Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Sudah Terlambat


__ADS_3

Operasi yang dilakukan oleh Kenji dan Rian Noir telah selesai. Meskipun kini mereka masih lemah dan perlu perawatan khusus.


Apalagi Rian Noir, mendapat luka tembak di dada, yang hampir saja mengenai jantungnya. Sehingga operasi yang dia jalani lebih lama dan perlu kehati-hatian.


"Alex," panggil Reina, mamanya Alex.


"Maaf Ma," ucap Nhao Zhiro, yang merasa bersalah. Karena kekacauan yang terjadi semalam di rumah mereka, adalah karena dirinya yang mulai memukul Benjiro.


"Tidak Sayang. Kamu justru telah melakukan hal yang benar, karena membela Kakek. Pamanmu itu memang arogan dan suka memaksakan kehendaknya."


Mamanya Alex, justru menceritakan tentang kakaknya sendiri, yaitu Benjiro, line merupakan rekan kerja suaminya sendiri.


Jadi selama ini, Rian Noir mau bekerja sama dengan Benjiro, hanya karena dia adalah kakak iparnya. Dan Rian Noir tidak mau, jika Benjiro membuat masalah di luar sana.


Sebenarnya Kenji, sudah berkali-kali mengingatkan anaknya, Rian Noir, supaya membiarkan Benjiro mandiri. Dan bekerja sebagaimana yang seharusnya, tanpa mendapatkan suntikan dana dari perusahaan Rian. Karena Benjiro lebih banyak bekerja di dunia gelap, daripada bisnis yang sebenarnya.


Nhao Zhiro, mendengarkan penjelasan mamanya Alex dengan baik. Apalagi, dia juga ingin bertanya pada Reina Matsushima, apakah mengenal Artha atau tidak.


Tapi Nhao Zhiro tidak jadi bertanya, karena tidak mau menambah beban pikiran mereka. Dan membiarkan semuanya berjalan sendiri, seiring waktu.


Mungkin saja nanti, jika ada Artha yang datang menjenguk. Mamanya Alex ini akan bercerita sendiri. Apa hubungannya dengan Artha, yang menjadi tanda tanya untuk Nhao Zhiro. Karena hubungan keluarga mereka ini, seperti sebuah labirin yang saling terhubung.


Tapi semuanya itu ternyata hanya sebuah rencana, karena pada kenyataannya, Nhao Zhiro menerima telepon dari Artha. Bahwa saat ini mereka sudah menemukan keberadaan Benjiro. Sehingga dia harus pergi, dan berpamitan pada mamanya Alex.


"Nhao... emhhh, maksudku Alex. Alex pamit pergi dulu Ma," pamit Nhao Zhiro, yang belum terbiasa menyebutkan namanya sebagai Alex.


"Ke mana? Papa dan kakek belum sadar dan Kamu mau pergi Sayang?" Reina Matsushima, merasa keberatan dengan kepergian anaknya, yang tidak diketahui mau ke mana. Sebab Nhao Zhiro tidak memberitahu, ke mana dia akan pergi.


"Mereka berdua akan baik-baik saja. Alex pastikan itu."


Tanpa menunggu persetujuan dari mamanya Alex, Nhao Zhiro berjalan dengan cepat keluar dari ruangan gawat inap Reina Matsushima.


Dia udah ditunggu oleh Artha, yang tidak mau masuk ke dalam rumah sakit.

__ADS_1


Mereka akan mengejar Benjiro, ke kota Saitama. Yang dijadikan tempat persembunyian Benjiro, setelah melarikan diri dari rumah keluarga Noir.


"Sudah siap Tuan?" tanya Artha, begitu melihat kedatangan Nhao Zhiro. Yang menuju ke arahnya.


Tapi Nhao Zhiro tidak menjawabnya, dan hanya mengangguk saja. Kemudian segera masuk ke dalam mobil, dan memintanya segera berangkat menuju ke bandara. Yang akan mengantar mereka berdua ke kota Saitama, dengan menggunakan jet pribadi.


"Apa Tuan Besar tahu siapa sebenarnya Benjiro?" tanya Artha, di dalam perjalanan mereka menuju ke bandara.


"Ya. Dia adalah temannya Alexander Noir."


Artha menganggukan kepalanya, membenarkan jawaban yang diberikan oleh Nhao Zhiro. Yang saat ini berada di dalam tubuhnya Alex sendiri.


