
Slup klegh!
"Arghhh..."
Tubuh Alex mengejang sebentar, kemudian matanya terbuka dengan sempurna menatap ke arah Benjiro yang melihat kejadian itu dengan tatapan sinis.
"Heh! hanya segitu? tidak masalah!"
"Watashi wa anata no chikara yori mo haruka ni tsuyoidesu! Aku lebih kuat daripada kekuatan kalian berdua. Cihhh!"
Benjiro berkata-kata merendahkan asisten Aizen yang sudah menyatukan kekuatannya dengan Nhao Zhiro dalam satu tubuhnya Alex, keponakan yang dia jaga selama ini.
"Jibun de shōmei dekinakute mo jiman shinaide kudasai!" bentak asisten Aizen, dengan mata merah.
"Jangan banyak bicara jika Kamu belum membuktikannya sendiri Benjiro!" gertak Nhao Zhiro, memperingatkan rekannya yang sudah berkhianat padanya.
Akhirnya mereka berdua saling berhadapan secara langsung untuk menguji kekuatan masing-masing, guna membuktikan siapa yang jauh lebih kuat untuk saat ini, sampai salah satu dari mereka benar-benar ada yang kalah dan tidak di bisa melawan.
"Sebagai seseorang yang selalu menepati janji, biarkan tubuh asisten Aizen aman. Jangan biarkan anak buahmu untuk melakukan sesuatu padanya!"
Nhao Zhiro minta kesediaan Benjiro untuk bisa memberi perintah pada anak buahnya, upaya tidak mengganggu tubuh asisten Aizen yang sedang kosong. Untungnya Benjiro yang sangat percaya bahwa dia bisa mengalahkan kedua jiwa sedang bersatu itu, menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Nhao Zhiro barusan. Hingga akhirnya dia pun berteriak memberikan peringatan kepada semua anak buahnya.
"Kalian semua dengarkan Aku!"
"Aku perintahkan kalian semua untuk tidak menyentuh tubuh tersebut!" teriak Benjiro, dengan menunjuk ke arah tubuh asisten Aizen yang berdiri seperti patung.
Setelahnya, Benjiro langsung bersikap sempurna untuk berkonsentrasi menghimpun kekuatan yang dua miliki.
Semua anak buahnya Benjiro dan juga asisten Artha, akhirnya sama-sama diam memperhatikan pertarungan supranatural tersebut. Tapi tetap saja mereka siap siaga, seandainya diperlukan untuk melakukan tindakan yang akan akan diperintahkan sewaktu-waktu nanti oleh Tuan mereka.
Kumpulan awan hitam tiba-tiba datang mengelilingi tempat tersebut, di tambah dengan angin yang juga datang dengan kecepatan tinggi.
Di atas kepala Benjiro, tampak asap yang mengepul dengan warna hitam pekat. Membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri, karena secara tiba-tiba perubahan pada wajah Benjiro juga terlihat jelas jika berubah menjadi seperti wajah seekor kucing.
Di lain pihak, tubuh Alex yang memang masih muda juga tampak berubah. Banyak otot-otot yang keluar sehingga membentuk seperti akar, menempel pada dagingnya.
"Hiaattt..."
__ADS_1
Tangan Benjiro maju secepat kilat, menerjang ke arah depan, di mana Nhao Zhiro telah berubah dengan kekuatan yang dimiliki oleh asisten Aizen.
Yang tidak disadari oleh semua orang, termasuk Benjiro, jika dari tangan Alex muncul sinar terang, seperti kilatan petir, ternyata itu adalah sebuah samurai yang sangat tajam.
Dengan gerakan cepat, Alex juga mengayunkan samurainya itu untuk menangkis serangan yang dilancarkan oleh Benjiro padanya.
Sling... Krakkk slasss!
Tangan Benjiro yang sudah terlanjur maju, akhirnya terkena tebasan samurai yang digunakan oleh Alex untuk menangkis serangannya tadi.
"Sial! Omae wa ima sugu shinanakereba naranai!"
"Kamu harus mati sekarang juga Nhao Zhiro!"
Benjiro sudah gelap mata, sehingga tidak memikirkan tubuh keponakannya sendiri yang dia sayangi. Semua itu karena tangannya telah terpotong oleh samurai yang dipegang Alex, padahal sebenarnya itu bukanlah kelakuan Alex.
