
Slasss...
Wusss...
Dugh bugh bugh!
Pertempuran antara dua kelompok besar Nhao Zhiro dengan Benjiro, meramaikan suasana di tempat tersebut, yang tadinya sangat sepi.
Asisten Aizen, yang telah menguasai tubuhnya Alex, dengan mengesampingkan roh Nhao Zhiro, melakukan apa saja yang diinginkannya, menggunakan kekuatan yang dia miliki.
Tapi pada saat-saat tertentu, asisten Aizen juga mengambil alih kekuatan yang dimiliki oleh Nhao Zhiro untuk menambah kekuatannya sendiri. Hal ini membuat Benjiro kewalahan, karena kekuatan Nhao Zhiro jika ditambah dengan kekuatan milik asisten Aizen, tentu jauh lebih besar dibandingkan dirinya. Meskipun dia mendapatkan kekuatan dari roh kucing Nekomata, yang katanya tidak terkalahkan.
"Sial! Kalian semua harus mati!"
"Anata wa mina shinanakereba naranai!"
"Ciattt..."
Blommm!
Pyarrr...
Kekuatan roh Nekomata yang mengepalkan tangannya, dengan mengeluarkan asap tebal yang menggumpal, justru mengenai kaca-kaca di sebuah bangunan, yang berada jauh di belakang sana. Suaranya mengagetkan siapa saja termasuk asisten Aizen sendiri.
"Hahaha... nasibmu juga akan sama seperti gedung tersebut, jika tidak menyerah!" bentak Benjiro, bermaksud untuk menggertak.
"Hehhh, hanya segitu saja kekuatan yang bisa Kamu keluarkan?" cibir asisten Aizen, yang tersenyum sinis mengejek Benjiro.
Nhao Zhiro juga tertawa, di saat atau waktu untuk menguasai tubuhnya Alex.
"Br3ngs3k kalian berdua! Beraninya menggunakan tubuh keponakanku Alex untuk menyerang ku!" Benjiro semakin murka, dengan cara asisten Aizen dan Nhao Zhiro memperlakukannya.
"Keponakanmu? Atau... dia hanya Kamu jadikan sebagai alat untuk mengikat adikmu, Reina pada keluarga Noir?" tebak asisten Aizen, yang sepertinya tahu lebih banyak tentang seluk beluk kehidupan keluarga Noir.
__ADS_1
Nhao Zhiro sendiri mengerutkan keningnya, mendengar kalimat yang diucapkan oleh asisten Aizen untuk membalas perkataannya Benjiro tadi.
Semua yang didenger oleh Nhao Zhiro sekarang ini, jauh di luar dugaan awalnya. Ternyata Benjiro memiliki taktik tersendiri, dalam keadaan dan kondisi yang menguntungkan dirinya.
Namun Nhao Zhiro tidak mau berpikir lebih jauh lagi, tentang keadaan lawannya itu. Yang penting dia bisa menghancurkan Benjiro, sebab orang itulah yang menjadi penyebab utama dirinya mati penasaran, sehingga rohnya masuk ke tubuhnya Alex yang baru saja meninggal dunia.
"Tuan Nhao Zhiro, sebaiknya kita bersatu untuk melawan kekuatan roh kucing Nekomata, sebab roh gelap dan penuh dendam tersebut sepertinya sudah bermutasi jauh lebih besar dibandingkan dengan dugaan ku di awal tadi."
Sekarang asisten Aizen meminta persetujuan Nhao Zhiro untuk menyatukan kedua roh mereka, supaya bisa melawan kekuatan Nekomata, yang sepertinya jauh lebih besar dari yang sebenarnya diketahui oleh asisten Aizen sendiri.
"Aku tidak masalah. Tapi, bagaimana efek yang akan terjadi dalam persatuan roh kita nantinya? maksudnya setelah kita berhasil mengalahkan Benjiro, apa yang akan terjadi?" tanya Nhao Zhiro, memikirkan segala kemungkinan besar yang akan terjadi kedepannya nanti.
"Kita tidak akan bisa dipisahkan kembali, dan hanya menjadi satu roh sebagai penghuni tubuhnya Alex. Hal itu akan membuat kita menghilang untuk selamanya, karena telah menjadi Alex seutuhnya."
Deg!
Nhao Zhiro kaget juga mendengar penjelasan dan jawaban yang diberikan oleh asisten Aizen. Meskipun sebenarnya dia sadar, jika dirinya telah meninggal dunia, dan yang ada saat ini hanyalah sebuah roh penasaran, dengan dendam yang harus terbalaskan. Kebetulan roh tersebut masuk ke dalam tubuhnya Alexander Noir, yang mau menampungnya.
