Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Kekacauan


__ADS_3

Semua yang mengelilingi kehidupan Nhao Zhiro saat ini, terasa sangat membingungkan.


Dia mati, tapi ternyata tidak mati.


Roh Nhao Zhiro, justru terjebak berada pada tubuh seseorang pemuda lemah. Dengan semua permasalahan keluarganya yang ternyata lebih rumit. Dibandingkan dengan sebuah balas dendam, yang hanya tertuju pada satu orang.


Artha, yang selama ini di dikenalnya dingin, dan kaku, menyimpan banyak misteri. Karena pada kenyataannya, Artha masih ada hubungan dengan keluarga Alex. Pemuda yang tubuhnya digunakan oleh Nhao Zhiro.


Dan yang lebih membuat pelik lagi, mamanya Alex ada hubungannya dengan Benjiro.


Karena ternyata, Benjiro itu adalah kakaknya Reina Matsushima. Menantu dari keluarga Noir, yang tentunya saat ini adalah keluarganya Nhao Zhiro juga. Karena Reina Matsushima adalah mamanya Alex.


Itu artinya, Alexander Noir adalah keponakannya Benjiro sendiri.


Tapi melihat wajah dari rekan bisnis dan sekaligus musuhnya itu, membuat Nhao Zhiro tidak lagi berpikir apapun. Karena dia sudah dikuasai oleh emosi dan dendam.


Sekarang, Nhao Zhiro punya kesempatan untuk membalas dendam pada Benjiro. Di saat Benjiro justru datang ke rumah keluarganya Alex sendiri.


Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, untuk menghabisi nyawa Benjiro. Dengan tangannya sendiri.


Brakkk!


Nhao Zhiro membuka pintu dengan kasar, kemudian keluar menemui Benjiro. Yang masih bersitegang dengan Kenji Hiragama Noir. Kakeknya Alex.


"Ada apa Alex?" tanya Kenji kaget, karena tiba-tiba cucunya itu terlihat sangat marah. Pada saat melihat Benjiro, tamu sekaligus pamannya Alex sendiri.


Tapi Nhao Zhiro tidak menjawab pertanyaan dari Kenji, kemudian berjalan dengan cepat menuju ke tempat Benjiro berdiri.


Bugh bagh bugh!


Tanpa aba-aba, Nhao Zhiro memukuli Benjiro hingga terhuyung-huyung dan jatuh.


"Hai! apa yang Kamu lakukan Alex? ini Paman!" bentak Benjiro, marah karena sikap dari keponakannya. Yang tiba-tiba menghajarnya.


Kenji juga kaget, karena selama ini Alex terlihat takut. Dan tidak berani berbicara dengan pamannya itu.


Tapi Nhao Zhiro tidak peduli.


Dia mencengkeram kerah baju Benjiro, kemudian memberikannya pukulan lagi.


Plak plak!


Bugh bagh bugh!


Rian Noir bersama dengan Reina Matsushima, keluar dan ikut menyaksikan apa yang dilakukan oleh anaknya kepada pamannya sendiri.


"Alex!"

__ADS_1


Rian Noir berteriak, mencegah anaknya. Yang masih memukuli pamannya. Yang datang bertamu ke rumah ini.


"Sayang, ada apa?" tanya Reina Matsushima, kaget melihat reaksi anaknya. yang tidak seperti biasanya.


"Kamu!"


Benjiro tidak bisa menahan amarahnya lagi, kemudian mengepalkan tangannya kuat. Dengan gigi yang gemelutuk, menahan diri dari emosinya.


Tapi karena Nhao Zhiro tidak mau berhenti dan meminta maaf, akhirnya Benjiro membalas pukulan Nhao Zhiro.


"Dasar keponakan kurang ajar! tidak tahu diri!"


Sayangnya, sebelum dia memukul Nhao Zhiro. Tangannya yang melayang, ditangkap oleh Nhao Zhiro. Yang tentu saja sekarang jauh lebih kuat, meskipun berada pada tubuh Alex yang lemah.


Hal ini membuat orang tua dan kakeknya, sangat terkejut dan tidak pernah menyangka. Jika Alex bisa melakukan semua ini.


Yukito Noir, yang baru saja keluar menjerit keras. Dengan manggil nama kakaknya.


"Kak Alex!"


Brukkk!


Tapi Yukito tiba-tiba saja terjatuh, karena dari belakang dipukul Nicorazon, dengan tongkat bisbol yang ada di pojok ruangan.


"Hai!"


Rian Noir berteriak, di saat melihat anak gadisnya dipukul oleh asistennya Alex.


