Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Datang Menyerang


__ADS_3

Jepang secara geografis membentang dari utara ke selatan, dan sakura mulai mekar di selatan pada akhir Maret lalu bergerak ke utara. Bunga sakura yang ada di negara bagian utara Jepang, mekar penuh di bulan Mei, sebagai tanda adanya musim semi yang ringan dan cocok untuk berbagai kegiatan santai.


Hanami (Melihat Bunga) merupakan salah satu tradisi Jepang dalam menyambut musim semi dan memberikan apresiasi pada bunga sakura.


Orang-orang akan berbondong-bondong berkumpul bersama kerabatnya untuk melihat bunga sakura yang mekar sembari makan, minum, dan bernyanyi-nyanyi di bawah rindangnya pohon sakura.


Tradisi ini tersebut adalah Hanami. Hanami merupakan kegiatan piknik sambil menikmati indahnya bunga sakura yang bermekaran. Biasanya dilakukan di taman kota atau pinggir danau yang memiliki banyak pohon sakura di setiap sisinya. Mereka akan membawa bekal dan duduk bersama di bawah pohon ditemani wangi bunga sakura.


Suasananya sangat riuh, ramai dan ceria, sama seperti semua jenis bunga yang mekar di musim semi.


Semua menyambutnya dengan riang gembira.


Tapi hujan juga sering terjadi pada musim semi terutama pada bulan April. Terkadang dapat menyebabkan banjir akibat dari melelehnya es hingga tornado yang biasanya terjadi di Amerika Serikat sebagai akibat perbedaan suhu. Selama musim semi, sumbu aksis bumi berada dekat dengan matahari.


Musim semi digambarkan sebagai musim dengan perubahan temperatur yang cepat, jadi bersiaplah ketika terjadi perubahan cuaca. Masyarakat selalu membawa sweter, cardigan, jaket tipis, atau legging, karena akan lebih mudah untuk melepaskan lapisan pakaian ketika mereka mulai merasa panas.


Gaya hidup orang Jepang yang membuat mereka terus sehat juga mempengaruhi segala kegiatan mereka. Salah satunya adalah mereka membatasi makanan dan minuman manis. Orang Jepang hanya mengkonsumsi 48,8 gram gula per hari dan lebih memilih buah-buahan atau teh hijau sebagai makanan penutup sehingga dapat terhindar dari penyakit diabetes dan obesitas. Di tambah dengan banyaknya kegiatan sebagai aktifitas pekerja dan olahraga yang sering dilakukan oleh masyarakat Jepang.


Orang-orang Jepang juga memiliki umur panjang, yang terkait dengan asupan makanan yang mereka konsumsi. Itulah sebabnya, orang-orang Jepang dikenal akan budaya makanan sehatnya, mereka terbiasa mengonsumsi ikan dan sayuran sebagai makanan sehari-hari.


Sayangnya, banyak di antara mereka yang akhirnya terbuai dengan kehidupan yang mandiri. Mereka terobsesi dengan kesuksesan di dunia karir, usaha, dan lain sebagainya yang menghasilkan kekayaan.


Itulah kenapa banyak orang Jepang yang tak mau menikah, karena mereka lebih mementingkan karir. Punya karir yang tinggi, membuat mereka berpikiran akan hidup mandiri dan nyaman tanpa bergantung kepada orang lain.


Hal ini seperti yang terjadi pada Nhao Zhiro, asisten Artha dan juga Benjiro.


Hal ini membuat angka kelahiran di Jepang memecahkan rekor di dunia. Kementerian Kesehatan mengatakan hal tersebut terjadi karena banyak pasangan menunda pernikahan dan memulai keluarga di tengah-tengah kehidupan mereka yang mandiri. Apalagi adanya program pemerintah Jepang untuk menahan laju penurunan angka kelahiran, dengan cara meluncurkan program penyimpanan sel telur beku bagi wanita yang ingin memiliki anak di kemudian hari.


*****


"Tuan akan menikah setelah membunuh musuh Tuan, yaitu Nhao Zhiro?"


Plak!


Benjiro memukul kepala anak buahnya, yang tiba-tiba bertanya tentang pernikahan.

__ADS_1


"Apa Kamu gila? bertanya sesuatu yang tidak pada tempatnya!" bentak Benjiro, memperingatkan anak buahnya supaya tidak bertanya sembarangan.


