Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Akhirnya Ketemu


__ADS_3

Sekarang Nhao Zhiro sudah berada di kota Saitama. Salah satu daerah prefektur di negara Jepang, yang berdekatan dengan Tokyo.


Prefektur ini adalah bagian dari Wilayah Tokyo Raya, dan banyak kota Saitama merupakan kota penunjang bagi kota Tokyo yang berada di pinggiran kota Tokyo, tempat banyak warga Komuter bepergian setiap hari.


Prefektur ialah sebuah istilah yang digunakan untuk menyatakan suatu wilayah, yang memiliki kekuasaan yang mandiri. Istilah ini telah digunakan di Kerajaan Romawi untuk membagi wilayahnya menjadi empat ketika masa pemerintahan Diokletianus.


Prefektur mirip seperti negara bagian atau provinsi, yang dipimpin oleh pemimpin tunggal.


Sama seperti kota Yokohama juga.


Nhao Zhiro tiba di kota Saitama bersama dengan Artha, dengan menggunakan helikopter. Yang berangkat dari atas gedung kantornya Nhao Zhiro sendiri.


Dia ingin mengejar Benjiro, untuk melakukan balas dendamnya pada musuh. Yang dulunya adalah rekan kerjanya sendiri


Apalagi Kenji Hiragama Noir, juga mendukungnya. Karena sudah bosan dan jengah, dengan apa yang selama ini dilakukan oleh Benjiro terhadap keluarganya.


Tapi Nhao Zhiro, tidak memberitahu papa dan mamanya Alex.


Dia tidak mau jika, kedua orang tuanya Alex itu akan mencegahnya. Mengingat kembali, bagaimana hubungan keluarga di antara mereka. Meskipun hubungan itu tidak sehat.


"Apa kita langsung mencari, dan menemui Benjiro? Watashitachiha yōten ni massugudesu ka?" tanya Artha, begitu mereka menjejakkan kaki di kota Saitama.


"Kanarazu mitsukemasu! Aku pasti akan menemukannya, di manapun dia berada." Nhao Zhiro, menjawab pertanyaan Artha dengan tegas.


"Mochiron masutā. Tentu saja Tuan Besar."


Artha juga mengiyakan, karena dia sendiri sangat tahu, bagaimana cara tuannya itu jika sudah memiliki niatan dan tekad yang bulat.


"Cepat kerahkan orang-orang kita yang ada di kota ini, untuk mencari keberadaan Benjiro!" perintah Nhao Zhiro, pada asisten Artha. Yang tentunya sudah menyiapkan segala hal, yang mereka perlukan selama berada di kota ini.


"OK misutā biggu. Baik Tuan Besar!"


Setelah menyanggupi perintah dari Tuan Besar-nya, Artha segera melakukan panggilan kepada anak buahnya. Karena mereka juga memiliki beberapa orang-orang yang setia, dan bertempat tinggal di kota ini. Dengan berbagai profesi yang mereka miliki.


Tut tut tut!


..."Halo Tuan Artha!"...


..."Kalian sudah siap dengan tugas kalian yang Aku kabarkan kemarin?"...


..."Tentu saja Tuan. Apakah Tuan Besar sudah tiba di kota ini?"...

__ADS_1


..."Ya. Kami sedang beristirahat di hotel. Kalian segera mencari informasi, dan laporkan jika mengetahui keberadaan target!"...


..."Tentu saja kami siap Tuan Artha!"...


..."Kerjakan sekarang! Dan ingat, jangan sampai kalian melakukan sesuatu terlebih dahulu, sebelum mendapatkan instruksi."...


..."Ok Tuan Artha!"...


Klik!


Artha melirik ke arah Nhao Zhiro, yang tentu saja sudah tidak sama seperti Tuan Besar-nya yang dulu. Sebab sekarang ini, yang ada di hadapannya adalah seorang pemuda yang kurus kering, dengan kulitnya yang putih pucat. Tidak lagi berotot, sama seperti Nhao Zhiro yang dulu.


"Kenapa? Apa yang Kamu perhatikan Artha?" tanya Nhao Zhiro, yang mengetahui, jika asistennya itu sedang memperhatikan dirinya.


"Tidak. Tidak ada Tuan!"


Nhao Zhiro tersenyum tipis, mendengar jawaban dari asisten Artha. Yang tampak gugup, karena kedapatan sedang memperhatikan Tuan Besar-nya. Apalagi mendapatkan pertanyaan juga, yang tentu saja membuatnya malu.