Tapi amarah dan kekuatan hitam Nekomata yang sudah mempengaruhinya, tidak lagi mempedulikan keadaan nyata sebelum pertarungan ini dilakukan. Jiwa Benjiro sudah dikalahkan oleh kekuatan yang sekarang ini menguasai tubuhnya.
Wushhh!
"Tubuhku!"
"Iya, watashi no karada! Oh tidak, itu tubuhku!"
Jiwa asisten Aizen yang berada pada tubuhnya Alex, kaget saat Benjiro menghancurkan tubuhnya yang seperti patung tanpa adanya kekuatan jiwanya.
"Hahaha... matilah Kau asisten Aizen!"
Benjiro justru tertawa terbahak-bahak, melihat keadaan tubuh asisten Aizen yang sudah dia hancurkan menjadi berkeping-keping, seperti kayu yang di potong-potong. Padahal dia sendiri yang memberikan perintah kepada anak buahnya supaya diam dan tidak mengganggu tubuhnya asisten Aizen.
Semua orang, anak buahnya Benjiro dan juga anak buahnya asisten Artha, sama-sama terkejut dengan kejadian ini.
"Kalian semua, kumpulkan serpihan dan potongan tubuh asisten Aizen!"
Alex memerintahkan kepada anak buahnya asisten Artha untuk mengumpulkan tubuh asisten Aizen yang berserakan.
Tapi sayangnya, Benjiro juga memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghalangi pekerjaan mereka, sehingga kedua belah pihak, anak buah mereka, berkelahi.
__ADS_1
Pertarungan ini benar-benar diluar rencana dan tidak bisa dielakkan lagi.
"Hajar!"
"Maju..."
"Minagoroshi ni suru!"
"Habisi mereka semua!"
Suasana pertempuran dua kelompok besar tersebut tidak bisa dihindari lagi. Suara-suara dari mereka yang berkelahi terdengar silih berganti, dengan suara jeritan, semangat dan kesakitan. Mereka bertarung seakan-akan sedang menyiapkan nyawa mereka untuk membela Tuan-nya.
Gledeg...
Tarrr!
Blommm!
Serangan demi serangan antara Nhao Zhiro, yang sudah dibantu dengan kekuatan asisten Aizen, melawan Benjiro juga menghasilkan suara-suara yang dentuman yang keras dengan efek yang tidak bisa dipercayai orang biasa pada umumnya.
Ini karena keduanya sama-sama memiliki kekuatan lain, dari alam roh.
Ternyata mereka yang hidup di dunia modern, tetap tidak bisa meninggalkan kekuatan lain, supranatural sebagai keyakinan mereka, sama seperti dukun, jimat dan kekuatan roh dari mahluk-mahluk tertentu.
Dan sekarang, Nhao Zhiro yang tidak pernah percaya dengan hal-hal semacam itu, akhirnya percaya juga. Padahal dulunya dia seringkali membantah asisten Artha, jika asistennya itu sedang membahas atau membicarakan tentang kekuatan supranatural dan jimat-jimat leluhur, seperti yang orang-orang dahulu lakukan.
Nhao Zhiro pasrah dengan mengikuti jiwa asisten Aizen yang saat ini sedang dalam keadaan marah, sehingga dia tidak bisa ikut mengendalikan tubuhnya Alex, sebab asisten Aizen mengambil alih seluruh fungsi tubuh dari Alex yang menjadi tempat mereka berdua.
"Tubuhku telah hancur, jadi Aku juga tidak punya harapan untuk bisa menjadi manusia utuh lagi. Jadi biarkan Aku membalaskan dendam ini pada Benjiro, supaya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Aku rasakan. Kamu tinggal diam menunggu waktu kekalahannya saja, membiarkan tubuh dan kekuatan roh mu ikut Aku gunakan."
Begitulah jiwa asisten Aizen yang tidak mau diganggu Nhao Zhiro, sehingga dia sendiri yang bekerja melawan Benjiro.
Nhao Zhiro juga sadar, jika dia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa mendapatkan bantuan dari asisten Aizen.
Akhirnya pertempuran ini benar-benar di luar nalar dan rencana sebelumnya. Masih untung tadi mereka memutuskan untuk pergi dari rumah sakit, sehingga semua ini terjadi di tempat yang sepi dan jauh dari pemukiman warga.
Ternyata pemikiran asisten Aizen tepat, dengan menjauhkan kejadian ini dari rumah sakit segera, sebelum pertempuran mereka di mulai, meskipun asisten Artha tetap terkena imbasnya, mendapatkan luka yang cukup banyak dan parah juga.
__ADS_1