhiro selanjutnya.


*****


"Ini benar-benar di luar dugaan. Siapa yang sudah memasuki tubuh Alex, sehingga menjadi sangat kuat seperti itu?"


Benjiro bertanya-tanya sendiri, karena kekalahan yang dia alami. Dari seorang Alexander Noir, yang tidak pernah masuk dalam daftar orang-orang yang harus dikalahkan.


Sebab itu juga, saat ini banjir o membuat membut sebuah rencana. Yang sudah bisa dipastikan jika dia akan menang.


"Aku sudah siap untuk menghadapi Kamu lagi Alex. Jadi, siapapun yang saat ini berada dalam tubuhmu, Aku pasti bisa mengetahuinya."


Karena kekalahan Benjiro yang sebelumnya, kini benjiro telah mempersiapkan berbagai jimat utk mengalahkan Alex.


Jimat ini bukan sembarang jimat, namun jimat kutukan, yang dibuat menggunakan pengorbanan manusia.

__ADS_1


Dia siap untuk menggunakannya pada Alex.


Dan sekarang, dia sudah menemukan keberadaan keponakannya itu di kota ini.


*****


Sekarang Nhao Zhiro berhadapan kembali dengan Benjiro, karena Benjiro sendiri yang datang ke kamar hotel. Di mana dia menginap selama berada di kota Saitama.


"Alex! akan ku kirim kau ke neraka!" teriak Benjiro dengan sangat yakin.


Dia segera maju dengan kecepatan tinggi ke arah Alex, bagaikan kuda pacuan yang memimpin lomba di arena pacuan kuda.


ketika Alex sudah dekat, ia segera menarik kepalan tangannya ke belakang. Bagaikan pegas, kepalan ini langsung meluncur ke depan dengan keras.


Melihat hal ini, Benjiro tersenyum menyeringai. Apalagi di tangan benjiro tiba-tiba muncul sebuah jimat hitam. Dengan cepat jimat tersebut mengenai tangan Alex, yang sudah siap untuk menahan serangannya.


Mendadak, Alex jatuh terpental ke belakang, menghantam sebuah meja hingga hancur.


Jiwa Nhao Zhiro terpisah dari tubuh Alex. Sedangkan tubuh Alex tidak bisa bergerak sama sekali.


"Hahaha... sudah kuduga! Ternyata Kamu bukanlah Alexander Noir keponakanku. Apa kamu tidak diterima di surga ataupun neraka? Sehingga masih bergentayangan di dunia ini," cibir Benjiro, begitu melihat keberadaan Nhao Zhiro yang sudah tewas dia tembak beberapa bulan kemarin.


"Hahhh!"


Nhao Zhiro yang sekarang ini hanyalah berupa jiwa tanpa jasad, merasa terkejut. Karena ternyata Benjiro bisa mengetahui keberadaannya yang sesungguhnya.


"Kenapa? Apa Kamu bingung dan heran?" tanya Benjiro, yang melihat jiwa Nhao Zhiro kebingungan sendiri dengan keadaannya yang sekarang ini.


"Apa yang Kamu lakukan padaku?" tanya Nhao Zhiro, meminta penjelasan.


"Hahaha... Kamu pikir aku b0d0h! Tentu saja Aku lebih pintar daripada Kamu." Benjiro berkata dengan sombong, membanggakan dirinya sendiri. Yang telah berhasil memisahkan tubuh Alex dari jiwanya Nhao Zhiro. Yang sudah memanfaatkan tubuh keponakannya itu untuk menyerangnya.


"Kamu tahu, dengan jimat ini, Kamu tidak akan pernah bisa masuk ke dalam tubuhnya Alex lagi. Dan Kamu juga tidak akan pernah bisa melawanku!" terang Benjiro dengan sombongnya.


"Cihhh! Dasar pecundang! Kamu pikir Kamu pintar, hanya karena sebuah jimat? Aku jauh lebih pintar daripada Kamu!" Nhao Zhiro tidak mau kalah, dan segera melayang pergi. Untuk mengamankan jiwanya, supaya tidak terpengaruh dengan jimat yang masih berada di tangannya Benjiro.


Artha, yang tadi tidak berada di dalam kamar ruang Besar-nya, kaget. Begitu dia masuk ke dalam, dan menemukan kamar tersebut dalam keadaan berantakan.


"Apa yang Kamu lakukan?" tanya Artha, dengan membentak Benjiro.

__ADS_1


__ADS_2