"Tapi dia hanya menjadi parasit, di dalam keluarkan Noir. Jadi sudah seharusnya untuk dimusnahkan." Terang Nhao Zhiro, memberitahu pada Artha. Jika apa yang akan dilakukannya ini tidak salah.


"Selama ini, papa dan kakeknya Alex, hanya menjaga perasaan mamanya Alex saja. Karena Benjiro, sudah memberikan kehidupan yang baik untuk Reina pada masa kecilnya dulu. Sebab mereka berdua sudah menjadi yatim piatu sejak kecil."


Nhao Zhiro, kembali melanjutkan kalimatnya, untuk memberikan penjelasan kepada Artha.


Dan ternyata Artha menggangguk-anggukkan kepalanya, paham dengan apa yang dikatakan oleh Nhao Zhiro.


Nhao Zhiro menoleh dengan cepat, saat mendengar pernyataan yang dikatakan oleh asistennya itu.


"Maksudmu!"


Artha menghela nafas terlebih dahulu, sebelum akhirnya memberikan penjelasan kepada Nhao Zhiro. Yang memang sebaiknya mengetahui latar belakang dari tubuh yang digunakannya saat ini.


Akhirnya Artha mulai bercerita latar belakang dari Reina Matsushima dengan Benjiro.


*****


Reina Matsushima, diambil Benjiro dari tempat kecelakaan maut. Yang mengakibatkan banyak orang meninggal di tempat.


Saat itu, Nhao Zhiro baru saja kehilangan adik perempuannya. Sehingga dia merasa kesepian, setiap pulang sekolah.

__ADS_1


Di saat dia melintas di suatu jalan, yang ada kecelakaan, dia melihat atau seorang anak perempuan kecil yang sedang menangis. Di antara orang-orang yang meninggal.


Benjiro mendekati anak perempuan tersebut, dan bertanya kenapa menangis.


Dari penuturan anak kecil tersebut, Artha akhirnya memutuskan untuk membawanya pulang. Karena ternyata kedua orang tuanya anak itu, ikut menjadi korban kecelakaan dan meninggal di tempat.


Reina Matsushima, juga tidak menolak pada saat diajak Benjiro pulang ke rumahnya. Dan setelah itu, mereka hidup bertiga bersama dengan neneknya Benjiro.


Dari nenek dan juga Benjiro inilah, Reina Matsushima memiliki kasih sayang keluarga. Sehingga dia begitu menyayangi kakak angkatnya itu.


*****


Nhao Zhiro mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Artha.


"Kamu dari mana mengetahui asal usul dari Reina Matsushima?" Akhirnya Nhao Zhiro bertanya, karena dia juga merasa penasaran. Bagaimana caranya Artha mengetahui cerita masa lalu dari mamanya Alex.


Artha kembali menghela nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan. Baru setelah itu dia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Nhao Zhiro. "Dia adalah kekasihku, waktu itu."


Mata Nhao Zhiro membulat sempurna, di saat mendengar jawaban yang diberikan oleh asisten Artha.


"Dia kekasihmu? Lalu, kenapa dia justru menikah dengan Rian Noir, dan bukannya dengan Kamu?" tanya Nhao Zhiro, yang berpikir bahwa semua cerita dari Artha tidak masuk akal. Untuk kenyataan hidup mereka pada saat ini.


"Dia hamil. Dan ternyata itu adalah anaknya Rian Noir. Sehingga Aku terpaksa harus meninggalkannya."


"Dari mana Kamu tahu, jika anak yang dikandung Reina Matsushima itu adalah anaknya Rian Noir? Dan kenapa Kamu tidak mengetahui jika Benjiro adalah kakaknya Reina Matsushima, sedari dulu, di saat Aku masih hidup."


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Nhao Zhiro ini, Artha terdiam.


Dia memang tahu, dan sudah memperingatkan Tuan Besar-nya itu. Untuk berhati-hati, dan tidak percaya kepada laki-laki penipu tersebut.


"Aku diberitahu oleh Benjiro melalui telpon, Jika adiknya hamil anaknya Rian Noir. Dan Aku diminta untuk menyingkir, supaya tidak menghalangi pernikahan mereka nanti."


"Saat itu, Tuan Besar sudah Aku peringatkan. Tapi Tuan tidak mau mendengarnya." Artha memberikan penjelasan, tentang masa lalunya.

__ADS_1


"Hhh..."


Nhao Zhiro pembuang nafas, mendengar jawaban yang diberikan oleh asistennya tersebut. Sebab dia juga ingat, jika dulunya, Artha sudah sering memberinya peringatan.


__ADS_2