Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Tetap Pada Niat


__ADS_3

Nhao Zhiro sangat terkejut, disaat mengetahui kebenaran yang sebenarnya mengenai Alexander Noir, Reina Matsushima, yang mempunyai hubungan tidak biasa dengan Artha.


Jika cerita yang disampaikan oleh Kenji ini adalah suatu kebenaran, itu artinya, Alexander Noir adalah anaknya Artha.


Padahal saat ini, Nhao Zhiro sedang berada pada tubuh Alex. Jadi, Nhao Zhiro sama saja menjadi anak dari asisten Artha. Yang pada kenyataannya adalah asistennya sendiri, di saat dia menjadi seorang Nhao Zhiro.


"Ini gila! Mana bisa Aku menjadi anaknya?" batin Nhao Zhiro, setelah Kenji selesai bercerita. Mengenai keadaan yang sebenarnya pada masa lalu.


"Lalu, kenapa Kakek tidak menceritakan hal yang sebenarnya pada Papa? Padahal papa Rian adalah anak kandung dari kakek sendiri."


Nhao Zhiro tidak habis pikir dengan alasan yang dibuat oleh Kenji, yang harus menutup rapat rahasia ini dari anaknya. Selama berpuluh-puluh tahun lamanya.


Padahal, seandainya dia bicara jujur sekalipun, Nhao Zhiro yakin jika, Rian Noir pasti akan mengerti, dengan situasi yang sedang dihadapi oleh ayahnya.


"Kakek, kakek juga sudah terlanjur menyayangimu Lex. Kakek juga dapat melihat ketulusan cinta dan kasih sayang papamu, pada mamamu. Dan yang utama adalah pada dirimu," terang Kenji, mengatakan alasannya menutup cerita ini pada siapapun.


"Apa Kamu tidak ingat, jika papamu, justru memilih membawamu serta ke Jakarta. Dan menitipkan adikmu, Yukito pada nenek sewaktu masih kecil. Karena mereka berdua, terutama papamu, yang tidak tega membiarkan Kamu harus berpisah dengan mamamu barang sebentar saja." Kenji bicara lagi, mengutarakan alasannya.


Nhao Zhiro mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Kenji. Meskipun sebenarnya dia tidak tahu apa-apa.


Tapi dia bisa menarik kesimpulan dari cerita Kenji, jika Rian Noir terlalu banyak memiliki cinta pada Reina. Meskipun sebenarnya dia juga sudah menduga, jika anaknya itu, Alexander Noir, bukan darah dagingnya sendiri. Tapi anak dari kakak angkatnya.


Dan ini terbukti, karena Rian Noir tidak pernah memberi tahu Reina. Serta mengungkit masa lalu sang istri.


Nhao Zhiro jadi kagum dengan sosok Rian Noir, yang mempunyai banyak cinta, pada orang-orang yang ada di dekatnya.


Dia rela berpisah jarak dengan anak kandungnya sendiri, dan memberikan perlindungan, perhatian dan cinta pada anaknya Artha.

__ADS_1


"Apakah Artha perlu tahu hal ini? Atau membiarkan rahasia ini terus berlanjut, tanpa harus diketahui oleh siapapun lagi?" batin Nhao Zhiro bertanya kepada dirinya sendiri.


"Alex. Kakek berharap kamu tidak membenci Artha, yang sebenarnya adalah papamu. Kamu juga tidak boleh membenci mamamu, karena mereka berdua memang tidak tahu apa-apa. Begitu juga dengan papamu, Rian. Yang tetap menutup rapat rahasia ini."


Nhao Zhiro tidak menyahuti permintaan dari Kenji, kakek dari Yukito Noir. Karena yang sebenarnya adalah, Alex tidak mempunyai ikatan dalam apapun, dengan keluarga Noir.


"Ini benar-benar diluar dugaan. Gila! Ini benar-benar gila! Aku, Aku menjadi anaknya Artha?" batin Nhao Zhiro, sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Alex," panggil Kenji, meminta atensi penuh dari Nhao Zhiro, yang sebenarnya adalah Alexander Noir.


"Kakek. Aku, Aku tidak berhak menyandang nama Noir di belakang nama Alexander. Apakah Kakek tidak merasa risih, karena keberadaan ku?" tanya Nhao Zhiro, mencoba untuk mencari tahu, apa dan bagaimana perasaan Kenji terhadap dirinya.


"Hhh..."


