
"Coba telepon dia, atau telpon orang rumah Tuan Besar." Artha memberikan usulan kepada Nhao Zhiro, karena mereka sudah beberapa kali berputar-putar di taman ini. Tapi tidak menemukan adiknya Alex.
"Ah iya Aku lupa! Tapi..."
Nhao Zhiro mencari keberadaan ponselnya di saku celananya. Tapi ternyata tidak ada.
"Duh Aku lupa, jika tadi meminta pada Yukito, untuk membawa serta ponsel ku di dalam tasnya." Nhao Zhiro mencengkeram rambut tengkuknya sendiri, dengan rasa kesal.
"Apa perlu Saya kerahkan seluruh anak buah kita?" tanya Artha, meminta persetujuan pada Tuan Besar-nya.
"Antar Aku pulang saja. Lebih baik Aku pulang, dan meminta kepada asisten Alexander untuk mencarinya."
Akhirnya Artha mengantar Nhao Zhiro, untuk kembali pulang ke rumah keluarga Alexander Noir. Memastikan jika Yukito Noir sudah pulang ke rumah atau belum.
Tapi di saat mereka berdua baru saja menuju ke mobil, Yukito Noir datang bersama dengan dua asisten Alexander Noir. Dengan berjalan tergesa-gesa. Bahkan Yukito sendiri berlari-lari kecil. Karena merasa ketakutan.
Brukkk!
"Kakak dari mana? Aku mencari-cari Kakak sedari tadi, tapi tidak ketemu juga. Huuuuu... hiks..." tangis Yukito pecah, saat menubruk tubuh Alexander dengan memeluknya erat.
Nhao Zhiro, yang merasa sungkan dan tidak nyaman untuk membalas pelukan adiknya Alex, hanya bisa melihat ke arah Artha.
Tapi di luar dugaan Nhao Zhiro, Artha justru menganggukkan kepalanya, dengan memberikan isyarat supaya di Tuan Besar-nya itu membalas pelukan adiknya Alexander Noir. Karena sudah begitu khawatir dengan keadaan dirinya.
"Aku, Aku tidak tahu dari mana. Tapi,tapi Tuan ini menolongku. Dan tadi dia bermaksud untuk mengantarku ke rumah."
Nhao Zhiro, akhirnya berpura-pura dengan membuat alasan. Kenapa tiba-tiba saja dia menghilang, dari pandangan Yukito Noir.
Dua asisten Alexander Noir yang sudah bersiap-siap untuk melindungi Tuan Muda-nya itu, akhirnya melepaskan kepalan tangannya. Karena ternyata, orang yang bersama dengan Alexander Noir adalah orang baik. Dan bukan termasuk untuk menculik atau mencelakai Tuan Muda-nya itu.
"Arigatōgozaimasu. O jama shite mōshiwakearimasen."
__ADS_1
"Terima kasih Tuan. Maaf sudah merepotkan Anda."
Dua asisten Alexander Noir, mengucapkan terima kasih kepada Artha. Karena sudah berniat baik, untuk membantu Tuan Muda-nya itu. Yang ingin pulang ke rumah.
Yukito Noir, juga mengucapkan terima kasih. Dengan membungkukkan badannya pada Artha. Karena sudah membantu kakaknya.
"Arigatōgozaimasu... terima kasih atas kebaikan Tuan. Jika boleh tahu, siapa nama Anda Tuan?" Yukito Noir, justru bertanya pada Artha, dengan keingintahuannya.
Mendengar pertanyaan dari adiknya Alex, membuat Nhao Zhiro mengerutkan keningnya heran. Karena gadis kecil itu, dianggapnya tertarik dengan asistennya.
"Mō kaerimashou. Sudah, ayo kita pulang!"
Nhao Zhiro, menarik tangan Yukito Noir, dengan wajah ditekuk masam. Sehingga adiknya Alex, hanya bisa mengikuti keinginan kakaknya. Sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Artha.
Sedangkan dua asisten Alexander Noir, kembali membungkukkan badannya. Sebagai tanda untuk pamit, dan mengucapkan terima kasih. Atas semua pertolongan Artha untuk Tuan Muda-nya itu.
"Dasar Tuan Besar! Bisa-bisanya dia cemburu padaku. Apa salahnya gadis tersebut memperhatikan ku. Toh Aku masih muda dan tampan, dan Aku... tentunya masih menarik untuk seorang gadis. Hehehe..."
