
Jam 02.00 siang, Nhao Zhiro mendapatkan kabar dari asisten Artha, jika Benjiro, yang semalam sudah ditangkap anak buahnya, sekarang lolos. Dan melarikan diri, setelah anak buah Benjiro datang mengobrak-abrik markas mereka.
..."Apa? Bagaimana caranya dia lolos? apa Kamu tidak bisa bekerja dengan benar lagi seperti waktu dulu?"...
..."Maaf Tuan."...
..."Cepat kejar dia! Aku tidak mau tahu."...
..."Sudah Tuan Besar. Anak-anak sudah pergi menyebar untuk menangkapnya."...
..."Sial! Aku baru saja mau datang ke markas nanti sore. Tapi sekarang Kamu memberikan kabar buruk?"...
..."Saya pastikan dia akan segera tertangkap Tuan Besar."...
..."Tidak usah banyak bicara, cepat lakukan! Aku hanya ingin bukti."...
Klik!
Nhao Zhiro mengepalkan tangannya dengan kuat, mendengar berita buruk tentang Benjiro.
Sebenarnya dia ingin pergi untuk bergerak sendiri, tapi kakeknya Alex sudah memberitahu pada saat sarapan pagi, jika papa dan mamanya datang dari Jakarta.
Hal ini membuat Nhao Zhiro tidak bisa melakukan apa saja yang dia inginkan, karena dia harus tetap bersembunyi di dalam tubuh Alex. Untuk sementara waktu, atau entah sampai kapan. Dia sendiri juga tidak mengetahuinya.
Dan benar saja, jam 04.00 sore, Rian Noir bersama dengan Reina Matsushima tiba di rumah keluarga Noir.
Mereka semua saling berpelukan melepaskan rasa rindu, bahkan Reina menangis saat memeluk tubuh Alex. Yang katanya semakin padat berisi.
"Kamu, Kamu semakin terlihat sehat Sayang. Mama, Mama sangat bersyukur dengan keadaan mu yang sekarang."
"Mochiron okāsan. Watashi wa mada daijōbudarou."
"Tentu saja Ma. Alex akan tetap baik-baik saja. Jadi Mama tidak perlu khawatir." Nhao Zhiro, berusaha untuk menenangkan wanita tersebut. Supaya tidak mengkhawatirkan tubuh anaknya.
Begitu juga pada saat Rian Noir memeluknya. Papanya Alex ini, terlihat sangat jelas jika menyayanginya. Jadi keraguan Nhao Zhiro tentang papanya ini, tidak berasalan.
"Papa, Yuki juga mau dipeluk!" protes adiknya Alex, karena sedari tadi papanya itu belum menyapa dan memeluknya.
"Oh ya sini-sini gadisnya Papa!"
Rian Noir membuka satu tangannya, untuk menyambut anak gadisnya. Sehingga dia bisa memeluk kedua anaknya secara bersamaan.
Sebenarnya Nhao Zhiro merasa tidak nyaman karena Papanya Alex ini, jauh lebih muda dibandingkan dirinya.
__ADS_1
Apalagi saat Reina Matsushima, ikut memeluk mereka bertiga. Sehingga sekarang ini mereka berempat saling berpelukan.
"Sudah-sudah, sini! Kita minum dulu," ajak Kenji, meminta kepada anak dan menantunya itu, supaya duduk dan minum terlebih dahulu. Sebab mereka berdua baru saja datang.
*****
Di tempat lain.
Artha memimpin anak buahnya, untuk mencari keberadaan Benjiro, melalui beberapa jejak yang ditinggalkan. Baik dari cctv yang ada di sekitar markas mereka, dan juga cctv yang ada di jalan-jalan di sekitar kota Tokyo.
Dia meminta ahli IT, untuk meretas pantauan cctv yang ada di jalan, dari markas besar kepolisian.
Tapi sayangnya, jejak terakhir yang di dapat. Benjiro justru menuju ke rumah keluarga Noir.
"Ada apa ini?"
Artha tidak tahu, apa hubungannya Benjiro dengan keluarga Noir. Sebab dia tidak pernah mengenal Benjiro, selama dibesarkan di keluarga angkatnya itu.
"Apa Benjiro ada hubungan darah dengan keluarga ayah?" tanya Artha bergumam.
Akhirnya Artha memutuskan untuk menghubungi Tuan Besar-nya. Untuk memberikan laporan tentang keberadaan Benjiro, yang tertangkap kamera sedang menuju ke rumah keluarga Noir.
Untungnya, Nhao Zhiro langsung menerima panggilan telponnya. Sehingga Artha bisa memberikan penjelasan dan mengajukan pertanyaan kepada Tuan Besar-nya juga.