Kenji menghela nafas panjang, dan terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya memberikan jawabannya. "Kakek juga sudah terlanjur menyayangimu Lex. Mana mungkin Kakek tega, membiarkanmu tanpa menggunakan nama Noir juga."


Setelah berkata demikian, Kenji memeluk cucunya, dengan mengucapkan permintaan maaf beberapa kali.


Nhao Zhiro melihat kesungguhan, dan juga cinta yang sangat besar di mata tua Kenji.


Hal ini membuat Nhao Zhiro tidak tega, dan berjanji dalam hati. Untuk melakukan pembalasan kepada Benjiro, yang juga sudah membuatnya terperangkap pada tubuh Alexander Noir sekarang ini.


"Kakek. Bolehkah Aku membuat perhitungan dengan Paman Benjiro?" tanya Nhao Zhiro, mencoba untuk meminta dukungan, dari Kenji.


"Apa yang ingin kamu lakukan? tidak usah memikirkan banyak hal Alex. Dia itu juga pamanmu, yang sudah berjasa banyak terhadap mamamu!"


Ternyata Kenji mencegah niatan Nhao Zhiro, yang ingin membalas dendam pada pamannya sendiri.

__ADS_1


Tapi tentu saja diijinkan atau bikin, Nhao Zhiro tetap pada niatan awalnya. Untuk membuat perhitungan dengan Benjiro, yang ternyata adalah musuh dalam selimut bagi keluarga Noir sendiri.


"Baiklah Kek. Nhao... maksudku Alex akan menuruti perkataan Kakek. Tapi jika dia berbuat sesuatu yang tidak bisa dimaafkan, tentu saja Alex tidak akan memberinya ampun!" Nhao Zhiro, memberikan ultimatum. Jika dia tidak bisa diam saja, seandainya pamannya melakukan kesalahan lagi.


"Alex. Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Kenji, yang sedikit bingung. Karena setiap Alex bicara, menyebutkan namanya sendiri, pasti diawali dengan menyebut nama orang lain.


"Aku baik-baik saja Kek," sahut Nhao Zhiro cepat, karena dia tidak mau membuat Kenji lebih curiga lagi.


"Tapi, kenapa Kamu selalu menyebutkan nama lainnya, sebelum Kamu merawatnya dengan namamu sendiri?"


Sepertinya Kenji lebih peka saat ini, karena mendengar beberapa kali, Nhao Zhiro menyebutkan namanya sendiri. Dan bukan namanya Alex.


"Tidak apa-apa Kek. Alex... Alex hanya sedang bingung, karena mengetahui rahasia yang tidak pernah Alex duga sama sekali."


Kenji menepuk-nepuk pundak Alex beberapa kali, memaklumi kondisi cucunya, yang dulu tidak tahu apa-apa. Dan sekarang justru mengetahui rahasia, yang tentu saja membuatnya terkejut.


Pluk pluk pluk!


"Maafkan Kakek Lex. Kakek berharap, supaya kedepannya nanti semua akan lebih baik. Dan untuk pamanmu, Benjiro, biarkan dia mendapatkan hukuman dari Dewa. Karena telah memanfaatkan, cinta kasih dari adiknya. Meskipun sebenarnya Reina hanya adik angkat, tapi Reina benar-benar menyayangi kakaknya itu."


Nhao Zhiro sedikit paham, kenapa selama ini Benjiro tetap diberikan fasilitas yang dia minta. Meskipun Benjiro juga hanya memanfaatkan semua fasilitas yang dia dapatkan, demi keuntungannya sendiri.


"Terima kasih Kakek. Karena sudah membuka mata hati Alex, sehingga tahu, mana yang tulus dan hanya ingin memanfaatkan saja."


Kenji menganggukkan kepalanya, mendengar suara Alex yang tampak menurut padanya.


Dia tidak tahu jika, Alex alias Nhao Zhiro, memiliki rencana lain. Untuk niatan bales dendamnya pada Benjiro, meskipun saat ini dia ada di tubuh Alexander Noir.

__ADS_1


"*Aku pastikan bahwa dia menyesali semua perbuatannya, baik di masa lalu maupun yang sekarang ini."


"Aku tidak akan memberinya ampun, dan juga kesempatan padanya. Biar dia tahu, dan tidak lagi berbuat sesuka hatinya. Dengan semua yang sudah dilakukannya selama ini*."


__ADS_2