Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Resiko Yang Berbeda


__ADS_3

Keadaan sebuah rumah, yang tampak lusuh dengan bangunan tua yang tidak terurus dengan baik, Benjiro masuk ke dalamnya.


Kriettt!


Pintu yang terbuat dari kayu itu berderit ketika dibuka oleh Benjiro. Dia kembali datang ke tempat ini lagi, dimana dia kemarin mendapatkan jimat hitam. Sehingga sekarang ini dia datang kesini untuk meminta sebuah jimat lagi. Dia menginginkan sebuah jimat yang pengaruhnya lebih besar, dibandingkan dengan jimat hitam yang kemarin.


Rumah tua ini adalah tempat tinggal seorang guru, atau bisa juga dikatakan sebagai dukun atau biasa di sebut dengan itako.


Itako adalah dukun atau medium yang secara tradisional telah dilakukan oleh para wanita yang sudah tua, dengan berbagai ilmu supranatural yang dimilikinya.


Secara umum, Itako adalah dukun atau medium yang secara tradisional telah dilakukan oleh para wanita tua yang buta atau penglihatannya terganggu. Yang dipanggil oleh orang-orang yang telah ditinggalkan anggota keluarganya untuk berkomunikasi dengan yang telah mati.


Mereka memeluk agama rakyat dengan berbagai tradisi, tetapi juga menyerukan dewa-dewa Buddha dan Shinto untuk meminta bantuan.


Setiap Itako memiliki dewanya sendiri yang dia serukan dan percaya. Beberapa Itako menggunakan alat-alat bantu, seperti manik-manik dan busur bersenar untuk memanggil para dewa. Dengan jimat-jimat dengan berbagai versi kekuatan, yang akan dia berikan kepada mereka yang meminta bantuan padanya.


Sebab itulah, Benjiro datang kesini lagi untuk mendapatkan jimat yang akan digunakan untuk melawan roh Nhao Zhiro.


"Kenapa jimat itu Kamu tinggalkan?"


Benjiro terkejut mendapatkan pertanyaan tersebut dari Itako, sebelum dia mulai bercerita.


"Maaf. Makoto ni moushiwake gozaimasen deshita." Benjiro meminta maaf atas keteledorannya, karena telah meninggalkan jimat hitam miliknya.


"Saat itu Saya tidak berdaya, meninggal tidak punya kesempatan untuk mengambil jimat tersebut. Dan Saya baru saja bisa kabur, kemudian langsung datang ke sini."


Benjiro berusaha untuk memberikan penjelasan dan alasannya, kenapa dia tidak tempat mengambil jimat hitam miliknya lagi.


Itako melempar bola hitam ke arahnya, dengan marah. "Kamu memang tidak berguna!" umpat Itako, karena keteledoran Benjiro.


Seorang Itako suka menentukan baik dan buruk menurut diri sendiri saja. Mereka tidak mau di setir orang lain, meskipun mereka tetap mau membantu orang yang datang meminta pertolongan padanya.

__ADS_1


Benjiro menunduk dalam duduknya, sebagaimana sikap seseorang yang merasa bersalah. Karena dia juga ingin mengambil hati Itako, supaya mau menolongnya lagi.


Tapi tentu saja Itako akan menolongnya, sebab dia juga memiliki pola pikir yang sama seperti orang-orang Jepang pada umumnya. Yaitu merujuk pada frasa “ganbatte” yang diartikan sebagai “lakukanlah yang terbaik!”


Orang Jepang terkenal sangat menghormati kerja keras orang lain, juga terkenal memiliki sifat yang tangguh dan pantang menyerah.


Itulah sebabnya, Itako tidak akan pernah menolak permintaan orang-orang yang datang padanya. Dan sikap ini ternyata bisa melahirkan beberapa karakter positif yang dimiliki orang Jepang, yaitu solidaritas yang tinggi, jiwa menolong dan kerja keras.