"Ck! Tuan Besar merasa tersaingi. Padahal, dia bisa setiap saat bersama dengan gadis tersebut. Dan... apa dia lupa, jika Yukito Noir itu adalah adiknya sendiri. Hahaha... takdir yang lucu!"
Tapi sebelum dia masuk ke dalam mobil, Aizen, salah satu asisten Alexander Noir, kembali datang menemui dirinya.
"Maaf Tuan. Bisakah Anda menyebutkan nama, dan mengikuti kami untuk pulang ke rumah?" tanya Aizen, yang pembeli untuk bertanya pada Artha.
"Kenapa Kamu kembali? Bagaimana jika Tuan Muda mu tadi marah? Sepertinya, dia tidak menyukaiku. Karena dia tampak tidak suka dengan Saya, di saat adiknya tadi bertanya tentang nama Saya."
Artha mencoba untuk bersikap wajar, sebagaimana orang yang belum pernah mengenal mereka. Apalagi saat ini Tuan Besar-nya itu sedang menjadi Alexander Noir, yang memang belum pernah dikenalnya.
"Ini memang permintaan Nona Yukito, tapi udah disetujui oleh kakaknya, yaitu Tuan Muda Alex."
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Aizen, membuat Artha tersenyum dalam hati. Dia tahu jika semua ini adalah taktik dari Tuan Besar-nya, yang menginginkan dirinya untuk ikut datang ke rumah keluarga Noir.
__ADS_1
"Emhhh..."
"Saya harap Anda tidak menolaknya."
Aizen memaksa Artha, untuk mengikuti permintaan Nona Muda-nya. Yang menginginkan dirinya, untuk ikut ke rumah mereka.
Dan tentu saja Artha menyetujui permintaan tersebut, dengan nada yang dibuat seakan-akan dia terpaksa untuk menyetujuinya. Karena dia tidak mau jika, asisten Alexander Noir ini merasa curiga dengannya.
Akhirnya Artha benar-benar mengikuti mobil, yang membawa Nhao Zhiro ke tempat keluarga Noir tinggal di kota Tokyo ini.
Tak lama kemudian, dua mobil sampai di sebuah rumah. Yang memiliki tipe bangunan rumah tradisional khas Jepang, yang sudah dimodifikasi dengan bentuk modern.
Jadi rumah tersebut sudah tidak bisa dikatakan sebagai rumah yang biasa saja, tapi Artha merasa yakin bahwa, keluarga Noir ini juga bukanlah keluarga biasa.
"Mereka sepertinya keluarga kaya, karena rumahnya saja besar. Dan kata Tuan, dia datang dari Jakarta, Indonesia. Itu artinya, keluarga Noir tidak hanya punya usaha di Jepang saja, tapi juga negara Indonesia."
Artha justru membuat penilaian sendiri, di dalam mobil. Sebelum akhirnya dia ikut turun, karena penumpang yang ada di dalam mobil Alex, sudah keluar semua.
"Mari silahkan Tuan."
Yukito Noir, dengan tersenyum dan membungkuk badannya sedikit, khas orang-orang Jepang. Mempersilahkan Artha untuk masuk ke dalam rumahnya.
Sayangnya, Artha justru menemukan pemandangan lain, pada saat baru saja masuk ke dalam rumah keluarga Noir ini.
"Reina..."
Tapi Artha segera sadar, kemudian menutup mulutnya sendiri. Supaya tidak melanjutkan kalimatnya.
Dan yang menguntungkan lagi, sebuah nama yang sudah terlanjur diucapkan, tidak bisa didengar oleh siapapun. Karena dia mengucapkannya dengan suara yang bertahan di tenggorokan.
Tapi Artha tapi tidak bisa tenang, dengan melihat foto keluarga Noir. Yang ada di ruang tamu. Karena dia mengenal dengan baik, sosok perempuan muda yang memangku seorang anak laki-laki, dengan ciri khusus. Sedangkan di sampingnya, ada seorang laki-laki, yang sedang menggendong gadis kecil. Yang kira-kira baru berumur 3 tahunan.
__ADS_1
Perubahan wajah Artha, tidak luput dari perhatian Nhao Zhiro.
Tapi dalam keadaan seperti ini, tentu saja dia tidak bisa bertanya atau mencari tahu. Apa yang membuat asistennya itu sedikit pucat, begitu masuk ke dalam rumah keluarga barunya ini. Karena dia yang sudah menjadi Alexander Noir untuk saat ini.