..."Dia menuju ke rumah keluarga Noir. Apa dia ada di sana?" ...
..."Iya Tuan." ...
..."Tidak ada. Yang datang hanya papa dan mamanya Alex dari Indonesia. Apa Kamu mengenal mereka?" ...
..."Mama dan papanya Alex?" ...
..."Ya. Papa dan mamaku. Aku yakin jika Kamu juga mengenal mereka Artha. Dan apa Kamu tahu, jika Benjiro adalah rekan kerja dari Rian Noir. Papanya Alex, yang merupakan adik angkat mu." ...
..."Apa mungkin Benjiro tahu, jika Rian Noir pulang ke Tokyo, sehingga dia datang ke sana. Untuk bertemu sebentar dengan papanya Alex?" ...
..."Aku juga tidak tahu. Tapi jika itu benar, Aku akan memberinya pelajaran di rumah ini." ...
..."Tapi Tuan..."...
Klik!
"Huhfff..."
__ADS_1
Artha membuang nafas panjang, dengan semua yang dia dengar dari Tuan Besar-nya barusan.
Jika Benjiro adalah rekan bisnis papanya Alex, itu artinya, Kenji suka mengenal Benjiro.
*****
Di rumah Kenji.
Di luar memang ada tamu yang datang, untuk mencari keberadaan Kenji dan bukan Rian Noir. Yang baru saja datang dari Jakarta.
"Tuan Besar Kenji, ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan," terang asisten Aizen, yang memberitahukan pada Kenji, jika ada tamu yang datang mencarinya.
Akhirnya Kenji pamit pada anak dan cucunya, yang saat ini berada di ruang keluarga. Yang ada di lantai atas.
"Siapa?" tanya Kenji pada asisten Aizen, yang datang memberitahu.
"Katanya, dia sahabat Tuan Besar. Dan rekan bisnis Tuan Rian juga."
Mendengar penjelasan yang diberikan asisten Aizen, Kenji menyipitkan matanya. Sebab saat ini, sahabat-sahabatnya banyak yang sudah tiada. Dengan seiring bertambahnya waktu dan usianya yang semakin tua.
Akhirnya Kenji mengikuti langkah asisten Aizen, untuk menemui tamunya yang datang.
"Konbanwa sensei."
"Selamat sore Tuan Kenji Hiragama Noir," ucap Benjiro, memberikan salam dengan membungkukkan badannya.
"Kon'nichiwa. Dō shita no Benjiro."
"Selamat sore juga Benjiro. Ada apa gerangan, yang membawamu datang sore ini ke rumahku ini?" tanya Kenji, menjawab salam dari tamunya. Yang diketahui tidak pernah datang ke rumahnya, jika tidak ada keperluan atau meminta bantuan.
"Hehehe... Mōshiwake arimasendeshita. Maaf Tuan, Saya sedang butuh bantuan. Jadi Saya datang untuk meminta bantuan kepada Anda. Saya sedang bermasalah dengan seorang pengusaha besar, yang juga berprofesi sebagai mafia."
Benjiro mulai memberikan penjelasan kepada Kenji, tentang permasalahan yang dia miliki saat ini.
"Kamu bilang tadi, jika orang tersebut telah Kamu bunuh. Lalu, apa yang Kamu takutkan lagi?" tanya Kenji heran.
"Tapi, asisten dari orang tersebut sedang mengejar Saya Tuan. Jadi, berikan Aku perlindungan!"
Kenji menatap Benjiro, untuk mencari kebenaran dari jawaban yang diberikan oleh tamunya kali ini. Sebab, dia mengenal penjuru memang dekat. Tapi itu karena kakaknya Benjiro, pernah menjadi sahabat dekatnya. Dan bukan Benjiro yang menjadi sahabatnya.
"Tapi, kenapa Kamu tidak memberikan penjelasan kepada orang tersebut. Jika Kamu menghabisi nyawa Tuannya, karena kesalahan yang dilakukan oleh Tuannya sendiri." Sahut Kenji, membuka jalan pada adik dari sahabatnya itu.
"Dia itu asistennya orang tersebut. Jadi, Saya sedang dijadikan target untuk balas dendam. Saya hanya butuh tempat untuk bersembunyi, selain rumah-rumah yang Saya miliki. Sebab orang tersebut, pastinya akan mencari ke rumah atau perusahaan yang Saya miliki juga Tuan Besar Kenji Hiragama Noir."
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Benjiro, Kenji tersenyum sinis.
"Ke mana semua anak buah, dan juga kesombongan yang selama ini Kamu miliki?"