Di dalam hatinya Nhao Zhiro berkata, "*Ka*mu pasti tidak akan pernah percaya, seandainya Aku mengatakan kebenaran tentang jati diri Alex yang sebenarnya. Sebab darah yang mengalir pada tubuh Alex adalah darahmu."


Tapi pada kenyataannya, Nhao Zhiro tidak memberitahu Artha.


Dia ingin supaya Kenji sendiri yang akan memberitahu Artha, atau setidaknya Benjiro. Supaya Artha mengetahui dari mereka berdua sendiri, yang sudah mempermainkan perasaan dan kehidupannya sejak dulu.


Tak lama kemudian, ponsel Artha berdering. Dia mendapatkan laporan dari anak buahnya, bahwa Benjiro saat ini berada di sebuah villa.


Ternyata di villa sana, Benjiro melakukan bisnis gelap dengan membuat foto-foto khusus dewasa, bersama dengan videonya juga, yang tentu saja sangat laku keras.


Dia menggunakan dengan beberapa model dan artis, yang tentu saja baru direkrut, sehingga tidak mengeluarkan banyak biaya. Karena bayaran mereka yang masih murah.


..."Ya halo!"...


..."Tuan sudah siap?" ...


..."Baiklah. Aku akan segera bergerak ke sana bersama Tuan Besar. Jadi kalian bersiaplah, dengan berjaga-jaga di sekitar tempat itu!" ...


..."Siap tuan Artha!"...


Klik!


Artha dengan cepat mendekat ke tempat Nhao Zhiro berada, kemudian memberi tahu tentang laporan yang dia terima.

__ADS_1


Tapi sebelum Artha bicara apa-apa, Nhao Zhiro justru sudah berdiri dan mengajaknya pergi. "Ayo kita pergi sekarang!"


Tanpa banyak bicara lagi, Artha mengikuti langkah Nhao Zhiro. Ke luar dari dalam kamar hotel, menuju ke tempat Benjiro. Yang menjadi sasaran target mereka.


Mereka bergerak menuju ke villa, yang sudah diberitahukan oleh anak buahnya tadi.


*****


Bruakkk!


Pintu villa di dobrak dengan paksa oleh Nhao Zhiro, tanpa bantuan dari Artha.


Dia seperti biasanya, tidak memiliki rasa takut. Padahal di lihat dari fisiknya yang tampak sekarang ini, dia hanyalah seorang pemuda yang lemah dan penakut.


Tapi karena jiwanya Alex sekarang ini adalah jiwa Nhao Zhiro, tentu saja itu bertolak belakang dari apa yang terlihat.


Hal ini tentu saja mengejutkan Benjiro, yang sedang duduk di atas sofa, diapit oleh dua wanita yang sedang memberikan pelayanan khusus padanya.


"Hai bocah!"


Benjiro tidak percaya, dan tentu saja sangat kaget. Karena mendapati keponakannya berada di depan pintu tanpa memberitahu terlebih dahulu.


"Apa yang Kamu lakukan di sini?" bentak Benjiro, karena Alex tetap berjalan ke arahnya. Tanpa menjawab pertanyaannya, ataupun menyapanya, sebagai bentuk basa-basi.


Bugh!


"Aaa!"


"Awww!"


"Ehhh!"


Tanpa banyak bicara, Nhao Zhiro memberikan bogem mentah nya, tepat di mukanya Benjiro. Sehingga membuat dua wanita yang tadi menemani pamannya Alex menjerit ketakutan.


"Hai bocah tengil! Dasar b0d0h! Apa Kamu tidak tahu siapa Aku?" Benjiro kalap.


Dia hampir saja membalas pukulan keponakannya itu, tapi segera dicegah oleh Artha. Yang sudah memakan tangannya.


Hal ini membuat Benjiro lebih terkejut lagi, karena tadi dia tidak melihat keberadaan asisten Artha. Sebab Nhao Zhiro memang masuk sendiri terlebih dahulu, sedangkan Artha masih berjaga di depan pintu.


Untuk anak buahnya yang lain, tentu saja membuat pengamanan di sekitar villa. Dan sudah ada yang melakukan perlawanan dengan anak buahnya Benjiro.

__ADS_1


Akhirnya perkelahian di antara mereka tidak bisa terelakkan lagi. Sehingga keadaan villa menjadi berantakan.


__ADS_2