Meskipun sebenarnya yang mereka lakukan itu kadang kala salah besar, karena melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Aku sudah membantu jimat hitam itu untuk menghalau roh, tapi ternyata ada kekuatan lain yang jauh lebih besar. Membuatku tidak bisa membantu kekuatan jimat hitam tersebut."


"Aku tidak pernah menyangka, jika ada seseorang yang masih muda dan memiliki kekuatan raietsu begitu besar. Bahkan dia bisa melawan kekuatan jimat hitam yang Aku berikan padamu."


Benjiro masih menunduk dalam keadaan duduk, dan tidak berani menyahuti sepatah kata pun. Karena dia tidak ingin mendapatkan amarah lagi dari Itako.


"Aku akan memberikan satu jimat lagi untukmu. Tapi kekuatan jimat ini tergantung padamu," terang Itako, yang membuat Benjiro mendongakkan kepalanya. Untuk bisa memperhatikan lebih jelas lagi, apa yang akan dijelaskan oleh Itako padanya.


Itako memberikan penjelasan kepada Benjiro, terkait dengan penggunaan atas jimat yang akan diterimanya nanti.


Sesaat Benjiro tidak langsung menjawab. Dia berpikir sejenak, sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan dan penjelasan yang diberikan oleh itako padanya. Sebab resikonya memang terlalu tinggi.


"Jika Kamu ragu, lebih baik pergi dari sini! Tidak usah kembali lagi ke mari, apalagi sampai meminta bantuan padaku lagi."


Perkataan Itako yang terakhir ini, seperti sebuah ancaman yang tersirat. Seandainya Benjiro menolak bantuannya yang sekarang. Apalagi Benjiro sendiri yang datang ke sini, dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Demi bisa mengalahkan musuhnya, Nhao Zhiro. Yang saat ini sudah berhasil masuk kembali ke dalam tubuh Alex, atas bantuan seseorang yang tidak pernah dia ketahui jika memiliki kekuatan yang sangat besar.


"Saya menerimanya Itako!"


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Benjiro, membuat Itako tersenyum dengan menggangguk-anggukkan kepalanya. Khas orang-orang yang sudah tua.


"Bagus! Itu artinya Kamu bisa mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi, daripada jimat hitam kemarin."

__ADS_1


*****


Di rumah sakit Saitama.


Nhao Zhiro sudah dalam keadaan sehat lagi, tapi tidak untuk asisten Artha.


Asisten Nhao Zhiro itu justru jatuh sakit, setelah dipengaruhi oleh jimat hitam. Yang berhasil dihancurkan oleh asisten Aizen.


Tapi nyatanya, pengaruh jimat hitam tersebut dalam tubuhnya asisten Artha sangat besar.


Ketahanan tubuhnya seakan-akan diserang penyakit yang mematikan, sehingga keadaannya justru jauh lebih parah dibandingkan keadaan Alex yang kemarin.


"Apa asisten Artha bisa sembuh lagi?" tanya Nhao Zhiro pada asisten Aizen, yang berada di sampingnya.


"Apa anda merasa khawatir Tuan Muda?"


Asisten Aizen justru balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan dari Nhao Zhiro.


"Apa Kamu tahu, dia adalah asisten ku yang sangat setia. Dan tidak dengan orang lain!" Terang Nhao Zhiro, memuji asisten Artha di depan asisten Aizen.


"Apa kekhawatiran Tuan Muda ini, karena dia adalah ayah dari Tuan Muda Alex secara biologis?"


Nhao Zhiro sedikit kesal, karena asisten Aizen selalu menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan yang lain. Meskipun pertanyaan tersebut ada benarnya juga.


"Tapi dia adalah asisten ku," sahut Nhao Zhiro dengan nada tinggi.


"Anda lupa Tuan Muda. Jika tubuh ini adalah tubuhnya Tuan Muda Alexander Noir, yang tentu saja Anda juga sudah memiliki sedikit memori yang dimiliki Tuan Muda Alex."


Nhao Zhiro mengerutkan keningnya, mendengar jawaban yang diberikan oleh asisten Aizen.


"Benarkah?"

__ADS_1


__ADS_2