"Maaf Tuan, maaf! Saya hanya bertanya, sebab Tuan tidak memiliki satupun keturunan. Apakah itu artinya Tuan memutuskan tali keluarga dengan tidak adanya keturunan anak sendiri?"


Anak buahnya itu disuruh bertanya lagi tanpa rasa takut, meskipun tetap membungkuk untuk meminta maaf. Ini merupakan bahasa tubuh orang-orang Jepang yang paling umum, yang akan sering temui saat berada di Jepang, sebab bahasa tubuh ini tidak hanya karena itu adalah sebuah tanda hormat, tetapi juga cara utama untuk menyambut seseorang yang Anda temui secara tatap muka, apakah mereka teman atau orang asing, dan juga meminta maaf.


Plak!


Sekali lagi Benjiro memukul anak punya itu, karena masih memberikan pertanyaan yang tidak dia inginkan.


"Kita datang ke sini dengan tujuan untuk menyerang Nhao Zhiro, tapi tentu saja dengan menggunakan caraku. Kalian semua tidak boleh ada yang membantah instruksi yang Aku berikan!"


"Ingat, fokus saja pada sasaran. Tidak perlu hiraukan yang lain. Kalian ingat siapa sasaran utama kita?"


Benjiro memberikan pertanyaan untuk menggali memori anak buahnya itu, atas perkataan dan perintahnya.


"Ingat Tuan! Kita akan membunuh Nhao, asisten Artha dan juga asisten Aizen."


"Benar! That's just right!"


Kini dia keluar dari dalam mobil, menuju ke dalam kamar rawat inap Nhao Zhiro, yang juga digunakan untuk merawat asisten Artha.


Setiba di kamar rawat inap Alexander Noir, atau Nhao Zhiro.


Brakkk!


Pintu kamar dibuka dengan kasar, kemudian masuklah Benjiro sama dengan anak buahnya yang lain.


Nhao Zhiro yang belum siap tidak bisa mengelak, di saat Benjiro langsung memukulnya.


Bughhh!


"Awww!"


Nhao mengaduh kesakitan, pada saat menerima pukulan yang diberikan oleh Benjiro. Dan Nhao Zhiro menyadari, jika pukulan yang dilakukan oleh Benjiro ada kekuatan lain, meskipun dia terlihat sendiri.

__ADS_1


"Hai! Apa yang Kamu lakukan?"


"Br3ngs3k!"


"Your coward!"


"Kamu adalah seorang pengecut Benjiro!"


Asisten Artha dan asisten Aizen, sama-sama geram dengan kelakuan Benjiro yang tidak gentle, sebab menyerang secara tiba-tiba tidak memberikan kesempatan untuk bersiap-siap pada lawan.


"Hahaha... Kamu pikir Aku b0D0h?"


Benjiro justru menanggapi dengan tertawa, dan mempertanyakan penilaian dirinya sendiri dengan apa yang dipikirkan oleh asisten Artha dan asisten Aizen.


Akhirnya perkelahian yang tidak seimbang terjadi, antara Nhao Zhiro, yang hanya dibantu oleh asisten Artha bersama dengan asisten Aizen.


Untuk lawan, orang-orang yang dibawa oleh Benjiro ada 7 orang, sehingga jadi 8 ditambah dengan dirinya sendiri.


Slass!


Bughhh bagh!


Perkelahian yang tidak seimbang ini semakin timpang, pada saat penjuru menggunakan pisau untuk menyerang Nhao Zhiro dan kedua asistennya itu.


Srekkk jleb jleb!


"Arghhh..."


"Awww..."


Teriakan yang dilakukan oleh asisten Artha membuat Nhao Zhiro dan asisten Aizen menoleh cepat ke arahnya.


Ternyata asisten Artha terkena sayatan pisau kepada area perut dan lengannya, sehingga ada banyak darah yang keluar dari luka tersebut.


"Bagaimana ini? sepertinya Benjiro datang bukan hanya dengan ke 7 anak buahnya, tapi bersama dengan kekuatan lain yang tidak bisa kita saksikan."

__ADS_1


Nhao Zhiro berkata demikian, karena merasa khawatir dengan posisinya yang terdesak, sehingga tidak bisa melakukan pertolongan pada asisten Artha dengan cepat.


__ADS_2