"Tapi bagaimana denganmu? apakah Kamu tidak merasa menyayangkan semuanya ini?"
"Kita ini orang-orang yang sebenarnya sudah mati. Jadi tanpa tubuh ini, tidak pernah berada di sini, membalaskan dendam pada Benjiro. Atau Anda merasa rugi? jika iya, silahkan pergi sekarang juga! Biarkan Aku yang menempatinya sendiri!"
Nhao Zhiro cukup terkejut mendapatkan tantangan seperti itu dari asistennya Alex. Jiwa Bos yang dimilikinya merasa tersentil, dengan tantangan yang diberikan oleh asisten Aizen.
"Aku tidak merasa rugi, atau menyesal. Aku hanya ingin tahu saja! Jika Kamu tidak mau membantuku juga tidak apa-apa. Aku bisa melakukannya sendiri dengan kekuatanku."
Sekarang roh Nhao Zhiro bersama dengan roh asisten Aizen, berselisih akibat kesalahpahaman mereka sendiri.
Apa yang mereka ributkan membuat Benjiro tertawa terbahak-bahak, "hahaha... berantem saja terus! Aku akan menghancurkan kalian berdua sehingga tidak akan pernah bisa bertengkar lagi!"
"Br3ngs3k!"
"Imaimashī! Son'nani kantan ni dekiru to omoimasu ka? Sial! Kamu pikir bisa semudah itu mengalahkan Aku? Dengar ya! Aku tidak bodoh!" tegas Alexander Noir, yang sekarang ini telah diisi 2 roh yang bersatu.
__ADS_1
Nhao Zhiro maupun asisten Aizen, sama-sama menyadari, sehingga mereka siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Setelah pertempuran ini selesai, dan mereka bisa mengalahkan Benjiro.
Sesuai dengan apa yang dijelaskan secara singkat oleh asisten Aizen, kedua roh membeda akan sama-sama kehilangan memori sebagai Nhao Zhiro maupun asisten Aizen, karena mereka akan menjadi jiwa atau roh yang lain, baru, untuk menjadi penghuni tubuhnya Alex.
"Baiklah. Sekarang kita bersiap untuk bersatu!"
Pusaran angin begitu kuat, sehingga terdengar sangat memekakkan telinga siapa saja yang berada di tempat mereka saat ini.
Pusaran angin tersebut tiba-tiba menjadi sebuah gumpalan berwarna hitam pekat, tanpa diketahui kekuatan apa yang sebenarnya mereka miliki.
"Sial! Apa semua ini? Apakah mereka berdua jauh lebih hebat?" tanya Benjiro, yang tidak bisa menggunakan kekuatan Nekomata pada saat keadaan seperti ini.
Semua yang sedang terjadi pada tubuh Alexander Noir, memang melemahkan kekuatan semua orang yang ada disekitar tempat mereka berada.
Kekuatan orang lain seakan-akan hilang, kalah dengan kekuatan yang datang pada tubuhnya Alexander Noir.
"Kenapa Nekomata tidak berfungsi?"
"Apa yang sebenarnya terjadi ini?"
Benjiro masih berusaha untuk bisa berdiri, menyeimbangkan tubuh dan kekuatannya, supaya tetap berada di tempat dan tidak terpengaruh dengan semua yang terjadi pada tubuhnya Alex.
Sayangnya semua harapan Benjiro tidak terkabul. Benjiro sendiri merasa jika kekuatannya lama-kelamaan melemah. Di tambah lagi dengan darah yang mengalir pada pergelangan tangannya, akibat pembahasan samurai yang dipegang oleh Alex tadi.
Wusss...
Krekkk... krekkk... krekkk!
Persendian otot kaki dan tangannya Alex, seakan-akan terlihat membesar dengan sendirinya, sehingga tampak jauh lebih besar dan berbeda, dibandingkan keadaan yang biasanya.
"Kore wa hontōni yosō-gaidesu. Kureijī!"
"Gila! Semua ini di luar dugaan dan sepertinya kekuatan mereka memang benar-benar di atas Nekomata." Benjiro bergumam seorang diri, mengakui jika kekuatan lawan jauh lebih besar dibandingkan yang dia miliki.
__ADS_1
"Jika Aku sampai kalah, Aku akan menjadi roh penasaran, yang akan menghancurkan kalian semua dengan menggunakan tubuh seseorang yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan tubuhnya Alex yang kalian tempati sekarang."
"Cihhh! Ini benar-benar menguras tenaga*!"