Itulah sebabnya, Benjiro selalu meminta bantuan kepada Rian Noir maupun Kenji. Karena dia tahu betul, bagaimana keadaan mereka selama ini.


Akhirnya Rian Noir memberikan pelajaran kepada Nicorazon. Yang telah memukul anak gadisnya, hingga terjatuh.


Sedangkan Reina Matsushima, jatuh pingsan. Melihat keadaan keluarganya yang telah berantakan dan tidak seperti biasanya.


Kenji lebih bingung lagi, di saat melihat keadaan cucunya, Alexander Noir. Yang ternyata sudah jauh lebih kuat dari pada sebelumnya. Bahkan, jauh lebih kuat dibandingkan anak buahnya. Yang biasa mengawalnya ke mana saja.


Tapi ternyata, Benjiro juga masih cukup kuat dengan melakukan perlawanan. Sehingga perkelahian keduanya tidak bisa dielakkan.


Dor dor dor!


Tiba-tiba dari arah luar, suara tembakan yang bertubi-tubi mengagetkan mereka semua. Di tambah lagi dengan jatuhnya Kenji, dan beberapa orang. Yang merupakan asisten rumah tangga Kenji, yang perangkap sebagai bodyguard-nya.


Reina Matsushima, masih belum sadarkan diri. Sedangkan Rian Noir, terkena tembakan pada tanggan dan dada.


Hal ini membuat kepanikan pada Aizen, yang baru saja keluar dari dalam rumah.


Nhao Zhiro, memberikan kode pada asistennya yang pendiam itu. Untuk mengurus Nicorazon, yang hampir saja memukul Rian Noir. Karena papanya Alex itu sudah dalam keadaan jatuh, akibat terkena tembakan dari orang-orangnya Benjiro.

__ADS_1


*****


Sekarang ini, semua orang sedang berada di rumah sakit. Untuk mendapatkan perawatan medis, karena keadaan memang gawat.


Rian Noir dan Kenji, ada di dalam ruangan operasi. Untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dalam tubuh mereka.


Reina Matsushima, bersama dengan Yukito Noir, juga ada di ruangan rawat inap VVIP khusus. Karena rumah sakit ini adalah rumah sakit keluarga mereka, yang ada di Tokyo.


Artha dan Aizen, di tinggal di rumah. Untuk mengurus kekacauan dan mayat-mayat, yang tadi terkena tembakan orang-orangnya Benjiro.


Sedangkan Benjiro sendiri, berhasil kabur bersama dengan Nicorazon.


Nhao Zhiro sudah meminta kepada Artha, untuk mengerahkan anak buahnya. Untuk mengejar Benjiro dan Nicorazon, yang sudah berhasil melarikan diri. Bersama dengan orang-orangnya yang selamat.


Pintu operasi belum terbuka. Lampu yang ada di atas pintu, juga masih menyala. Menandakan bahwa jalannya operasi masih berlangsung.


Nhao Zhiro sudah sangat gelisah, karena belum mendapatkan kabar dari Artha. Dengan pengejaran terhadap Benjiro tadi.


"Ck! Bagaimana bisa dia lolos! Apa Aku harus mencarinya sendiri?" geram Nhao Zhiro, dengan rahangnya yang terlihat mengeras.


Akhirnya penantian Nhao Zhiro berakhir, di saat ponselnya berdering. Karena the panggilan telepon dari Artha.


Dengan cepat, Nhao Zhiro menerima panggilan telpon tersebut, dengan tidak sabar.


..."Ya, bagaimana?"...


..."Maaf Tuan Besar. Orang-orang kita kehilangan jejaknya."...


..."Br3ngs3k! Apa mereka tidak bisa berlari cepat, atau tidak punya mata?"...


..."Maaf Tuan. Tapi mereka mendapatkan salah satu rekaman cctv, yang memberikan petunjuk kemana mereka lari."...


..."Ke mana?"...


..."Mereka menuju kota Saitama."...


..."Jauh sekali? apa mereka menggunakan mobil ke sana?"...


..."Tidak. Mereka menggunakan helikopter, karena keberangkatan Benjiro itu sudah direncanakan."...


..."Sial! Berarti dia datang kepada Kenji, hanya pengalihan dari kejaran mu saja?"...


..."Iya Tuan."...


..."Baiklah. Persiapan orang-orang kita yang ada di sana, dan siapkan orang-orang yang di sini untuk menjaga keluarga Noir."...


..."Baik Tuan Besar."...

__ADS_1


Klik!


"Aku pasti akan menemukanmu, Benjiro!"


__ADS_2